Foto: freepikSudah lama tak turun hujan di daerah Anda? Kalaupun turun, sebentar dan sangat sedikit? Menurut BMKG, Indonesia memang sudah memasuki musim kemarau. Ada sedikit hujan bukan berarti kemarau batal terjadi. Suhu udara dan sinar matahari yang meningkat, membuat tanah menjadi kering dan debu semakin banyak beterbangan di udara. Hujan yang bisa membasuh debu secara alami pun tak kunjung datang.
Jadi jangan heran kalau debu di dalam rumah pun lebih cepat menumpuk, apalagi jika rumah Anda berada di pinggir jalan besar dan tanah lapang. Masalahnya , debu yang menumpuk tak hanya membuat furniture dan kaki yang menjejak langsung ke lantai lebih mudah kotor, tapi juga bisa memicu reaksi alergi. Agar rumah tetap terasa nyaman bagi penghuninya, lakukan langkah-langkah berikut:
1/ Lepas alas kaki sebelum, masuk rumah
Entah apa yang melekat di alas kaki yang telah Anda bawa melangkah ke berbagai tempat. Saat membawa sepatu ke dalam rumah, tak hanya debu dan kotoran, mungkin ada kuman-kuman yang ikut terbawa. Sekarang memang sangat jarang rak sepatu di luar rumah, setidaknya bersihkan alas kaki di luar rumah, lepas sebelum masuk, dan simpan di tempat sepatu yang tertutup.
2/ Tutup jendela
Saat cuaca gerah, bawaannya memang ingin membuka jendela dan pintu lebar-lebar, ya. Tapi angin yang masuk juga akan membawa debu, jika rumah atau apartemen Anda berada di dekat jalan. Minimalisir dengan hanya melakukannya di pagi hari saat udara masih minim polusi.
3/ Bersihkan ventilasi dan saringan AC
Saat musim kemarau, debu lebih banyak menempel pada kasa jendela dan membuat saringan AC lebih cepat kotor. Jangan tunggu mata pedih dan hidung gatal untuk membersihkan ventilasi udara, ya.
Foto: freepik4/ Cuci gorden
Seperti juga kasa jendela, gorden kemungkinan akan lebih cepat kotor oleh debu. Tak perlu menunggu kusam, turunkan dan cuci gorden atau penutup jendela Anda lebih sering daripada biasanya.
5/ Lupakan karpet
Karpet dengan bulu-bulunya yang lembut dan empuk itu bisa jadi tempat berkumpulnya berbagai partikel mulai dari debu halus, kulit mati, serpihan makanan, dan entah apalagi. Kecuali ruangan benar-benar selalu tertutup, simpan dulu karpet Anda atau lebih sering lagi membersihkannya, apalagi jika itu berada di kamar tidur anak.
Foto: freepik6/ Siram jalanan depan rumah
Cara ini sudah dilakukan orang tua kita dari zaman dahulu dan harus diakui tetap efektif mencegah debu dari jalanan dan tanah di sekitar rumah beterbangan dan masuk ke rumah.
7/ Pohon perindang dan kerai
Pagar yang rapat bisa lebih banyak mencegah debu masuk ke dalam area rumah. Pohon perindang dengan daun-daunnya yang lebat, seperti bambu dapat mencegat debu sebelum masuk jendela rumah Anda. Tapi jika itu sulit dihadirkan tiba-tiba di musim kemarau ini, Anda bisa memasang kerai bambu yang cantik. Ada baiknya Anda mempertimbangkan pergola dengan tanaman merambat atau pagar dari tanaman hidup untuk masa datang. (f)
Baca Juga:
Ciptakan Suasana Tenang Dalam Rumah Lewat Pilihan Warna Trendi
Alternatif Pengharum Lemari Yang Bisa Dibuat Sendiri
Tiga Cara Ciptakan Kamar Tidur yang Nyaman