Timeless design adalah desain yang tidak akan lekang oleh waktu, baik dari segi estetika dan daya tahannya. Desain ini merupakan sesuatu yang indah secara proporsi visual dan lahir dari suatu bentuk respons terhadap tren desain yang cepat berubah dan berevolusi.

Menurut desainer interior, konsultan desain, sekaligus pemilik CG Interior, Ronald Chandra, kunci menciptakan timeless design adalah more less more good. Artinya, makin sedikit penerapan elemen, makin baik tampilannya.

Berikut kunci untuk menerapkan desain tersebut:
 
 

# Warna. 

“Penggunaan warna netral, seperti putih, abu-abu, dan hitam, sangat dianjurkan. Selain memberikan kesan tidak membosankan, kombinasi warna ke arah monokromatik ini juga mampu memberikan tampilan klasik dan elegan,” ucap Ronald.

Jika ingin menambahkan warna berbeda sebagai faktor pendukung, pilihan warna kuningan dan metal dari elemen dekoratif bisa dikombinasikan. Kedua warna yang bisa memberikan kesan mewah ini secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai aksen yang memperkaya detail. Atau, bisa juga menggunakan wallpaper, tapi dengan porsi yang sedikit agar tampilan rumah tidak terlihat ramai.

#Tekstur 

Bermain dengan tekstur juga dianjurkan untuk menciptakan keseimbangan. Ada beragam pilihan kontras yang bisa ditambahkan dari kombinasi bulu, beledu, kulit alami, dan rajutan tangan yang lembut. Uniknya, kombinasi bahan ini saat ditabrakkan dengan coffee table berbahan stainless steel bisa menimbulkan kesan serasi.
 
 

#Desain Klasik

Sebenarnya, penciptaan kesan timeless yang melekat erat pada desain klasik memberikan kesan berat. Jika ditilik dari sejarah Kerajaan Romawi atau Yunani kuno, asal desain ini bermuara, predikat kata klasik diberikan pada suatu karya arsitektur yang memiliki nilai keabadian, selain ketinggian mutunya.

“Gaya desain klasik ini merupakan ungkapan dan gambaran perjalanan sejarah arsitektur Eropa yang secara khusus menunjuk pada karya arsitektur bernilai tinggi dan first class. Ciri khas yang ditampilkannya adalah pemakaian pilar, ornamen, dan profil dengan ukuran yang cukup masif menyesuaikan dengan luasnya bangunan,” tutur Ronald. 

Untuk market di Indonesia, menelan bulat-bulat desain klasik yang sesuai aslinya akan terlihat kurang cocok. Apalagi mengingat ketersediaan lahan yang makin terbatas sehingga penggunaan elemen-elemennya juga harus disesuaikan. 

“Arsitektur dan desain klasik yang mengikuti perkembangan zaman kini memiliki napas modern sehingga perpaduannya dinamakan desain klasik modern. Karena modern inilah, maka tampilannya tidak akan seberat desain klasik aslinya. Namun, harus tetap berpijak pada aturan baku dari gaya ini,” tambahnya lagi.

Selain Eropa, penerapan gaya klasik ini juga sering terlihat pada gaya desain hunian di Amerika. Dinamakan American classic, porsi penyatuan warna desainnya memang hanya sedikit digunakan. Seperti penggunaan palet warna lembut, yakni putih, krem, beige, dan cokelat yang dikombinasikan dengan warna menonjol, yaitu hitam atau merah, yang umumnya terlihat pada beberapa perabot besar. 

Warna yang menonjol ini memberikan statement tersendiri dalam ruangan sehingga ruangan tampak hidup dan tak monoton. Sementara warna lembut selalu memiliki kekuatan untuk beradapsi dengan berbagai warna lain. Jadi, tidak perlu khawatir ruangan akan tampak terlalu ramai. Hasil kolaborasi minimnya warna ini menciptakan tampilan yang anggun dan timeless. 
 
 

# Material

Desainer dari Woodworks Interior, Tommy Tjhin, menekankan bahwa pemilihan material turut memegang peranan penting dalam mewujudkan suasana yang terlihat tenang, damai, dan mewah, seolah-olah diambil dari gaya modern. Untuk itu, pemilihan material yang mempunyai daya tahan yang baik dan dapat bertahan puluhan tahun, bahkan lebih, sangat dianjurkan.

Selain itu, kualitas material yang tahan lama juga diciptakan agar di masa datang tidak perlu mengubah banyak tampilan. “Ini disebut sebagai faktor penyesuaian yang bisa diperbarui dengan aksen tertentu tanpa harus mengorbankan desain aslinya,” jelasnya lagi. 

Senada dengan Tommy, menurut Ronald, material yang memiliki kekuatan longlasting ini umumnya menggunakan bahan-bahan alami, seperti kayu dan marmer. Pada berbagai jenis kayu tertentu dengan serat atau urat alaminya yang terlihat seperti motif, digunakan untuk list profil. 

Sementara, marmer yang merupakan bahan material kokoh dan tergolong mahal, bisa digunakan pada countertop dapur. Atau bisa juga ditempatkan pada atas meja berkaki baja. Dengan begitu, kolaborasi material ini bisa terlihat unik, mewah, sekaligus memberikan investasi kesan timeless yang tak pernah pudar. 

Untuk menyempurnakan desain ini, permainan elemen dekoratif bisa dimasukkan, asalkan tidak berlebihan. Termasuk pemilihan bentuk yang lebih baik minim lekukan. “Lekukan cukup dimainkan pada profil. Begitu juga pemilihan meja, lebih baik yang berbentuk kotak ketimbang bundar,” tambah Ronald, yang mengingatkan bahwa timeless design tidak menggunakan furnitur, motif, hingga aspek dekorasi yang ramai. (f) 

Baca Juga:

Bangkitkan Selera Makan Dengan Pengaturan Cahaya
Tip Dekorasi Ruang Makan Masa Kini