FOTO: ZAKI MUHAMMAD, DOK. IKEA, DOK. INFORMA.
 
Keterbatasan lahan dan tingginya harga hunian di perkotaan saat ini  makin ‘mendesak’ warga kota  untuk memiliki hunian mungil. Situasi ini turut mengubah tren interior desain dan arsitektur bangunan. Salah satunya dengan menciptakan perabot multifungsi dan modular agar hunian mungil tidak terlihat sesak. 

Mungil & Cantik 
Solusi memilih furnitur modular di rumah compact merupakan strategi tepat untuk menghemat tempat dan ruang. Apalagi di era sekarang, tren desain interior maupun eksterior sudah mengarah ke konsep minimalis modern. Untuk alasan inilah penting untuk mempertimbangkan  tiap sentimeter persegi rumah Anda agar tidak terbuang percuma.

Coba tengok gaya desain ‘Urban Vibe’ berikut yang menggunakan storage secara masif serta beberapa furnitur multifungsi. Tampilan desainnya yang merupakan perpaduan antara gaya kontemporer yang rapi dengan aura kosmopolitan, bisa dijelajahi di showroom Informa Custom Furniture, Living World, Alam Sutera. 

Memiliki luas 110 m², terdiri atas 3 kamar tidur + 2 kamar mandi, kesan lapang tetap terlihat, meski terdapat pula ruang-ruang pendukung utama lainnya. "Kuncinya terletak pada banyaknya tempat penyimpanan modular,” ucap Alex Kevin dan Devin Tejasukmono, yang bekerja sebagai inbound buyer untuk Informa Custom Furniture, kompak. 

Furnitur ini kemudian diterapkan sebagai bagian dari interior built-in yang  mengisi tiap ruang. Dimulai dari foyer dengan rak-rak tempel berbentuk ‘L’. Bisa digunakan untuk menyimpan sepatu, payung, kunci, hingga menaruh pajangan yang merepresentasikan kegemaran pemilik rumah. 

Di ruang makan, pengadaan kabinet yang tidak jauh dari meja makan sengaja dihadirkan untuk memudahkan akses menjangkau semua peranti makan. Begitu pula kamar tidur anak yang dimaksimalkan ruangnya dengan penggabungan antara meja belajar dan lemari pakaian di dalam satu kabinet yang sama. “Dengan penggabungan ini tidak ada lagi ruang tersisa. Semua dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dalam ruang tersebut,” tambah Alex.
 
 
 


 
Ruang keluarga juga mengadopsi pengaplikasian storage di dinding. Fungsinya bisa digunakan sebagai rak buku, tempat memajang foto, ataupun meletakkan tanaman hias. Dengan panel merangkap rak dan laci, dinding terlihat berdimensi sekaligus menjadikannya sebagai center point yang estetis.
 
"Tidak ada space yang dibiarkan kosong agar semua pernak-pernik yang tidak ingin dipajang bisa tersimpan rapi. Begitu pula peniadaan handle pada  tiap bukaan, agar tidak menambah kesan ramai. Cukup sekali tekan, laci dinding bisa terbuka,” jelas Devin. 

Penonjolan pemanfaatan ruang juga berlaku pada kamar tidur utama. Selain adanya partisi televisi untuk menempatkan aksesori  yang mengekspresikan gaya pemilik kamar, kehadiran bench di pinggir jendela kaca menjadikan pojok yang biasanya terabaikan ini berubah sebagai tempat duduk, ruang baca, atau sekadar mencari inspirasi. 
 
 

Alur ruang privasi ini juga dibuat mengalir agar ruang gerak terkesan dinamis. Kecilnya area walk-in closet tetap tampil maksimal dengan kabinet di kiri kanan. Begitu pula pada kamar mandi. Area basah, wastafel, serta toilet berkumpul menjadi satu dengan ruang gerak yang leluasa.


Menurut Devin, penambahan kesan luas pada sebuah hunian minimalis harus didukung dengan pemilihan skema warna yang tepat. Kolaborasi antara warna putih dan cokelat kayu, misalnya. Selain membangkitkan kesan hangat, kedua warna netral ini juga membuat ruangan kecil terlihat terang dan nyaman.

“Jika ingin menambahkan warna lain boleh saja, yakni pada aksesori agar penghuni tidak terlihat jenuh,” tambah Alex. Sementara, agar tidak terkesan monoton, coba juga aplikasikan material berbeda sebagai penetralisasi, seperti penambahan sebidang kaca hitam di antara panel dinding kayu. Pantulan kaca membuat ruang terlihat lebih besar dari aslinya dan  tampak elegan.

Penggunaan material juga turut menentukan tampilan desain yang lebih ringan dan kekinian. Contohnya, partikel board dan plywood dengan lapisan permukaan dari produk olahan, seperti lacquer, laminate, PVC, melamine, dan thermofoil synthetic
 
"Jika menggunakan kayu solid, selain mahal juga membuat ruang terlihat berat, terutama jika luas hunian kecil,” papar Alex.

Simak inspirasi lainnya di laman berikutnya.

 
 


 
Lebih Terorganisasi
Konsep rumah compact sangat mengusung desain sederhana. Namun, tetap dapat memenuhi semua kebutuhan pokok dari si pemilik rumah, seperti beristirahat, memasak, dan berkumpul dengan keluarga. Selain itu, rumah compact juga sangat mengedepankan fungsional di tiap area yang tersedia. Jadi, meskipun terlihat sederhana, tetap rapi dan nyaman untuk dihuni.

Karena identik dengan ukuran lahan terbatas, pemetaan ruang pada rumah compact terkadang bisa berbeda, seperti dapur di depan, menyusul ruang keluarga merangkap ruang tamu. Namun, dengan solusi penggunaan perabotan multifungsi, pengaturan ruang tetap bisa terorganisasi dan maksimal. Bahkan, tampilan desainnya pun bisa terlihat lebih unik dan menarik.
 
 


Retail perabot rumah tangga dari Swedia, Ikea, juga turut membantu dalam menyuplai perabotan multifungsi. Menurut Ririn Basuki, Public Relations Marketing Ikea Indonesia, menjamurnya keterbatasan lahan di ibu kota ini yang menjadikan Ikea lebih berinovasi lagi dalam hal desain perabotan untuk mengakomodasi kebutuhan akan lahan yang sempit.

“Masyarakat urban menginginkan perabot yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Dengan satu furnitur misalnya, bisa difungsikan untuk 2 atau lebih kegiatan berbeda sesuai keinginan pengguna,” ucap Ririn.

Dengan penggunaan perabot modular ini kepraktisan dan penghematan tempat pada ruang mungil bisa diakali. Contoh perabot yang bisa diaplikasikan, sofa merangkap tempat tidur dari Ikea yang tidak hanya digunakan untuk duduk, tapi bisa diubah menjadi kasur empuk yang nyaman ditiduri.

“Begitu juga keunikan Stuva/ Folja, tempat tidur tinggi untuk kamar anak. Tidak hanya cantik desainnya, tetapi juga sukses menyatukan ranjang, meja belajar, lemari pakaian, dan unit rak terbuka. Sangat efisien!” tambahnya lagi. 

Bagaimana dengan dapur? Cek di laman berikutnya.
 
 

Dapur umumnya merupakan salah satu area yang paling sering dikunjungi. Bahkan, jika lahan rumah sempit, area memasak ini sering digabungkan dengan area makan serta ruang bersosialisasi. Jika kebanyakan perabot, ruang gerak untuk berkreasi tentu menjadi tidak leluasa.

Di sini Ririn menambahkan penggunaan kabinet dapur METOD yang bisa menjadi ‘penyelamat’ dapur. Kabinet ini juga bisa dipasang di ruangan lain seperti ruang makan atau ruang tamu sebagai tempat penyimpanan. “Dengan kehadiran perabot modular, telah menjawab kebutuhan kaum urban,” tegasnya. (f)