Foto: Dok. Pribadi
 
Sebagai generasi yang kini mendominasi angkatan kerja, karakter generasi millennial seperti tak habis-habisnya dikupas. Bahkan, generasi ini di beberapa bidang harus diakui sudah berhasil mengubah permainan, alias jadi game changer.

Mereka yang dianggap generasi pemuja kehidupan instan, tetapi juga sangat kreatif. Mereka yang bisa irit buat makan, tetapi ternyata bisa menyisihkan uangnya untuk menjelajah dunia. Meski mereka memiliki mantra ‘you only live once’, toh, soal keuangan, mereka juga punya perencanaan, seperti yang dituturkan oleh para millennial di bawah ini.


Foto: Dok. Pribadi
 
Memanfaatkan Promo
Dian Probowati, 31, Content Writer, Jakarta
Karena saya termasuk orang yang doyan makan, untuk membatasi pengeluaran makan di luar biasanya saya membawa bekal makanan ke kantor. Untuk meminimalkan biaya transportasi, sebisa mungkin saya memanfaatkan segala jenis promo yang ada dari taksi atau ojek online.

Kebetulan, saya orang yang paling jarang berbelanja. Di saat jalan bersama teman-teman dan mereka berbelanja, saya masih bisa menahan diri untuk tidak ikut berbelanja juga. Meskipun diskon besar-besaran, saya masih bisa menahan diri.

Selanjutnya: Patuh Pada Daftar Kebutuhan

 
 


Dok. Pribadi
 
Patuh Pada Daftar Kebutuhan
Inez Febiola Angelin, 31, Make-up Artist, Tangerang

Hal yang pertama harus dimiliki adalah tujuan kita untuk melakukan pengiritan. Kalau sudah mengetahuinya, barulah kita bisa membuat daftar kebutuhan dan mengetahui berapa nominal yang harus disisihkan.

Selain itu, berusahalah untuk mengatur arus uang keluar dan masuk sebaik-baiknya. Mengikuti gaya hidup boleh saja, asal jangan sampai merusak kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Selanjutnya: Jangan Mudah Tergoda Diskon
 
 


Foto: Dok. Pribadi

Jangan Mudah Tergoda Diskon
Nadzira Alfiani, 27, Staf Pajak, Jakarta
Sebisa mungkin saya mengalokasikan bujet tiap bulannya ke dalam pos-pos kebutuhan. Jangan lupa untuk menyisihkan pos investasi juga. Seboros apa pun hingga nominal di rekening saya ludes, saya masih tetap mengusahakan tabungan investasi.

Saya pribadi lebih menyukai investasi dalam bentuk reksa dana atau emas dibanding uang. Karena saya senang pergi ke mal, godaan terbesar adalah saat melewati toko yang bertuliskan ‘sale’. Jadi, kendalikan diri sebisa mungkin. Saat promo atau diskon sekalipun, pertimbangkan harga dan jenis barang. Jika dirasa harganya tidak wajar, lebih baik jangan dibeli.

Selanjutnya: Membatasi Uang Tunai di Dompet
 
 


Foto: Dok. Pribadi

Membatasi Uang Tunai di Dompet
Raisa Amelinda, 26, Apoteker, Yogyakarta


Bisa dibilang, saya tipe orang yang sangat irit. Tiap diajak jalan ke mal oleh teman, saya selalu menyempatkan diri untuk mengenyangkan perut terlebih dahulu dengan makan di rumah. Selain itu, untuk menghindari jajan di kedai minuman, saya selalu membawa tempat minum sendiri yang berisi air mineral. Terkadang, jika akan bepergian seharian, saya membawa dua botol minum, yang satu botolnya berisi minuman dingin dan manis.

Untuk menghindari belanja barang-barang yang tak dibutuhkan, biasanya saya membawa uang dengan nominal pas di dompet. Terkadang, jika sedang ingin sangat mengirit karena akan bepergian ke luar negeri, saya bisa saja menyimpan kartu debit di laci kamar agar tidak tergoda untuk mengambil uang lewat ATM.

Selanjutnya: 'Puasa Hang-Out'
 
 

Foto: Dok. Pribadi
'Puasa Hang-Out'
Dian Sulistiani, 25, Guru, Blora

Senang berkumpul bersama teman adalah kegiatan yang paling sering menguras dompet saya. Jujur, saya tipe orang yang sangat senang bergaul dan berada di keramaian bersama teman-teman. Oleh sebab itulah, dalam seminggu minimal saya hang out bersama teman 2-3 kali. Kebetulan, saya juga tipe orang yang senang mentraktir teman tiap kumpul-kumpul.

Karena saat ini tanggung jawab atas keluarga saya lebih besar, maka saya harus melakukan pengiritan. Triknya adalah dengan mengurangi bujet nongkrong dan mengurangi frekuensi berkumpul. Yang sebelumnya bisa 2-3 kali, saya menguranginya hingga sekali dalam seminggu atau 2 kali dalam sebulan.

Untuk traveling, saya pernah menahan diri untuk tidak hang-out selama enam bulan. Tiap diajak bertemu dengan teman, saya selalu cari alasan untuk menolaknya, mulai dari sudah makan, ada acara, atau ingin istirahat di rumah.

Selanjutnya: Godaan Belanja Online
 
 


Foto: Dok. Pribadi
 
Godaan Belanja Online
Evin Dwi Cahyono, 29, Polisi, Depok

Saya termasuk orang yang ‘gatal’ ingin membuka online shop dan berbelanja tiap memegang gawai dan ada waktu kosong. Terlebih lagi, di masa-masa setelah menerima gaji, godaan untuk melihat barang-barang elektronik di toko online makin besar. Oleh sebab itu, tiap timbul keinginan untuk membuka situs tersebut, saya alihkan dengan kegiatan yang lain, seperti menonton film di laptop atau sekadar mencari informasi di situs berita tepercaya.

Jika ada rencana pergi traveling ke suatu tempat, strategi saya untuk menabung adalah mengurangi jatah jajan minimal selama tiga bulan, karena saya termasuk orang yang doyan makan dan ngemil. Selain itu, sebisa mungkin saya berusaha untuk ‘puasa’ dari membuka online shop. Cara ini cukup ampuh bagi saya. (f)