Foto: Dekoruma.com
Dalam merancang rumah impian, unsur pencahayaan juga termasuk elemen penting. Penataan pencahayaan harus dirancang sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas Anda serta keluarga di tiap ruang. Tak hanya mempengaruhi keseluruhan visual desain ruang, pencahayaan yang memadai akan berpengaruh juga pada kesehatan ruang dan penghuninya.
Apabila Anda tidak memperhatikannya, kelembapan akan meningkat dan membuat furnitur jadi mudah rusak. Selain itu, kondisi seperti ini bisa mendukung bakteri serta parasit untuk berkembangbiak. Sebagai hasil, rumah tidak lagi menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali.
Lalu, bagaimana cara mempersiapkan pencahayaan ruang yang tepat untuk rumah Anda? Kali ini, Dekoruma akan membagikan tips dalam memaksimalkan pencahayaan di rumah, baik melalui pencahayaan alami maupun buatan.
Baca Selanjutnya: 1/ Selalu mengutamakan pencahayaan alami
Foto: Dekoruma.com
1/ Selalu mengutamakan pencahayaan alami
Sinar matahari selalu menjadi sumber pencahayaan utama di mana pun Anda tinggal. Maka dari itu, pencahayaan ini perlu dimaksimalkan. Pastikan setiap ruangan dalam rumah memiliki jendela sebagai jalan masuk sinar matahari. Tak hanya melalui jendela pada dinding ruang, skylight atau jendela di plafon bisa digunakan. Sesuaikan jumlah bukaan dengan kebutuhan di tiap ruang.
Saat pagi hingga sore hari, manfaatkan cahaya matahari untung menerangi bagian dalam rumah. Trik ini akan menghemat penggunaan listrik dalam rumah. Apabila Anda merasa terganggu karena jendela yang dibuka, Anda bisa menutupnya dan menghadirkan gorden model sheer. Gorden seperti ini memperbolehkan sinar matahari tetap masuk dalam ruangan dan di saat yang bersamaan juga, privasi Anda dan keluarga tetap terjaga.
Baca Selanjutnya: 2/ Lengkapi dengan sistem lampu yang baik
Foto: dekoruma.com
2/ Lengkapi dengan sistem lampu yang baik
Saat matahari mulai terbenam, penggantinya adalah lampu. Utamanya, lampu plafon harus terpasang di setiap ruang. Tak hanya di malam hari, lampu juga boleh dinyalakan di titik-titik ruangan yang tidak terpapar sinar matahari saat pagi hingga sore hari.
Sisanya seperti lampu meja, lampu lantai, hingga lampu dekoratif disesuaikan dengan kebutuhan ruang. Sebagai contoh, ruang kerja membutuhkan lampu meja untuk membantu Anda fokus. Lampu meja juga bisa jadi lampu sekunder di kamar tidur apabila Anda tidak suka beristirahat dengan lampu yang dimatikan semuanya.
Baca Selanjutnya: 3/ Gunakan elemen warna interior yang cerah
Foto: Dekoruma
3/ Gunakan elemen warna interior yang cerah
Sistem pencahayaan yang baik dalam rumah tidak hanya melalui sinar matahari dan lampu, tapi juga melalui pemilihan warna cat dinding ruangan. Penggunaan warna-warna terang dan netral seperti putih, krem, dan abu-abu muda akan membuat ruangan lebih cerah.
Jika warna-warna tersebut dikombinasikan dengan lampu, hasilnya akan memuaskan. Bila Anda ingin menciptakan nuansa ruang yang benar-benar terang, gunakan lampu warna putih. Lain halnya bila Anda ingin menciptakan nuansa redup. Padukan warna-warna cat dinding tersebut dengan lampu warna kuning warm sehingga terciptalah nuansa earthy tone yang hangat.
Baca Selanjutnya: 4/ Jangan lupa menggunakan lampu yang hemat energi
Foto: pexels.com
4/ Jangan lupa menggunakan lampu yang hemat energi
Ada banyak jenis lampu yang tersedia, baik secara model hingga jumlah energi yang digunakan. Saat Anda memilih lampu, utamakan lampu yang hemat energi seperti lampu pijar, lampu TL, dan lampu LED. Jangan mudah tergiur dengan model lampu yang apik karena belum tentu lampu tersebut bisa menghemat energi juga. Dengan menggunakannya, pengeluaran anggaran untuk listrik akan berkurang dan bisa dialokasikan ke kebutuhan lainnya.
Sebagai kesimpulan, baik sinar matahari maupun lampu benar-benar dibutuhkan di dalam ruangan. Anda harus memperhatikan penggunaannya serta sesuaikan dengan kondisi. Perhatikan juga elemen pendukung seperti warna dinding ruang serta pemakaian lampu hemat energi. (f)
Artikel ini kerjasama femina X Dekoruma. Temukan artikel Dekoruma lainnya di femina.co.id
Baca Juga:
5 Tips Menciptakan Desain Minimalis yang Mudah Dilakukan di Ruang Keluarga
Berapa Lama Usia Penggunaan Furnitur di Hunian Anda?
Perpaduan Dua Gaya Hidup, Intip 5 Inspirasi Interior Apartemen Berkonsep Japandi