
Dok. CIMB Niaga
Meraih posisi puncak kepemimpinan bukanlah perjalanan yang mudah bagi wanita. Juggling waktu antara keluarga dan pekerjaan dan rasa tidak percaya diri terhadap kemampuannya sendiri kerap menjadi hambatan besar.
Namun, 6 srikandi yang menempati lebih dari setengah jajaran direksi di PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membuktikan bahwa mereka mampu menjadikan tantangan sebagai kesempatan melompat tinggi sampai ke puncak. Mereka adalah Lani Darmawan, Direktur Consumer Banking; Rita Mas’Oen, Direktur Operations & IT; Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal; Vera Handajani, Direktur Risk Management; Megawati Sutanto, Direktur Credit; dan Hedy Lapian, Direktur Human Resources.
Mendukung Budaya Kesetaraan
Menurut riset Peterson Institute for International Economics pada tahun 2018 terhadap puluhan ribu perusahaan di 91 negara, termasuk Indonesia, menemukan bahwa memiliki lebih dari 30 persen wanita dalam jajaran C-Level secara signifikan membuat perusahaan lebih untung, lebih inovatif, dan dihormati. Bukan omong kosong belaka, hal ini dibuktikan dari hasil analisa Fortune 500 tahun 2018 bahwa perusahaan yang memiliki wanita dalam jajaran top management melakukan lebih banyak inovasi penting.
Data-data ini menjadi saksi, bahwa representasi wanita dalam jajaran tinggi memiliki andil yang besar bagi kemajuan sebuah perusahaan. Pasalnya, dengan lebih banyak pemikiran wanita akan memberikan keberagaman dalam inovasi dan kebijakan yang tidak bias gender dalam sebuah perusahaan.
Inilah yang dirasakan CIMB Niaga, bagaimana peran wanita dianggap sangat penting untuk kemajuan perusahaan. Komitmen ini dibuktikan dengan adanya 6 direksi wanita dalam 11 jajaran direksi di dalamnya, yang juga menjadi penanda bagaimana CIMB Niaga menjunjung tinggi budaya kesetaraan dan turut mendukung pengembangan karier karyawan wanitanya. Bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini percaya bahwa budaya kesetaraan adalah kunci kemajuan sebuah perusahaan.
“Di CIMB Niaga kami sudah menerapkan kesetaraan gender, keberagaman dan inklusi, sehingga tak ada pembedaan berdasarkan gender. Siapapun yang punya kemampuan dan kualitas akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju meniti karier,” papar Lani Darmawan, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga, yang juga diamini oleh para direksi wanita lainnya.
Di semua bagian, karyawan wanita dan pria diperlakukan setara, yang mana mereka diberikan tantangan dan peluang yang sama untuk berkembang. Sisanya, dinilai murni berdasarkan kinerja yang terukur dan dibuktikan dengan hasil kerja.
Kesetaraan ini juga terjadi bahkan di unit-unit kerja yang selama ini dianggap dunianya para pria, seperti di Direktorat Operations & IT di CIMB Niaga. Di mana Direktur, IT Head dan 4 dari 5 Operations Heads-nya adalah wanita. Ini membuktikan bahwa sebenarnya tak ada perbedaan kekuatan antara wanita dan pria dalam berbagai bidang.
“Dilihat dari demografi gender, wanita adalah sumber daya manusia yang sangat besar prospeknya, khususnya di dunia IT yang dulunya lebih banyak dilakukan pria. Dengan kian bertumbuhnya industri IT, makin dibutuhkan keahlian-keahlian lain yang juga banyak diisi oleh wanita. Ini akan semakin memungkinkan lebih banyak wanita berkembang di bidang IT dan industri digital lainnya,” tutur Rita Mas’Oen, Direktur Operations & IT CIMB Niaga, yang optimis bahwa peran wanita di industri ini akan semakin besar dan terbuka luas.
Bukti bahwa budaya kesetaraan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan juga disampaikan oleh Megawati Sutanto, Direktur Credit CIMB Niaga yang senantiasa memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh karyawannya untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kinerja mereka tanpa memandang gender.
“Saya selalu membuka peluang bagi wanita untuk dapat memimpin unit-unit kerja dalam direktorat yang saya pimpin. Karena, dengan keragaman gender di dalam tim, saya bisa mendapatkan masukan dan perspektif yang lebih luas, khususnya dalam menghadapi suatu isu strategis,” jelasnya.
(Baca halaman selanjutnya)
BACA JUGA :
Potensi Wanita Asia di Mata Dr. Indigo
Silvia Halim Mengurai Kekusutan Jakarta
Najwa Shihab dan Tantangan Jurnalistik Baru

Dok. CIMB Niaga
Wanita Kuat, Wanita Sukses
Melihat wanita berdiri sejajar dengan pria di berbagai lini kehidupan adalah impian RA Kartini seratus tahun yang lalu. Dengan semakin pesat pertumbuhan wanita sebagai pemimpin dalam perusahaan, menjadi bukti nyata emansipasi dalam dunia karier.
Walau untuk mencapai posisi puncak bukanlah hal yang mudah dilakukan karena banyak hambatan yang dilalui, namun sebagai Kartini masa kini, para direksi wanita di CIMB Niaga punya cara masing-masing untuk menjawab tantangan dalam meraih posisi C-Level.
Seperti pernyataan Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal CIMB Niaga yang mengaku bahwa ada beberapa hal yang patut dimiliki oleh wanita karier jika ingin sukses hingga ke puncak. “Kekuatan wanita untuk sampai ke C-Level adalah kegigihan, bekerja keras, tidak mudah putus asa, disiplin, demanding tapi berempati, seraya mampu melihat sesuatu dalam garis besar karena biasanya kita melihat hal dengan sangat detail,” tuturnya mengenai rahasia sukses agar bisa berkembang hingga posisi tertinggi.
Walau di era modern ini kesempatan bagi wanita untuk berkembang sangat terbuka lebar, namun tak dapat dipungkiri bahwa terkadang hambatan itu justru datang dari dalam diri wanita itu sendiri. Setidaknya itulah yang diamati oleh Hedy Lapian, Direktur Human Resources CIMB Niaga, dalam lebih dari 30 tahun kariernya.
“Saya melihat hambatan wanita berkembang biasanya datang dari diri mereka sendiri dengan alasan keluarga. Beberapa wanita tidak ingin mencapai karier yang lebih tinggi walaupun sebenarnya mereka mampu, karena tidak ingin bekerja di luar jam kantor. Padahal, untuk sampai ke C-Level, kita harus mampu dan punya komitmen bekerja dengan waktu yang lebih fleksibel. Maka penting bagi wanita karier memiliki support system yang baik dari keluarga,” ceritanya.
Hal ini juga disampaikan oleh Vera Handajani, Direktur Risk Management CIMB Niaga, yang mengatakan bahwa tantangan terbesar wanita justru tentang bagaimana menyikapi keinginan untuk mengejar karier.
“Kadang para wanita dibebani oleh pemikiran mereka sendiri sehingga tanpa sadar membatasi kemampuan untuk mengejar karier dan terlihat kurang passionate, persistent dan committed,” paparnya. Padahal, menurutnya, untuk bisa mencapai ke C-Level wanita harus passionate, gigih dan berkomitmen terhadap apa yang mereka kerjakan disamping flexible, mampu melihat permasalahan secara big picture dan mempunyai keberanian (courage) untuk mengambil keputusan berdasarkan calculative risk.
Di CIMB Niaga, acara seperti women day dan women talk yang menjadi ajang berbagi pengalaman dan pencerahan para senior wanita yang telah berhasil, akan memberikan motivasi sekaligus coaching bagi karyawan wanita agar terus mengembangkan diri dan meningkatkan kinerja mereka.
Melihat pencapaian 6 wanita hebat ini tergambar jelas bahwa meniti tangga karier hingga puncak tertinggi bukanlah perjalanan yang mudah, namun tak berarti hal tersebut sesuatu yang mustahil dilakukan. Keenamnya setuju bahwa ketekunan, kerja keras, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan adalah kunci yang harus terus digenggam erat demi sampai ke posisi tertinggi. (f)
BACA JUGA :
Mengenal Sosok Retno Marsudi, Menlu Wanita Pertama di Indonesia
Kartini dari Maumere: Menginisiasi PAUD untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Inayah Wulandari, Ajak Orang Muda Bahagia dan Berdaya