
Foto : Dok. Cinesurya
Pada 16 November lalu, industri perfilman tanah air ramai membicarakan film Marlina, Si Pembunuh Dalam Empat Babak yang dibesut oleh Mouly Surya. Pasalnya, walau mengedepankan tokoh utama wanita bernama Marlina yang diperankan Marsha Timothy, Mouly memotret sosok wanita yang tak biasa.
Marlina adalah seorang janda yang terpojok oleh segerombolan penjahat yang menjarah ternak dan memerkosanya di hadapan mayat sang suami yang tergeletak di sudut rumah. Ia pun menghabisi mereka.
Bahaya belum berakhir. Marlina masih harus menghadapi lawan terakhir yang memburunya sepanjang perjalanannya menuju kantor polisi untuk mencari keadilan dan menunggunya saat ia kembali ke rumah.
Di balik alur cerita Marlina yang tak banyak ditemukan di industri perfilman komersial tanah air, ini adalah empat alasan mengapa Anda harus menyaksikan film ini. Namun hati-hati. Spoiler bertebaran dimana-mana!

Foto : Dok. Cinesurya
1/ Marlina si Wanita Berani
Tema yang sangat wanita ini memang disutradarai oleh wanita, tapi ide cerita berasal dari pria. Adalah Garin Nugroho yang menyampaikan idenya pada Mouly pada tahun 2014, tentang sosok wanita kuat dengan cara yang menarik dan tak biasa. Dalam film ini, Marlina digambarkan sebagai wanita pendiam dan tak mengeluarkan emosi yang meluap-luap, walau harus menghadapi ujian berat.
Seperti ketika segerombolan penjahat, yang salah satunya diperankan Egi Fedly, merampok dan memerkosanya, Marlina tak rela hanya diam menerima nasib. Ia memutar otak untuk menyelamatkan diri.
Alih-alih kehilangan semangat hidup, ia melawan dengan aksi berani tanpa harus banyak kata. Ia melawan budaya patriarkal yang masih terasa kuat di bagian timur Indonesia, yang telah banyak mengorbankan wanita. Marlina mencari keadilan dengan caranya sendiri.

Foto : Dok. Cinesurya
2/ Sarat Komedi Satir
Jangan mengira film yang disebut oleh media Variety bergenre satay western ini akan menjadi film serius yang terlalu berat untuk ditonton. Pasalnya, dibalik sarat kritik sosial yang terselip pada tiap adegan, film Marlina ini menyajikan humor satir yang mengundang gelak tawa.
Jangan khawatir. Humornya tak disajikan terlalu berat sehingga sulit dipahami, Mouly justru membuatnya menjadi sebuah dialog ringan yang segar. Anda akan bisa merasakan guyonan tersebut 30 menit setelah film dimulai, ketika karakter Novi (yang diperankan oleh Dea Panendra) hadir. Ia adalah teman Marlina yang sedang hamil 10 bulan memiliki karakter ceriwis, yang segala celotehnya - terkadang tentang seksualitas - akan membuat penonton tertawa. Kenyataan hidup memang lucu.

Foto : Dok. Cinesurya
3/ Eksotisme Sumba
Selain alur cerita yang tak akan membuat bosan, para penonton dijamin akan dipuaskan dengan visual yang menyajikan alam Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang megah dengan padang rumput kemarau yang tak berkesudahan. Termasuk, mengenalkan budaya dan tradisi daerah Sumba, dimana mayat ditutupi dengan kain tenun dan tak harus dikubur sesegera mungkin. Anda mungkin akan tertarik pada bandul kalung khas Sumba yang dikenakan Marlina.
Juga lagu populer berbahasa daerah Lahape Jodoh yang menarik, yang dinyanyikan oleh Franz (diperankan oleh Yoga Pratama), yang semakin menenggelamkan para penonton pada suasana Sumba.

Foto : Dok. Cinesurya
4/ Panen Penghargaan
Jauh sebelum ditayangkan secara massal di tanah air pada pertengahan November lalu, film yang dalam bahasa asingnya berjudul Marlina, the Murderer in Four Acts ini sudah banyak melenggangkangkung di panggung internasional. Misal saja sudah lebih dulu ditayangkan di Festival Film Cannes, Busan Film Festival, New Zealand International Film Festival, Melbourne Film Festival, Toronto International Film Festival dan masih banyak lagi.
Bahkan, film ini mendapatkan penghargaan sebagai film dengan Skenario Terbaik di ajang International du Film deFemmesde Sale (FIFFS) di Maroko, dan penghargaan Asian NestWave dari The QCinema Festival, Filipina. Termasuk Marsha Timothy yang memerankan Marlina, yang digadang-gadang berhasil menyingkirkan aktris Hollywood, Nicole Kidman, setelah menyabet penghargaan Aktris Terbaik di ajang Sitges International Fantastic Film Festival, Spanyol.
Banyaknya sineas dunia yang terpukau dengan film yang sebenarnya sudah digarap sejak tahun 2014 ini, membuat Marlina direncanakan akan tayang di beberapa negara di dunia. Contohnya seperti di Cannes, Marseille, Paris, Geneva, Roma, Milan, Florence, Brussels, Amerika Serikat dan beberapa negara di Asia lainnya yang akan segera menyusul dalam daftar penayangan. (f)
Baca juga :
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Perjuangan Seorang Wanita untuk Memperoleh Keadilan
Film Indonesia di Sundance Film Festival
Marsha Makin Protektif