Foto: Dok. BBC & Instagram @febfistyawati


Setiap tahun, BBC, kantor berita internasional, merilis BBC 100 Women yang disebut sebagai wanita paling berpengaruh di dunia. Kandidat dipilih dari para wanita yang menjadi berita utama atau memengaruhi cerita penting selama 12 bulan terakhir, serta mereka yang memiliki kisah inspiratif untuk diceritakan, mencapai sesuatu yang signifikan, atau memengaruhi masyarakat dengan cara yang berbeda.

Tahun ini, BBC 100 Women mengusung tema wanita yang memimpin perubahan dan membuat perbedaan di masa-masa sulit ini. Dan daftar tersebut terbagi dalam empat kategori utama: Knowledge, leadership, creativity, dan identity. Ada 32 wanita dalam kategori Knowledge, 29 wanita dalam kategori Leadership, 21 wanita dalam kategori Creativity, dan 17 wanita dalam kategori Identity.

Yang menarik, di tahun yang luar biasa ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk penghargaan kepada banyak wanita di seluruh dunia yang telah berkorban untuk membantu orang lain, ada satu nama di daftar 100 Wanita dikosongkan untuk mewakili mereka.

Dan dari 100 nama yang diumukan pada akhir November lalu, yang membanggakan ada dua nama wanita asal Indonesia yang masuk dalam daftar BBC 100 Women 2020. Mereka adalah Febfi Setyawati, pendiri situs untukteman.id dan Salsabila Khairunnisa yang memprakarsai gerakan Jaga Rimba. 

Selain Febfi dan Salsabila, puluhan wanita yang masuk dalam daftar top ini berasal dari berbagai negara dengan berbagai kontribusi yang sangat membanggakan dan ispiratif. Ada sekelompok peneliti seperti Sarah Gilbert, yang mengepalai penelitian untuk vaksin COVID-19 di Universitas Oxford. Dari kalangan Artis ada Michelle Yeoh, bintang film Avatar dan Marvel serta Jane Fonda, seorang aktivis iklim dan aktris. Ada juga kelompok aktivis seperti Sanna Marin, yang memimpin pemerintah koalisi perempuan Finlandia,

Mari berkenalan dengan da wanita hebat asal Indonesia, pilihan BBC 100 Women 2020.

Baca Selanjutnya: FEBFI SETYAWATI, Founder untukteman.id

 


Foto: Dok. Instagram @febfisetyawati


FEBFI SETYAWATI, Founder untukteman.id

Duka mendalam setelah kepergiaan Akara Haykal, putranya yang meninggal karena sindrom Moebius, kondisi saraf yang langka, telah menginspirasi Febfi untuk membantu sesama.

Ia lantas mendirikan sebuah organisasi yang membantu orang-orang yang rentan - terutama orang sakit yang kesulitan keuangan dan mereka yang terdampak COVID-19, untukteman.id

Tidak hanya itu, Febfi dan timnya juga berkeliling komunitas dengan mobil campervan Volkswagen untuk menyediakan akses internet gratis dan perpustakaan keliling bagi siswa di wilayah Yogyakarta, sehingga mereka dapat melakukan proses belajar selama pandemi ini berlangsung.


Foto: Dok. Instagram @febfisetyawati


"Dunia telah banyak berubah pada tahun 2020. Kita juga harus berubah untuk dunia. Lebih baik kita melakukan sedikit hal yang bermanfaat, daripada banyak mengeluh," ungkap Febfi seperti dikutip dari lama BBC 100 Women. 

Menanggapi terpilihnya dirinya dalam daftar BBC 100 Women 2020, lewat akun Instagramnya @febfisetyawati ia menyampaikan syukur atas apa yang ia dapatkan. ”Terimakasih kepada semesta yang terus mendukung langkah kami. Masih percaya gak percaya nama saya bisa masuk dalam daftar tersebut," tulis Febfi.


Baca Selanjutnya: SALSABILA KHAIRUNNISA, Founder Jaga Rimba

 


Foto: Dok. BBC


SALSABILA KHAIRUNNISA, Founder Jaga Rimba

Berbeda dengan gadis remaja seusianya yang masih sibuk dengan pencarian jati diri, Salsabila justru telah menemukan passion terbesarnya. Sejak usia 15 tahun, gadis asal Jakarta ini telah memprakarsai gerakan bernama Jaga Rimba, yang berjuang untuk menyuarakan pelestarian hutan.

Salsabila juga dikenal sebagai pemimpin gerakan aksi mogok sekolah melawan deforestasi yang selalu terjadi tiap hari Jumat di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


Foto: Dok. BBC


Belakangan, ia juga menggagas pergerakan untuk memperjuangkan hak-hak warga masyarakat adat yang kehilangan rumah di hutan Kinipan, salah satu hutan hujan terakhir yang masih bertahan di Kalimantan.

Kepedulian dan konsistensi Salsabila pada hutan rimba di usia yang terbilang sangat belia telah mencuri perhatian dunia, berbagai apresiasi pun datang menghampirinya, salah satunya namanya masuk dalam daftar BBC 100 Women 2020. 

"Pandemi telah memberi kita kesadaran kolektif bahwa kita semua berada di bawah sistem patriarkal-kapitalis yang sama yang ada untuk mencari keuntungan. Saatnya bagi kita untuk berkumpul dalam solidaritas, dan memimpin pemulihan yang hijau dan adil," kata Salsabila seperti dikutip dari laman BBC. (f)


Baca Juga: 
Nilamsari Scale-Up Bisnis Kebab Turki Baba Rafi dengan Terapkan Sistem Franchise
Swietenia Puspa Lestari, Si 'Kecil Cabe Rawit' Penjaga Laut
Aretha Aprilia Pulang Kampung untuk Meningkatkan Derajat Sampah