Foto: 123RF
 
Bagi masyarakat Indonesia, menyambut bulan puasa dan hari raya Idul Fitri identik dengan berbagai tradisi. Salah satu yang sampai sekarang masih banyak dilakukan di banyak rumah tangga adalah tradisi bersih-bersih rumah untuk menyambut hari kemenangan. Tidak hanya sekadar membersihkan rumah, beberapa keluarga juga mengganti cat dinding rumah mereka agar terlihat lebih indah, mengubah dekorasi rumah, hingga membeli furnitur baru.
 
Tidak ada penjelasan bagaimana tradisi ini berkembang di masyarakat. Namun, tradisi dandangan yang diadakan  tiap menjelang bulan puasa di Kudus, Jawa Tengah, ini sedikit banyak menjelaskan tentang kebiasaan masyarakat untuk memperindah rumah mereka menjelang hari raya. Konon, perayaan dandangan ini sudah ada sejak 450 tahun lalu, tepatnya pada zaman Sunan Kudus (Syeh Jakfar Shodiq).

Pada pesta rakyat di tradisi dandangan, banyak penjual yang menjajakan berbagai barang kebutuhan rumah tangga di sekitar Menara Kudus, di sepanjang Jalan Sunan Kudus, hingga ke beberapa daerah di sekitarnya. Masyarakat akan tumpah ruah, berdatangan untuk membeli berbagai aneka kebutuhan rumah tangga, mulai dari peralatan rumah tangga, hiasan keramik, hingga pakaian dan makanan. 

Keluarga besar Triana (33) tidak pernah ketinggalan melanjutkan tradisi mempercantik rumah sebelum hari raya. Kebiasaan ini pun kini ia terapkan dalam keluarga kecilnya. Meski tidak melakukan open house saat Lebaran --karena ia biasanya berkunjung ke rumah orang tua dan mertuanya--, Triana tetap ingin menghadirkan kehangatan suasana silaturahmi saat Lebaran di rumah mungilnya.

“Ya, namanya tinggal di kompleks perumahan, pastilah ada tetangga kanan kiri yang datang bersilaturahmi, begitu juga teman-teman dekat. Enggak enak kan kalau tidak mempersiapkan rumah dengan baik saat menyambut tamu,” ungkap Triana, yang berprofesi sebagai dokter gigi.

Kebetulan, suami Triana, Dimas (33), juga memiliki tradisi yang sama di keluarganya. “Bahkan kalau di rumah keluarga Dimas, sudah pasti menjelang puasa rumah akan dicat dari depan sampai ke belakang,” cerita Triana, tersenyum.  

“Jadi, kami selalu menyiapkan anggaran khusus tiap tahun untuk biaya renovasi rumah atau membeli furnitur baru,” tambah ibu tiga anak ini.

Walaupun tidak melakukan renovasi besar-besaran atau mengubah warna cat rumahnya, Fika Ayu (29) mengaku sudah dua tahun terakhir ini menunggu tiap momen Lebaran untuk menambah perabot baru di rumahnya.

“Karena baru pindah rumah dua tahun ini, saya dan suami jadi lagi senang-senangnya mengisi rumah. Nah, tahun lalu momen Lebaran jadi alasan kami untuk membeli perabot, seperti sofa yang nyaman untuk tamu. Tahun ini pun saya sudah berencana untuk mempercantik taman di belakang rumah agar bisa jadi tempat ngumpul santai dengan keluarga dan teman saat Lebaran nanti,” jelas ibu rumah tangga ini.

Fika mengaku, ada kesenangan tersendiri ketika ia bisa menata rumahnya menjadi lebih cantik dan hangat untuk menyambut para tamu yang datang. Tidak hanya hidangan berupa kue dan camilan, biasanya Fika juga menambahkan pernak-pernik kecil, seperti stoples cantik untuk wadah kue suguhan.  (f)

Simak cara mengatur bujet di laman selanjutnya.
 
 

4 Trik Mengatur Bujet Renovasi Rumah untuk Hari Raya

Bila Anda ingin mempercantik rumah untuk menyambut hari kemenangan, tentu perlu menyiapkan dana yang cukup besar. Menurut Farah Dini, financial planner, pertanyaan pertamanya adalah dari mana dana tersebut didapat? Apakah sudah dipersiapkan jauh-jauh hari? Atau justru dana dadakan yang diambil dari dana darurat dan THR?

“Bagi mereka yang sudah memiliki persiapan sejak awal, tentu sudah ada bujet khusus yang dipersiapkan. Tapi, bagaimana jika dana tersebut sifatnya dadakan?” kata Farah.

1/ Jual Barang Lama untuk Dana Beli Furnitur Baru

Momen Lebaran bisa dipakai sebagai ajang untuk melihat kembali barang-barang yang setidaknya sudah tidak digunakan lagi. “Daripada telantar di rumah, barang-barang tidak terpakai bisa juga dijual dan uangnya dapat dipakai untuk menambah dana membeli furnitur baru,” ungkap Farah.

2/ Rencanakan Kebutuhan Renovasi
Farah mengingatkan tentang pentingnya membuat perencanaan terlebih dahulu. Jawab pertanyaan berikut ini.

- Furnitur apa yang akan diganti?
- Bagian rumah mana yang direnovasi atau dicat?
- Cari tahu berapa kisaran biaya yang dibutuhkan dan tentukan pula bujet maksimal yang akan dikeluarkan.

Setelah itu, mulailah mencicil dana tersebut tiap bulan hingga mencapai angka yang dibutuhkan di akhir menjelang puasa.

3/ Sumber Dana: Dana Darurat dan THR
“Kalau tidak ada persiapan, bisa saja mengambil dari dana darurat atau THR atau mencampur keduanya. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah berapa banyak dana tersebut yang dapat kita pakai untuk biaya mengecat rumah atau membeli furnitur baru. Kalau dana tunai yang ada tidak terlalu besar, jangan dipaksakan harus renovasi. Kita harus lebih bijaksana dalam membuat pilihan,” jelas Farah.

Perlu disadari bahwa dana darurat  tiap orang berbeda-beda, tergantung berapa banyak tanggungannya. Seorang pria yang hanya menanggung anak dan istri tentu berbeda dengan pria yang menanggung anak, istri, serta ibu dan adiknya. Hitungannya, makin banyak orang yang ditanggung, pasti dana daruratnya makin besar.

Bagi Triana, menyiapkan besaran dana sejak awal dirasa lebih meringankan. “Jadi, enggak tiba-tiba mau ganti cat terus mikir dananya dari mana. Karena dilakukan  tiap tahun, saya memasukkan biaya ini dalam rancangan dana tahunan yang jumlahnya sudah saya bagi dalam beberapa bulan. Kadang-kadang meleset sedikit, tapi, ya, harus tetap on budget,” ungkap Triana.

Hal ini berbeda dengan Fika yang memilih memanfaatkan fasilitas kartu kredit. “Kalau untuk furnitur besar yang harganya cukup mahal, saya dan suami memilih menggunakan kartu kredit, jadi bisa dicicil beberapa bulan. Tapi, dengan catatan, sudah tidak ada cicilan kartu kredit lainnya dan dalam jumlah yang bisa kami penuhi  tiap bulannya,” kata Fika, yang tidak pernah ingin menggunakan dana daruratnya untuk kebutuhan ini. (f)

4/ Susun Prioritas Renovasi Rumah
Langkah terbaik adalah membuat prioritas, apa yang ingin diubah dari rumah, lalu lihat bujetnya. Jika menggunakan dana darurat dan THR, pastikan Anda masih menyisakan dana darurat yang cukup jika terjadi sesuatu. Atau gunakan dari sisa THR, setelah dipotong  berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi saat Lebaran, seperti THR untuk asisten rumah tangga, zakat, sedekah, dan kebutuhan lainnya. (f)

Baca juga: