Dok. Pixabay



Pandemi COVID-19 memang memukul hampir semua lini kehidupan masyarakat di seluruh penjuru dunia. Kesehatan rentan terancam, perekonomian terjun bebas, hingga bisnis banyak yang tumbang. 

Tak terkecuali ekspor. Banyak yang terhambat atau bahkan harus berhenti karena ekspedisi yang tutup, protokol kesehatan yang ketat hingga biaya pengiriman yang melonjak akibat pandemi. Momen ini pun menjadi masa yang menantang bagi para wirausaha berorientasi ekspor untuk bisa terus menjalankan bisnisnya.

Untuk melihat celah peluang ekspor untuk UKM di tengah kondisi pandemi, Facebook
#SheMeansBusiness dan Wanita Wirausaha Femina menggelar talkshow virtual dengan judul Peluang Ekspor untuk UKM  yang disiarkan secara Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina dan Femina Media pada Selasa, 21 Juli 2020 lalu.

Talkshow kolaborasi ini menghadirkan
Ari Satria, S.E, MA (Kepala Biro Humas Kementerian Perdagangan RI), Annisa Pratiwi (Founder Ladang Lima) dan Ni Kadek Eka Citrawati (Founder Bali Alus).

Seperti yang dipaparkan oleh Ari, bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi aktivitas ekspor akibat pandemi COVID-19 ini. Yaitu adanya beberapa larangan ekspor-impor komoditas pangan dan kesehatan, waktu pengiriman jadi lebih lama, hingga biaya logistik yang bertambah.

Kendati pandemi memberikan dampak yang besar pada bisnis, termasuk aktivitas ekspor, namun menurut Ari Satria selalu ada peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dari pergeseran pola aktivitas ekonomi. Misalnya, transaksi atau komunikasi bisnis secara online, dan pembayaran melalui e-payment akan makin banyak dilakukan. Hal ini menuntut para pelaku usaha untuk lebih serius menggarap hal ini demi bisa bertahan di tengah pandemi.

“Terlebih lagi ada perubahan
consumer behavior yang sangat concern terhadap kesehatan dan kebersihan. Orang banyak mencari produk dengan bahan baku yang memiliki standar kesehatan dan higienitas. Jadi produk apapun yang kita pasarkan, harus terjamin.” tambahnya. 

Ia pun memprediksi bahwa pasca COVID-19, kecenderungan pasar terhadap produk tertentu akan berubah, terutama untuk ekspor. Pasalnya, karena sekarang masing-masing negara memiliki fokus ekonomi sendiri, tentunya yang akan diprioritaskan adalah produk-produk bahan baku untuk industri yang ada. 

“Sama seperti Indonesia, masing-masing negara ini lagi butuh pelumas untuk bisa menggerakkan roda perekonomian. Kini yang mereka prioritaskan adalah bahan baku yang bisa mereka supply untuk memenuhi industri mereka,” jelasnya lagi.

Selain produk bahan baku, produk-produk kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan kesehatan, masih akan diminati oleh konsumen luar negeri. Dengan catatan, sisi kesehatan dan higienitas harus menjadi syarat utama. 

Namun, ia kembali mengingatkan, bahwa kemampuan beradaptasi dengan pasar bisa menjadi kekuatan untuk bertahan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Pasalnya memang, menurut Ari, dengan atau tanpa COVID-19, kondisi dan selera pasar akan selalu berubah.



Lanjut ke halaman berikutnya.




BACA JUGA :
Ini Karakteristik yang Dibutuhkan Para Pebisnis dalam Menghadapi Masa Sulit
Mengintip Cara 3 Bisnis Sukses Terapkan Kampanye Sosial
Bisnis Berdampak Sosial Lebih Disukai, Ini Manfaatnya Bagi Bisnis Anda


 

 


Dok. Pixabay



UKM Siap Ekspor
Seperti yang disampaikan oleh Ari, bahwa kondisi saat ini kita berada dalam posisi ‘buyer’s market’. Yaitu kondisi dimana kita harus mengikuti apa yang diinginkan oleh pelanggan kita. 

“Inilah mengapa teman-teman UKM harus bisa beradaptasi dengan pasar dan sesuai dengan pasar yang dituju. Perubahan perilaku konsumen itu harus tetap kita pantau dari hari ke hari,” jelasnya. 

Diingatkan olehnya, bahwa yang perlu diketahui para pelaku usaha adalah karakteristik pasar dari masing-masing negara yang dituju seperti apa. Setelahnya, maka penting untuk melakukan adaptasi-adaptasi tertentu pada produk yang akan diekspor.

“Produk yang selama ini kita anggap bagus belum tentu sesuai dengan selera pasar. Maka mau tidak mau atau suka tidak suka, produk kita harus berubah mengikuti apa yang disukai pasar,” ujar Ari menekankan. Inilah mengapa penting kemampuan beradaptasi harus dimiliki oleh para pelaku usaha.

Bukan hanya perlu tahu bagaimana cara beradaptasi dengan pasar melalui inovasi produk atau mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh masing-masing negara tujuan, menurut Ari bagi para pelaku usaha yang berorientasi ekspor penting juga untuk menaruh perhatian yang serius pada langkah promosi. 

“Karena bagi UKM mungkin dana untuk promosi sangat terbatas, maka jangan sampai langkah promosi hasilnya akan sia-sia kalau tidak dilakukan dengan persiapan,” jelasnya lagi.

Terlebih lagi di situasi seperti saat ini, dimana pandemi COVID-19 menjadikan ruang gerak promosi kian terbatas. Mendorong para pelaku usaha untuk berkonsentrasi mengarahkan promosinya secara digital. 

“Melakukan promosi secara digital saat ini adalah keniscayaan. Mau tidak mau sekarang para pelaku usaha harus bisa memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi,” paparnya.

Seperti yang disarankan oleh Ari, bahwa para pelaku usaha bisa menyampaikan cerita dari setiap produk yang ditawarkan sebagai salah satu skema promosi di media sosial. Misal, jika produknya adalah produk perawatan kecantikan alami, maka bisa menceritakan tentang keuntungan dari bahan-bahan natural dalam
story telling di media sosial.

Untuk diketahui, Peluang Ekspor untuk UKM adalah virtual talk kolaborasi kelima antara #SheMeansBusiness Facebook dan Wanita Wirausaha Femina. Sebelumnya, virtual talk mengangkat tema Pemimpin Tangguh di Masa Sulit* yang membahas tentang membangun diri dan menyiapkan bisnis yang tangguh di masa krisis. (*Semua tayangan live talkshow bisa diakses di galeri video Facebook Pages Wanita Wirausaha Femina)

Sejak tahun 2019, Wanita Wirausaha Femina telah bekerjasama dengan #SheMeansBusiness Facebook menggelar
workshop untuk UMKM wanita di kota-kota di Indonesia. Tahun ini, mengikuti kondisi masyarakat, workshop offline tersebut berpindah platform, dilaksanakan di ruang digital lewat Facebook Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina. 

Diharapkan melalui berbagai
talkshow virtual yang diadakan dengan menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif ini, dapat memberikan pengetahuan, jaringan, keterampilan serta teknologi yang dibutuhkan para wanita wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka. 

Dan Anda pun bisa mendapatkan keistimewaan untuk bergabung di
Facebook Group Wanwir Mahir Digital, dimana menjadi wadah bagi wanita wirausaha untuk berjejaring dan mendapatkan ilmu-ilmu digital marketing baru guna mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Ayo segera gabung di FB Group Wanwir Mahir Digital, caranya:

1. Klik link di sini.  
2. Klik permintaan JOIN GROUP
3. Lalu ISI DATA USAHA yang diminta (wajib diisi)
4. Klik Setuju (Agree) rules admin
5. Tunggu approval dari Admin Femina




BACA JUGA :
Ini Karakteristik yang Dibutuhkan Para Pebisnis dalam Menghadapi Masa Sulit
Mengintip Cara 3 Bisnis Sukses Terapkan Kampanye Sosial
Bisnis Berdampak Sosial Lebih Disukai, Ini Manfaatnya Bagi Bisnis Anda