
Foto: unsplash.com/@gary_at_unsplash
Musim hujan sudah datang. Tidak menutup kemungkinan bahwa di hari mendatang, curah hujan yang turun deras dan berujung pada banjir di mana-mana, termasuk di area rumah Anda. Hal ini bisa Anda hindari dengan mengelola sampah rumah tangga dengan baik.
Jika sampah tidak dikelola, tidak menutup kemungkinan bahwa sampah-sampah di rumah menyumbat sistem drainase hingga saluran air lainnya. Bau tak sedap makin terasa dan rumah malah jadi sumber penyakit.
Pada kesempatan kali ini, Dekoruma ingin membagikan trik mudah dalam mengelola sampah di rumah. Mari kita simak pembahasannya berikut ini.
Baca Juga: Jenis-jenis sampah

Foto: unsplash.com/@filmbetrachterin
Jenis-Jenis Sampah
Sebelum mulai melakukan pengolahan sampah rumah tangga, ada baiknya bila Anda mengetahui jenis-jenis sampah rumah tangga yang ada. Berbeda jenis, berbeda juga cara mengolah dan menguraikannya.
1/ Sampah organik
Sampah organik berasal dari makhluk hidup yang dapat terurai dengan baik di alam. Tak berhenti di situ, sampah organik diklasifikasikan lagi berdasarkan kandungan airnya, yaitu sampah organik kering dan sampah organik basah. Sampah organik kering berupa dedaunan, tangkai tanaman, dan serbuk kayu kering, sedangkan sampah organik basah berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan makanan lain yang basah.
2/ Sampah anorganik
Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik berasal dari benda-benda yang sulit terurai, seperti plastik, logam, styrofoam, dan kaca. Hal yang membuat sampah ini sulit terurai adalah proses dekomposisinya yang berlangsung secara perlahan hingga membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Baca Selanjutnya: Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik

Foto: pixabay.com/@777546
Pisahkan Sampah Organik dan Sampah Anorganik
Setelah memahami jenis sampah di atas, mulai pisahkan sampah organik kering dan basah serta anorganik. Sediakan tiga tempat sampah dan beri tanda mana yang untuk sampah organic basah dan kering serta mana yang untuk sampah anorganik. Tempat sampahnya pun bisa berbeda warna untuk memudahkan Anda dan keluarga saat membuang sampah.
Jika sistem ini terus dibiasakan, pasti sistem pengolahan sampah rumah Anda akan terjaga dengan baik dan jauh dari kemungkinan banjir yang disebabkan dari faktor internal. Rutinlah juga membersihkan tempat sampahnya supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap dan menghalau bakteri untuk berkembang biak.
Baca: Gunakan tas sebagai pengganti kantung plastik

Foto: unsplash.com/@ethically_eco
Gunakan Tas Sebagai Pengganti Kantung Plastik
Kurangi produksi sampah rumah tangga, terutama plastik. Biasakan untuk menggunakan tas multifungsi untuk membawa barang belanjaan dari pasar tradisional atau supermarket.
Selain mengurangi sampah, tas multifungsi juga hadir dalam ragam motif sehingga Anda bisa memadukannya dengan pakaian yang Anda gunakan saat pergi ke pusat perbelanjaan.
Utamakan juga penggunakan produk isi ulang daripada produk sekali pakai. Saat membeli makanan yang dibungkus untuk dikonsumsi di rumah, gunakan kotak makanan atau tempat bekal food grade yang tahan panas daripada styrofoam.
Baca Selanjutnya: Olah sampah organik menjadi pupuk kompos

Foto: pixabay.com/@jokevanderleij8
Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos
Sampah organik pun dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos karena menghasilkan mikroorganisme yang bisa menyuburkan tanah. Anda bisa membuatnya sendiri dengan mencari panduannya di Internet. Selain menjadi pupuk kompos, sampah organik, khususnya yang basah, bisa diolah menajdi pupuk cair yang lebih ramah lingkungan.
Baca Selanjutnya: Lakukan daur ulang untuk sampah anorganik

Foto: pixabay.com/@ariesa66
Lakukan Daur Ulang untuk Sampah Anorganik
Karena tidak bisa diolah kembali menjadi barang baru, sampah anorganik lebih fokus untuk digunakan ulang dengan fungsi yang berbeda. Misalnya kumpulan plastik makanan ringan yang dirangkai ulang menjadi tas tenteng. Trik ini justru bisa mendatangkan keuntungan sendiri bagi Anda karena bisa menjadi lahan usaha baru.
Jangan sesekali membakar sampah anorganik. Asap yang dihasilkan mengandung gas beracun sehingga memperburuk kondisi udara. Kemungkinan terburuknya, lingkungan sekitar bisa terbakar.
Proses pengolahan sampah di rumah tidak akan berjalan baik apabila hanya Anda yang ambil andil dalam hal ini. Ajaklah seluruh anggota keluarga untuk terbiasa membuang sampah sesuai dengan jenisnya agar terhindar dari banjir saat hujan. Lakukan proses daur ulang saat akhir pekan atau libur nasional sekaligus quality time bersama keluarga. (f)
Artikel ini kerjasama femina X Dekoruma. Temukan artikel Dekoruma lainnya di femina.co.id
Baca Juga:
6 Manfaat Kopi untuk Urusan Rumah
7 Cara Menangkal Pertumbuhan Jamur dan Bakteri dalam Rumah
4 Cara Mengatasi Kloset Tersumbat Tanpa Penyedot