
Dok. Istimewa
Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, salah satu industri yang sangat terkena dampaknya adalah industri perfilman. Rencana rilis beberapa film Indonesia harus tertunda bahkan proses syuting film-film baru juga terhenti.
Para penikmat film sudah tidak sabar untuk bisa kembali ke bioskop dan menonton film-film karya sineas kebanggaan Indonesia. Banyak film Indonesia yang selain berjaya di ‘rumah sendiri’, juga berhasil melebarkan sayap di kancah internasional bahkan sampai meraih penghargaan.
Nama Indonesia pun harum di banyak negara di dunia. Yuk! cek disini beberapa film karya anak bangsa yang banyak meraih penghargaan baik nasional maupun internasional.

Dok. Palari Films
1. Babi Buta yang Ingin Terbang (2008)
Film yang dibintangi oleh Ladya Cheryl, Joko Anwar, Pong Harjatmo, dan Andhara Early ini hadir di dekade 2000-an. Namun film karya Edwin ini tidak setenar film Indonesia lain di era tersebut, seperti Ada Apa Dengan Cinta? (2002), 30 Hari Mencari Cinta (2004), Eiffel I’m in Love (2008) atau Ayat-ayat Cinta (2008).
Namun, film ini justru mengejutkan para sineas Tanah Air dengan capaian yang diraih di ajang penghargaan internasional, antara lain di tahun 2009 film ini meraih Golden Horse Film Festival (NETPAC Award), Rotterdam International Film Festival (FIPRESCI Prize), Singapore International Film Festival (NETPAC Award - Special Mention), dan dua penghargaan dari Nantes Three Continents Festival, yaitu Silver Montgolfiere dan Young Audience Award.
Babi Buta yang Ingin Terbang juga diterjemahkan dalam beberapa bahasa dan mendapat sambutan baik lantaran premis etnis yang diangkat sangat melekat di masyarakat.
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. XYZ Films
2. Headshot (2016)
Film yang disutradarai oleh Mo Brothers (Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel) ini, tayang perdana pada Toronto International Film Festival (TIFF) ke-41 dalam sesi Midnight Madness pada September 2016. Film Headshot ini dibintangi oleh Iko Uwais, Chelsea Islan, Julie Estelle, serta sederet artis kenamaan lainnya.
Film produksi Screenplays Infinite Film ini mengisahkan tentang seorang pria yang menderita amnesia dengan masa lalu yang misterius. Ia kemudian harus berhadapan dengan seorang gembong narkoba yang sangat berbahaya.
Film Headshot juga berhasil meraih beberapa penghargaan internasional antara lain penghargaan prestisius dalam ajang L'Etrange Festival Paris 2016 dan penghargaan Grand Prix Nouveau Genre Award di kategori International Feature Film Competition. Di Indonesia, Headshot berhasil meraih dua piala pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2016, yaitu untuk kategori Penata Efek Visual Terbaik atas nama Andi Novianto dan untuk kategori Penata Suara Terbaik atas nama Fajar Yuskemal, Aria Prayogi dan Ichsan Rachmaditta.
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. Fourcolours Films
3. Turah (2016)
Film yang rilis tahun 2016 ini dibintangi antara lain Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Darsono, Rudi Iteng dan masih banyak lagi. Meski tidak terlalu bergaung di Indonesia, film yang menggunakan bahasa Jawa dengan dialek Tegal ini sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Film Turah berhasil masuk tiga nominasi dari empat katagori yakni Best Actor, Best Director dan Best Movie di ASEAN Film Awards 2017. Di ajang ini sang sutradara, Wicaksono Wisnu Legowo, terpilih sebagai Best Director mengalahkan deretan sutradara top ASEAN lainnya.
Dua pemainnya Ubaidillah dan Slamet Ambari berhasil meraih penghargaan dari POPCON Award 2018, mereka dinobatkan sebagai Duet Terbaik. POPCON Award merupakan festival tahunan yang mengangkat tentang budaya pop dan industri kreatif Indonesia.
Sebelumnya, film Turah juga berhasil meraih Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016, Singapore International Film Festival 2016 untuk kategori Asian Feature Film Special Mention dan Bengaluru International Film Festival 2017. Puncaknya film ini pernah didapuk mewakili Indonesia untuk berkompetisi merebut piala Oscar di kategori film Berbahasa Asing Terbaik pada ajang Academy Awards ke-90 tahun 2018.
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. Fourcolours Films
4. Sekala Niskala (2017)
Sekala Niskala (The Seen and Unseen) adalah film yang ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini ini bercerita tentang anak kembar Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena) dan Tantri (Ni Kadek Thaly Titi Kasih) yang tinggal di Bali. Hubungan yang kuat antara keduanya membuat mereka mengalami kejadian spiritual.
Pengalaman tersebut ditampilkan dengan kearifan lokal dan budaya Bali dengan unsur spiritualitas yang kental. Cerita yang diangkat juga sangat menyentuh hati. Film produksi Fourcolours Films bersama Treewater Productions di tahun 2018, didukung juga oleh aktris berpengalaman seperti, Ayu Laksmi dan Happy Salma.
Film ini pernah ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF), Busan International Film Festival, dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Selain itu tak sedikit penghargaan yang didapat dari film ini seperti Best Youth Feature pada 2017 di Asia Pacific Screen Awards, Golden Hanoman yang merupakan penghargaan tertinggi di Jogja-Netpac Asian Film Festival dan hadiah utama dari juri dalam Tokyo FILMeX ke-18.
Selanjutnya film ini juga Berjaya pada Adelaide Film Festival (kategori International Feature Fiction Competition), Berlin International Film Festival (program Generation Kplus International Jury), QCinema International Film Festival (Jury Price - Asian Next Wave Competition), dan Shanghai International Film Festival (Media Choice Award for Filmmaker).
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. Cinesurya Production
5. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Para pemain yang terlibat dalam film ini sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Sebut saja, Marsha Timothy (Marlina), Egi Fedly (Markus), Yayu Unru (Raja), Indra Birowo (Umbu), dan masih banyak yang lainnya. Jalan cerita yang matang serta didukung latar belakang Sumba nan eksotis, membuat film garapan Mouly Surya ini berhasil menjadi juara umum di Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2018, dengan berhasil menyabet 10 kategori dari 15 nominasi.
Meskipun gagal mewakili Indonesia di Academy Awards untuk kategori Foreign Language Film, di mata para sineas dunia, film ini tetap merupakan film yang sangat memesona dan berhasil berjaya di festival film tingkat dunia. Misalnya seperti skenario terbaik pada FIFFS Maroko edisi ke-11, film terbaik dalam Asian Nest Wave The Qcinema Film Festival Filipina, NETPAC Jury Award di Five Flavours Asian Film Festival 2017, Aktris Terbaik utk Marsha Timothy di Festival Film Sitges, Grand Prize Tokyo FILMeX dan lain-lain.
Film yang tayang di 19 negara ini total mengumpulkan 17 piala dan 24 kali masuk nominasi penghargaan film.
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. Rapi Films
6. Pengabdi Setan (2017)
Film garapan Joko Anwar ini menjadi film terlaris pertama di tahun 2017 dan berhasil meraih lebih dari 4 juta penonton. Selain sukses di Indonesia, film Pengabdi Setan yang merupakan remake dari film pendahulunya (1980), juga tayang di 42 negara. Yaitu Spanyol, Thailand, Taiwan, Belanda, Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Bahkan di Malaysia, film ini berhasil menjadi film Indonesia terlaris yang pernah tayang di Negeri Jiran tersebut. Film Pengabdi Setan punya poster yang berbeda-beda dan menarik dari tiap negara yang menayangkannya.
Film yang meraih Piala Citra terbanyak dalam gelaran Festival Film Indonesia 2017 ini juga berjaya di kancah internasional. Salah satunya meraih penghargaan untuk kategori Film Terseram dalam ajang Popcorn Frights Film Festival 2018 di Florida, Amerika Serikat.
Tak hanya dalam satu ajang, Satan’s Slave (judul internasionalnya) juga menyabet Film Terbaik dalam Overlook Film Festival, mengalahkan film sejenis seperti Hereditary, Don’t Leave Home, dan Upgrade. Film ini juga mendapat piala untuk kategori Film Horor Terbaik di ajang Toronto After Dark Film Festival
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. Fourcolours Films
7. Kucumbu Tubuh Indahku (2018)
Sempat menuai perdebatan karena jalan ceritanya, film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) yang bercerita tentang perjalanan Juno (Muhammad Khan), seorang penari Lengger Lanang (penari laki-laki yang menari tarian perempuan) dalam menghadapi kekerasan baik dalam bentuk fisik, sosial, maupun politik ini mampu melebarkan sayapnya dalam beberapa festival film dunia dan mengharumkan industri film Indonesia.
Film garapan Garin Nugroho ini tercatat meraih tiga penghargaan internasional kategori Film Terbaik yang disabet pada 2018, di antaranya Venice Independent Film Critic, Festival Des 3 Continents, dan Asia Pacific Screen Awards. Pada 2019, film yang hampir masuk Oscar ini meraih piala International Cinephile Society Awards dan Guadalajara International Film Festival.
Total ada 13 piala penghargaan yang terdiri dari lima festival internasional dan sembilan piala Festival Film Indonesia yang diraih oleh film yang didukung oleh beberapa artis ternama seperti Sujiwo Tejo, Teuku Rifnu Wikana dan Randy Pangalila.
Lanjut ke halaman berikutnya.
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!

Dok. Miles Films
8. Hiruk-Pikuk si Al-Kisah (2018)
Film dengan judul internasional The Science of Fiction ini merupakan film panjang ketiga yang digarap oleh sutradara Yosep Anggi Noen. Sebelumnya Anggi, sapaan akrab Yosep Anggi Noen, menjadi sutradara Vakansi Janggal dan Penyakit Lainnya (2012), serta Istirahatlah Kata-Kata (2016) yang mengisahkan aktivis serta penyair Widji Thukul.
Film yang turut diproduseri oleh Edwin Nazir, Arya Sweta dan Yulia Evina Bhara, tayang perdana pada sesi kompetisi internasional (Concorso Internazionale) dalam Locarno Film Festival, Swiss, 2019. Dalam ajang tersebut, film ini berhasil mendapat penghargaan Special Mentions.
Film yang dibintangi oleh Gunawan Maryanto, Asmara Abigail, dan Lukman Sardi, berlatar belakang Yogyakarta tahun 1960an. Film ini bercerita tentang tokoh bernama Siman (Gunawan Maryanto) yang tertangkap dan dipotong lidahnya saat dirinya melihat kru asing yang sedang melakukan shooting pendaratan di bulan.
Sejak saat itu, hidup Siman berubah. Dengan label gila yang didapatnya dari lingkungannya, Siman berusaha mengungkap fakta sebenarnya meski banyak orang malah tak percaya.
Kita tunggu karya anak bangsa lainnya untuk bisa membuat nama Indonesia harum di perfilman dunia. (f)
BACA JUGA :
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Guru-Guru Gokil, Film Debut Dian Sastrowardoyo Sebagai Produser
Pertama di Indonesia, Cokelat dengan Barcode Musik. Ngemil Sambil Dengar Playlist!