
Foto: Dok. Tha Apprentice
Bagi penggemar tayangan reality show The Apprentice ONE Championship Edition, tentu akrab dengan wajah wanita berambut pendek ini. Menjadi satu-satunya kandidat The Apprentice ONE Championship Edition asal Indonesia, penampilan Paulina Purnomowati tetap konsisten dari minggu ke minggu.
“Saya ingin membuat impact lebih dalam hidup saya,” ungkap Paulina ketika ditanya alasannya mengikuti ajang kompetisi yang sempat dipandu oleh Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini.
Berawal dari dukungan seorang temannya yang tinggal di Singapura untuk ia mengikuti kompetisi ini, siapa sangka profil Paulina cukup menarik pihak penyelenggara hingga ia lolos berbagai interview dan test yang berlangsung dan terpilih menjadi 1 dari 16 kandidat he Apprentice ONE Championship Edition.
Berbeda dengan edisi The Apprentice sebelumnya, The Apprentice ONE Championship Edition tidak hanya menuntut kemampuan dan strategi dalam bisnis dan kepemimpinan, tapi juga menantang kekuatan fisik setiap kandidatnya. Karena di setiap episodenya para kandidat ini harus menjalankan satu misi.
Pada episode tujuh misalnya, para kandidat yang tinggal sembilan orang, termasuk Paulina, harus memasuki cage dan mengetahui bagaimana rasanya menjadi seorang seniman bela diri bersama top ONE atomweight Ritu "The Indian Tigress" Phogat dan juara bertahan ONE Women's Strawweight World Champion "The Panda" Xiong Jing Nan.
“Saya tidak tahu tantangan fisik seperti apa yang akan dilalui, kita sama sekali tidak diberi kisi-kisi akan tantangan fisik yang akan dilalui. Yang pasti saya mempersiapkan mental saya untuk berbagai macam tantangan fisik, termasuk bela diri. Saya berusaha untuk meningkatkan endurance dan strength saya sebelum berangkat untuk berkompetisi di The Apprentice ONE Championship Edition,” ungkap wanita yang gemar mengikut Triathlon, Marathon, dan mendaki gunung ini.
Berbekal pengalaman lebih dari 15 tahun bekerja dengan kolega dari mancanegara dan perusahaan multi national serta membangun bisnisnya sendiri, Paulina cukup yakin dengan kekuatannya. “Saya yakin untuk kemampuan bisnis saya cukup percaya diri dan maturity saya dalam menghadapi masalah dan memimpin team, juga problem solving sudah banyak teruji – ini adalah modal utama saya,” ungkapnya.
Dalam hal kepemimpinan, Paulina telah punya pengalaman yang banyak dalam memimpin sebuah team, termasuk team yang terdiri dari bermacam-macam latar belakang, usia dan negara asal. Pengalamannya bekerja dengan mereka yang lebih muda selama ini membentuk Paulina menjadi pendengar yang baik.
Sebelumnya, wanita yang meraih gelar MBA dalam Bisnis Internasional & Pemasaran dari Northeastern University di Boston, Massachusetts ini telah menjabat berbagai posisi kunci di beberapa perusahaan terkemuka seperti Country Head Indonesia di Global Brands Group Asia, Country Manager di Inditex Indonesia, dan Country Manager Indonesia di Valiram Group.
“Mendengarkan yang baik menjadi kunci untuk bisa menggabungkan ide-ide luar biasa yang ada dari team, dengan kemampuan leadership saya untuk mengimplementasilkan ide tersebut,” kata Paulina tentang kiat suksesnya untuk terus bertahan.
Baca Selanjutnya: Kandidat Wanita yang Bersinar

Foto: Dok. The Apprentice
Kandidat Wanita yang Bersinar
Apa yang diungkapkan Paulina sejalan dengan apa yang diamati oleh Niharika Singh, yang berperan sebagai Penasihat Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong sekaligus menjabat sebagai Senior Vice President of Corporate Development and Strategy ONE. Setelah menyaksikan semua proses yang panas di ruang rapat The Apprentice, Niharika melihat kandidat wanita telah membuktikan diri sebagai kontestan yang tangguh.
“Terlalu dini untuk memilih pemenang sekarang. Tapi saya akan mengatakan bahwa semua kandidat berhasil datang ke pertunjukan dengan memberikan yang terbaik. Ini baru beberapa minggu, tapi beberapa kandidat wanita memang menonjol menurut saya. Saya menyukai Paulina pada level kepemimpinannya dan kedewasaannya. Saya suka Irina karena dia sudah mulai berbicara dan juga tidak takut untuk menanggung apa yang ada di hatinya. Saya suka Monica karena kemampuannya yang luar biasa untuk desain dan kreativitas. Saya suka Nazee karena kepemimpinannya di tantangan pertama dimana dia menunjukkan banyak keberanian dan kemampuan,” kata Niharika.
Menurut Niharika, untuk dapat terus melaju hingga akhir tantangan, peserta tersisa di paruh kedua ini harus bisa lebih sadar diri akan kekuatan dan kelemahannya. Sekaligus memiliki daya tahan dan pantang menyerah.
Bagi Paulina tantangan terbesar dari kompetisi ini adalah kekuatan mental dalam menghadapi tantangan-tantangan bisnis dan fisik, ditambah jam shooting yang panjang dan tanpa henti.
“Hampir setiap hari saya tidur lebih dari jam 12 malam, dan harus sudah bangun jam 5 pagi. Belum lagi kita semua dalam keadaan penuh tekanan karena semua berkompetisi satu sama lain, dan menjaga emosi satu sama lain semakin susah. Karena shooting dilakukan saat COVID-19, semua kontestan tidak boleh keluar dari area produksi dan tempat tinggal selama masih shooting. Ini membuat mental semakin tertekan. Menjaga kekuatan mental dan ketenangan hati adalah kunci utama, dan tantangan utama,” ungkapnya.
Meski begitu, Paulina mengaku tidak pernah jenuh selama menjalani proses syuting tersebut. “Semua dilalui dengan seru dan deg-degan. Proses interview yang dalam membuat saya juga malah belajar banyak tentang diri saya sendiri,” katanya.
Lantas siapa mentor favorit Paulina di The Apprentice ONE Championship Edition? Paulina menyebut nama Chatri Sityodtong. “Karena value yang dia tekankan sepanjang proses program ini sangat menggugah saya dan sesuai dengan value saya. Dia menekankan bahwa hidup tidak hanya selalu tentang diri kita sendiri dan bisnis tidak hanya tentang profit. Bagaimana kita membuat impact untuk orang lain, dan membangun dunia menjadi lebih baik dengan ‘giving’,” katanya.
Bagaimana penampilan para kandidat yang tersisa bersaing untuk posisi yang didambakan sebagai Chief of Staff ONE Championship, dan tawaran pekerjaan senilai US$250,000 untuk bekerja sebagai anak didik Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong dalam bisnis? Akankah Paulina terus melaju hingga akhir program? Jangan lewatkan tayangan 13 episode The Apprentice ONE Championship Edition di Kompas TV setiap Senin atau lihat situs resminya di https://www.onefc.com/theapprentice/. (f)
Baca Juga:
The Apprentice Kembali Hadir Memperebutkan Pekerjaan Senilai US$250.000, Salah Satu Kandidatnya Asal Indonesia
Ira Mirawati, Dosen Selebritas di Dunia TikTok
Retno Kusumawati, 'Kartini on Cloud'