Foto : Dok. Commonwealth Bank Indonesia
Menurut survei global tahunan yang dilakukan Grant Thornton 2017 di 36 negara, Indonesia berada di posisi kedua setelah Rusia dalam proporsi jabatan senior yang dipegang oleh wanita. Kesempatan dan kerja keras membuat posisi penting terbuka bagi siapa saja, termasuk wanita. Bagaimana tantangannya?
Simak kisah dan gaya kepemimpinan Lauren Sulistiawati, Presiden Director Bank Commonweath Indonesia. Wanita lulusan San Francisco State University ini memiliki pengalaman 25 tahun di bidang perbankan. Sebelum menduduki posisinya saat ini pada Februari 2016, ia telah bergabung dengan sejumlah bank nasional dan internasional. Bagaimana Anda mencapai posisi saat ini?
Pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor perbankan, saya memegang beberapa posisi kepemimpinan, baik operasional, strategis, hingga manajerial. Lulus kuliah, tahun 1990, saya memulai karier di bidang finance bersama Westpac/ANZ Panin Bank. Setelah itu, saya bergabung dengan sejumlah bank internasional dan nasional.
Di Citibank Indonesia, posisi terakhir saya adalah Managing Director/Country Business Manager of Global Consumer Bank, di mana saya memimpin pengelolaan sektor bisnis dalam Retail Banking, Sales & Distribution, Consumer Lending, dan Wealth Management. Di Bank Permata, saya sempat menjabat sebagai Direktur Retail Banking, Direktur Legal & Compliance, Direktur HR, dan Direktur Strategi. Visi dari Bank Commonwealth bahwa bank bukan hanya berfungsi sebagai pelaku perbankan, tapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keuangan nasabah, karyawan, bisnis, serta komunitas di sekitarnya, membuat saya tertarik untuk berkomitmen membangun bisnis Commonwealth Bank di Indonesia.
Apa yang memotivasi Anda menekuni karier di bidang yang sama dalam waktu lama?
Menurut saya, tantangan dalam bekerja merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun, tantangan bukanlah halangan untuk terus berkembang. Salah satu moto saya adalah memiliki mentalitas tidak cepat menyerah dan never accept impossible. Saya termasuk perfeksionis, jadi saya selalu menjalankan pekerjaan dengan serius dan penuh ketelitian, bahkan sampai ke detail terakhir. Memiliki mentalitas yang tidak pernah menerima hal yang mustahil, rasanya menjadi kunci keberhasilan saya.
Saya selalu mengimbau tim saya untuk berkata CAN atau BISA dalam menciptakan terobosan baru. Dengan mindset tersebut, saya percaya kita dapat melakukan hal-hal yang tadinya terlihat mustahil.
Seperti apa gaya kepemimpinan Anda?
Saya harus bisa menjadi contoh bagi karyawan lainnya. Saya juga terus mendukung karyawan dan mendorong mereka untuk tidak menyerah serta belajar dari kesalahan agar dapat mengembangkan potensinya dengan maksimal. Di sisi lain, saya juga selalu menantang karyawan untuk berpikir out of the box dan berani mengatasi hambatan. Hal ini saya lakukan untuk membuat karyawan makin kreatif dan inovatif untuk mencapai hasil terbaik.
Menurut Anda, apakah wanita di bidang perbankan sudah saling mendorong kemajuan karier, atau sebaliknya?
Di Bank Commonwealth, komposisi wanita di dewan direksi adalah 80%. Tentu kami saling mendukung, dan yang paling penting kami memiliki teamwork yang baik dan saling melengkapi untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Menurut saya, dengan kolaborasi dan kerja sama yang baik, kita akan mampu menjalankan bisnis yang agile dan dinamis.
Saran Anda bagi wanita yang bermimpi mencapai posisi puncak?
Selama berkarier, satu moto yang saya tanamkan dalam diri saya adalah jangan pernah menyerah pada ketidakmungkinan dan selalu berikan yang terbaik. Pada awal karier, saya merasa begitu jauh dari comfort zone. Namun, saya percaya, asalkan kita tetap berusaha dan tidak pernah menyerah, semua tantangan yang dihadapi justru mengajarkan kita untuk naik ke level berikutnya. Bagi saya, penting sekali memberikan komitmen dan integritas saat bekerja. Maka dari itu, ungkapan ‘do what you love and love what you do’ memiliki peranan besar saat mengembangkan karier.
Seperti apa kesempatan dan tantangan bagi wanita di dunia perbankan?
Dulu, mungkin hingga sekitar 10 tahun lalu, kaum pria cukup mendominasi dunia perbankan. Saat ini, dengan makin bertumbuhnya kesadaran terhadap kesetaraan gender, wanita juga memiliki kesempatan besar untuk bekerja di perbankan. Sebagai informasi, dari sekitar 1.700 karyawan Bank Commonwealth, sekitar 1.000 karyawan adalah wanita. Kami juga memiliki komitmen dalam pemberdayaan wanita Indonesia melalui program WISE (Women Investment Series) yang diinisiasi sejak tahun 2014. WISE merupakan program literasi dan inklusi keuangan, di mana Bank Commonwealth memberikan pelatihan dan pembekalan serta sharing knowledge bagi wanita Indonesia, khususnya wanita pengusaha.
Bagaimana mengatur waktu untuk keluarga?
Sebagai seorang working mom, saya harus dapat menjaga keseimbangan prioritas hidup saya, yaitu mengurus keluarga, menjalankan perusahaan, menjaga kesehatan pribadi, dan mempunyai waktu bersama teman dan relasi. Di sela-sela kesibukan, saya selalu berusaha memaksimalkan waktu senggang bersama
anak-anak dan suami. Biasanya, saat weekend kami ke gereja, makan malam bersama, dan kami juga merancang liburan keluarga. Tiap tahun kami membuat tema travelling. Misalnya, ketika travelling ke Eropa, temanya adalah mengunjungi 10 stadion bola terkenal, karena kami memang gila bola. Saat kami liburan ke Jepang misi kami bermain ski. Jadi, anak-anak bermain ski, saya menikmati view-nya saja. Tema travelling kami buat tidak hanya untuk liburan di luar negeri, tapi juga liburan di dalam negeri, seperti ke Bali atau Yogyakarta. Cara ini mendekatkan kami sekeluarga dan membuat liburan menjadi lebih seru. (f)
Baca Juga:
Filosofi Fashion Rani Hatta
Kelembutan Asri ‘Achie’ Yuniar, Di Balik Lengkingan Musik Cadas
Tiza Mafira, Perintis Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia Mendapat Apresiasi Badan Lingkungan PBB