Foto: shutterstock.com


Isu polusi udara memang sudah menjadi rahasia umum masyarakat Indonesia. Akhir-akhir ini, khususnya di Jakarta, kualitas udara semakin memburuk. Namun perlu diketahui, polusi udara tidak hanya terjadi di luar ruangan, tetapi juga di dalam ruangan.

Berdasarkan United States Environmental Protection Agency (EPA), polusi udara yang terjadi di dalam ruangan bisa dua hingga lima kali lebih besar dibanding di luar ruangan. Hunian yang seharusnya tempat berlindung dari segala macam bahaya malah menjadi perangkap. Mengagetkan, bukan?

Bisa jadi, Anda tanpa sadar menyimpan sumber polusi atau melakukan kegiatan yang membuat kualitas udara dalam hunian makin parah. Sebagai langkah awal untuk memperbaiki kualitas udara, ketahuilah lima sumber polusi udara dalam hunian yang sudah dirangkum oleh Dekoruma berikut ini.

Baca Selanjutnya: 1/ Produk Pembersih

 

Foto: freepik.com


1/ Produk Pembersih

Ragam produk pembersih yang tersedia akan memudahkan Anda membersihkan kotoran di hunian. Namun, dengan perkembangan teknologi, ada banyak pembersih juga yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti amonia dan klorin. Dua bahan kimia ini bisa membahayakan kesehatan pernapasan Anda.

Anda bisa menggantinya dengan mulai menggunakan produk pembersih ramah lingkungan seperti baking soda dan cuka. Keduanya tak kalah multifungsi, bisa digunakan untuk membersihkan wajan gosong, mengatasi WC mampat, hingga menghilangkan bau tak sedap pada sofa.


Baca Selanjutnya: 2/ Pengharum Ruangan

 

Foto: Istimewa


2/ Pengharum ruangan

Banyak hal yang membuat udara di dalam hunian berbau tidak sedap, seperti bau gosong pada masakan hingga bau kamar mandi yang lembap. Sebagai jalan pintas, Anda pasti menyemprotkan pengharum ruangan. Hal ini justru membuat kualitas udara memburuk. Sama dengan produk pembersih, pengharum ruangan mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk saluran pernapasan.

Untuk menggantikannya, raciklah pengharum ruangan alami dari campuran essential oil, mawar, dan mint. Selain itu, pasang exhaust fan dalam kamar mandi untuk mengeluarkan bau tak sedap. Di dapur, sediakan cooker hood yang berfungsi menyedot asap hasil memasak. Tanaman dalam ruangan seperti lidah mertua pun bisa dihadirkan untuk membantu menjernihkan udara.


Baca Selanjutnya: 3/ Material Asbes

 

Foto: shutterstock.com



3/ Material asbes

Bahan yang satu ini memiliki banyak keunggulan, seperti berbobot ringan dan tahan panas. Tak jarang kita menemukannya di bagian-bagian rumah, seperti di atap, lantai, dan bahan bangunan lainnya. Di balik keunggulannya tersebut, asbes ternyata sangat berbahaya.

Serat-serat kecil yang terkandung dalam asbes bisa terlepas dan bergabung dengan udara dalam rumah. Jika terhirup, Anda bisa berpotensi terkena kanker paru-paru, ISPA, pembengkakan wajah serta leher, dan penyakit pernapasan lainnya. Efeknya tidak langsung dalam waktu dekat, tapi akan terasa 20 tahun kemudian.

Jika Anda sudah terlanjur menggunakan bahan bangunan dengan material asbes, segera ganti dengan material lain yang ramah lingkungan agar polusi udara di rumah berkurang.


Baca Selanjutnya: 4/ Karpet

 

Foto: dekoruma.com



4/ Karpet

Dekorasi estetik satu ini kerap dipilih karena kemampuannya dalam membuat suasana di ruangan jadi lebih hidup. Namun, karpet juga menjadi biang polusi di dalam hunian. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Karpet terbuat dari kumpulan bulu dan serat halus yang menjadi ladang hijau bagi kuman dan bakteri berkembang biak. Jika tidak dibersihkan secara rutin, karpet akan jadi sarang penyakit yang sangat membahayakan Anda dan keluarga.

Karpet yang baru saja dibeli bisa menjadi biang polusi juga sebab bau kimianya yang berbahaya. Saat karpet dipasang, jangan masuk ke dalam ruangan terlebih dulu hingga bau kimianya hilang. Sebagai tambahan, letakkan karpet di ruangan yang memiliki ventilasi udara.



Baca Selanjutnya: 5/ Rokok

 


Foto: unsplash.com


5/ Rokok

Bagi Anda yang merupakan perokok aktif, ada baiknya bila Anda mulai menghentikan kebiasaan ini. Tidak hanya membahayakan kesehatan pernapasan Anda sendiri, anak dan anggota keluarga lain juga terkena dampak dari asap rokok, dari batuk biasa, bronkitis, hingga pneumonia. Selain melalui asap, serbuk abu rokok juga bisa menempel di mana-mana.

Polusi udara memang tidak hanya terjadi dalam luar ruangan, tapi juga di dalam hunian. Untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan Anda serta keluarga, mulailah untuk mengurangi pemakaian bahan pembersih dan pengharum ruangan kimiawi. Ganti dengan produk ramah lingkungan.

Jika perlu, sediakan mesin yang membantu memperbaiki kualitas udara, seperti air purifier, cooker hood, dan exhaust fan. Tak lupa, rutinlah membersihkan rumah mulai dari sudut tersembunyi hingga mesin-mesin di rumah seperti mesin cuci dan air conditioner. (f)


Artikel ini kerjasama femina X Dekoruma. Temukan artikel Dekoruma lainnya di femina.co.id 


Baca Juga: 
Wujudkan Hidup Berkualitas di Rumah dengan Desain Japandi
Terkenal Bersih dan Mewah, Intip 5 Inspirasi Desain Interior Warna Putih
4 Trik Menciptakan Storage Tambahan di Dapur Kecil