
Foto: Shutterstock
Secara harfiah, feng berarti angin, dan shui berarti air. Kearifan yang dibawa dari negeri Tirai Bambu ini dipercaya mampu membangun keharmonisan antara langit dan bumi demi mendapat kebajikan hidup (Qi). Masyarakat Tionghoa percaya, Qi dibawa dan disebarkan oleh angin (feng), atau ikut mengalir bersama air (shui). Oleh sebab itu, menurut Konsultan feng shui, Jenie Kumala Dewi, rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki sirkulasi udara dan saluran air yang baik.
“Inti dari ajaran feng shui adalah keseimbangan. Artinya, tiap ruang harus ditata sedemikian rupa supaya tidak jomplang antara yin dan yang,” Jennie. Ruang yang paling penting di rumah menurut feng shui adalah kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Sebab, di ruangan inilah kita paling sering melakukan aktivitas.
Rata-rata, setiap harinya orang akan berdiam di kamar selama 7-8 jam, baik untuk tidur ataupun melakukan aktivitas lain. Waktu yang cukup lama ini membuat orang dapat terekspos oleh berbagai macam energi. “Yang ditakutkan adalah kalau orang terkena energi kotor di saat terlelap. Akibatnya, badan bisa mudah terserang penyakit,” ujar Jenie.
1/ Saluran air.
Energi kotor yang dimaksud Jenie adalah aliran udara dan air kotor dari ruangan servis, seperti dapur dan kamar mandi. Oleh sebab itu, saluran pembuangan air tidak boleh dibuat menyeberangi bagian tengah rumah, tapi harus mengitari pinggir rumah,” tegasnya.
Peletakan ini juga praktis. Seandainya saluran air itu rusak atau tersumbat, untuk membetulkannya kita tidak perlu membongkar lantai di dalam rumah.
Dari sisi kesehatan, arus air memiliki medan magnet yang dapat mengacaukan peredaran darah. Efeknya memang tidak langsung terasa. Tapi, mereka yang kamar atau tempat tidurnya berada persis di atas sumber air cenderung mengalami gangguan peredaran darah.
2/ Dapur
Meski dianggap sebagai ‘jantung’ rumah, posisinya tidak boleh berada di tengah. Sebab, energi kotor, berupa asap kompor atau uap aroma makanan yang dikeluarkan dapur akan mengalir ke seluruh penjuru rumah. “Sedapat mungkin, letakkan dapur dan kamar mandi di bagian belakang dan tidak terlalu kelihatan,” ujar Jenie.
Kompor sebagai pusat dari dapur posisinya juga tidak boleh berada persis di depan pintu. Peletakan ini akan membuat posisi pemasak terekspos energi dari luar dapur (angin, debu) yang masuk melalui pintu.

Foto: Shutterstock
3/ Kamar Mandi
Karena adanya aliran energi kotor, kamar mandi dan dapur pun sebaiknya tidak berada persis di bawah atau di atas kamar tidur. Kamar mandi juga lebih baik tidak menjadi satu bagian dengan kamar tidur.
Kamar mandi dan dapur yang sifatnya lembap dapat ‘menularkan’ berbagai macam kuman, bakteri, atau virus ke ruangan sekitarnya. Khususnya di saat ruangan lembap udara mengandung uap air yang cukup tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan seperti ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), bronkitis, dan asma.
4/ Sirkulasi udara
Rumah yang menaati aturan feng shui didesain sedemikian rupa sehingga angin dapat berembus ke seluruh penjuru rumah. Oleh karena itu, ruang tertutup tidak boleh berada di tengah rumah, karena akan menghalangi angin dan sinar matahari yang berakibat rumah jadi pengap. Sama halnya dengan tiang, kolom, atau pilar, yang kalau diletakkan di tengah rumah dapat mengganggu perkembangan penghuninya. “Ruang keluarga atau ruang tamu yang terbuka sangat ideal diletakkan di tengah rumah,” tambah Jenie.
Sirkulasi udara atau angin sangat penting diperhatikan dalam merancang ruangan. Menurut Jenie, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan. Misalnya, membuat ruangan dengan dua pintu yang berseberangan langsung. Angin yang masuk dari satu pintu akan langsung keluar menuju pintu satunya, sehingga tidak sempat bersirkulasi di dalam ruangan. Demikian pula dengan tangga, yaitu tempat pertemuan sirkulasi udara antara dua lantai.
“Tangga tidak boleh diletakkan di bagian depan rumah. Karena, udara yang berembus melintasi tangga dapat langsung mengarah ke lantai atas tanpa sempat masuk ke dalam rumah,” jelas Jenie.
Ruangan yang ideal menurut feng shui memiliki empat sisi, tidak kurang tidak lebih. Hal ini penting, terutama diterapkan pada kamar tidur. Satu sisi untuk pintu, satu sisi di seberangnya untuk jendela.
“Lebih ideal lagi kalau pintu dan jendela berseberangan secara diagonal, tidak sejajar lurus. Supaya angin yang masuk dari pintu tidak langsung keluar jendela, atau sebaliknya,” tambah Jenie. Dua sisi lainnya dimanfaatkan untuk menempelkan perabot seperti tempat tidur atau lemari. “Perabot sebaiknya menempel dinding supaya kokoh, tidak mudah goyah,” ujar Jenie.
Sisi untuk jendela dan pintu dalam feng shui disebut sisi yang (bergerak, karena ada bukaan tempat masuknya angin), sedangkan sisi untuk perabot disebut sisi yin (diam). Keseimbangan yin dan yang ini dapat diterapkan di semua ruangan rumah. Misalnya, dengan tidak merapatkan perabot ke dinding yang berpintu atau berjendela. “Sangat tidak disarankan untuk merapatkan sandaran kepala tempat tidur di bawah jendela atau di dekat pintu,” tegas Jenie.
Ventilasi yang memadai juga salah satu faktor penting dalam menciptakan rumah sehat. Udara bersih dari luar harus dapat berembus masuk untuk mengeluarkan udara kotor (CO2) yang dihasilkan oleh penghuni dalam rumah.
Ada baiknya setiap rumah memiliki lahan hijau dengan pohon-pohon yang dapat menghasilkan oksigen. Sedapat mungkin jendela dibuat, supaya sinar matahari dapat masuk ke setiap ruangan untuk membunuh kuman dan bakteri. (f)
Baca Juga:
Pengaruh Dinding Rumah Terhadap Kesehatan Keluarga
7 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Desain Kamar Mandi
Tip Dekorasi Ruang Makan Masa Kini