Foto: Freepik


Tepat hari ini, 24 Oktober 2020, setiap tahun diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Hari ini merupakan hari penting bagi seluruh dokter ataupun organisasi kesehatan di Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa pahlawan kesehatan.

Terlebih di tengah pandemi seperti saat ini, Dokter menjadi tulang punggung, garda terdepan dalam penanganan virus COVID-19. Hingga hari ini, data IDI seperti dilansir dari kompas.com menyebutkan ada 132 dokter yang gugur akibat penanganan COVID-19. Keletihan yang sangat akibat menangani ribuan pasien hingga risiko tinggi terpapar virus COVID-19 menambah berat beban kerja dokter saat ini.

Di mana pun di pelosok dunia, dokter selalu dianggap sebagai profesi kemanusiaan yang sangat dihargai. Tiga wanita ini memaknai profesi dokter mereka dengan cara tersendiri, namun sama-sama berkontribusi pada kesehatan masyarakat. 

Baca Selanjutnya: 1/ dr. Reisa Brotoasmoro, Mengedukasi Tentang COVID-19

 


Foto: Dok Satgas Penangan COVID-19


1/ dr. Reisa Brotoasmoro, Mengedukasi Tentang COVID-19

Wanita kelahiran 28 Desember 1985 ini belakangan paling sering tampil di layar kaca sejak ia ditunjuk menjadi anggota tim komunikasi publik Satgas Percepatan Penanganan COVID-19.

Ketika pertama kali tampil bersama juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, netizen langsung meramaikan jagad sosial media dengan komen yang beragam soal penampilan dr. Reisa yang dianggap membawa angin segar dalam menyampaikan fakta-fakta seputar COVID-19.

Sebelum aktif menyampaikan program pemerintah dalam hal penanggulangan COVID-19, nama dr. Reisa juga pernah muncul dalam daftar tim forensik yang menangani kasus investigasi korban pesawat Sukhoi dan beberapa bom terorisme di DKI Jakarta. Kala itu, ia menjadi anggota DVI (Disaster Victim Identification) yang bertugas di RS Polri Raden Said Soekanto, Kramat Jati.

Sebelumnya, runner up Puteri Indonesia tahun 2010 ini sudah tersohor sebagai pembawa acara program kesehatan di televisi swasta, dr. Oz. Karier yang kemudian turut melejitkan namanya di dunia hiburan tanah air.

Mengedukasi banyak orang tentang ilmu kesehatan inilah yang dilakukan dr. Reisa. Kini sebagai juru bicara COVID-19 ia memegang tanggung jawab untuk menyampaikan informasi terbaru dan tepat tentang virus baru ini serta kenormalan baru yang menjadi pegangan masyarakat di tengah pandemi.

Meski belakangan, dr. Reisa harus tampil dengan wajah bermasker, pesonanya tidak berkurang. Dari foto-foto yang ia unggah di laman Instagramnya @reisabrotoasmoro, ia tampak gemar mengenakan masker yang warnanya diserasikan dengan outfit yang sedang dikenakan. Cara jitu untuk mengajak orang lain agar mau mengenakan masker di masa pandemi ini. 

Baca Selanjutnya: 2/ dr. Mesty Ariotedjo

 


Foto: Dok Instagram @mestyariotedjo


2/ dr. Mesty Ariotedjo, Membuka Akses Kesehatan Bagi yang Tak Mampu

Cantik, muda, kaya, dan inspiratif. Itulah empat kata yang bisa mewakili sosok dr. Mesty Ariotedjo. Kepeduliannya pada dunia kesehatan di Indonesia, membawa lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mendirikan WeCare.id, sebuah situs yang membantu banyak orang hingga ia masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2016.

Bagi Mesty, kesibukannya sebagai dokter anak tidak menghalangi panggilan jiwanya menjadi seorang filantropi. Lewat WeCare.id ia mengumpulkan dana bagi pasien di daerah terpencil atau yang membutuhkan akses terhadap perawatan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Siapa sangka wanita yang juga dikenal sebagai pemain harpa ini pernah loh menjadi dokter di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari pengalamannya inilah ia tergerak untuk mendirikan WeCare.id untuk membantu ketersediaan sarana kesehatan di pelosok negeri. 

Dilansir dari Forbes, mesty berhasil menggalang dana sebesar Rp 919 juta dari WeCare.id dengan mayoritas pasien yang mendapatkan bantuan adalah wanita dan anak-anak. Tahun 2018, uang donasi yang digalang WeCare.id sufah mencapai Rp 5 miliar dan sudah membantu sekitar 500 pasien yang membutuhkan.

Atas keberhasilan WeCare.Id menggalang dana kesehatan, situs besutan Mesty ini juga pernah mendapatkan penghargaan Best Start-Up Idea dari Asia Social Innovation Award tahun 2015.

Soal penampilan, dr. Mesty yang memiliki rambut panjang ini tampaknya gemar dengan gaya yang sederhana, nggak neko-neko. Untuk menjaga kecantikan, kepada CNBC Indonesia dr. Mesty mengaku rajin minum air putih 1-2 liter, tidur yang cukup, dan menghindari makanan yang mengandung gula tinggi. 

Baca Selanjutnya: 3/ dr. Ratih Citra Sari, Dedikasi untuk Korban Bencana

 

3/ dr. Ratih Citra Sari, Dedikasi untuk Korban Bencana

Tahun 2017 lalu, femina sempat ngobrol bareng dengan dr. Ratih Citra Sari yang tampil sebagai profil femina. Sosok seorang dokter relawan bencana yang mungkin jumlahnya sangat terbatas.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan beragam, pelayanan medis mendapat tantangannya tersendiri. Tidak sedikit medan yang harus dilalui petugas medis untuk bisa sampai di lokasi pasien. Namun dr. Ratih, yang dikenal sebagai dokter bencana, tak berhenti untuk bergerak membantu mereka yang membutuhkan, meski dipelosok sekalipun. Ia mengabdikan hidupnya untuk masyarakat, tidak mematok biaya untuk pasiennya, bekerja secara sukarela, dan kerap memberikan pengobatan gratis ke pelosok negeri tidak peduli seberapa sulit medan yang ditempuh.

Bergabung dengan kelompok Wanadri, dr. Ratih kerap diajak untuk menjadi tenaga medis di daerah-daerah yang mengalami bencana alam. Tidak hanya di Indonesia seperti bencana di Lombok dan Palu, dr. Ratih juga terbang ke Nepal untuk membantu korban gempa Nepal. Disela-sela kegiatannya terjun langsung membantu korban bencana, pada tahun 2017 ia juga mendirikan klinik untuk masyarakat tidak mampu di Tambun, Bekasi. (f)


Baca Juga: 
Ratih Citra Sari, Menembus Belantara Demi Membantu Pasien Korban Bencana 
5 Langkah Hindari Penularan dalam Klaster Keluarga Saran dr. Reisa Brotoasmoro
Tes Swab Bagi Kontak Erat Pasien COVID-19 Gratis di Puskesmas