
Dok. Unsplash
Bagi Anda yang suka memasak, tentu dapur yang nyaman akan membuat kita lebih kerasan. Maka tentu tak berlebihan jika mengatakan bahwa kondisi dapur adalah elemen terpenting dalam kegiatan masak-memasak.
Namun tentu, tak semua orang memiliki dapur yang nyaman, seperti yang banyak kita lihat di acara-acara memasak di televisi. Ukuran rumah yang tak besar juga akan membuat ruang di dapur juga terbatas, yang kerap jadi pembatas untuk masak dengan nyaman.
Kendati demikian, hal ini tak lantas akan membuat Anda tak bisa membuat dapur terasa lebih nyaman. Dengan pengaturan yang tepat, ruang dapur yang minim pun tetap bisa membuat Anda nyaman memasak.
Berikut beberapa poin penting untuk membuat dapur terasa lebih nyaman :
1/ Sistem Zoning
Dalam menghadirkan dapur yang nyaman, zoning (pengaturan ruang) adalah hal yang penting. Namun sayangnya, hal ini justru kerap diabaikan.
Menurut Dimas Harry Priawan, CEO Dekoruma, zoning dapat dilakukan dengan membagi dapur menjadi tiga area. Yaitu area primer, sekunder dan tersier.
Area primer adalah area untuk menempatkan barang-barang yang paling sering digunakan, misalnya seperti piring atau bumbu dapur yang sering dipakai setiap kali memasak.
“Dalam menentukan zoning premier, kita lihat posisi tangan. Kalau kita ingin meraih sesuatu dengan cukup meluruskan tangan saja, berarti termasuk zona premier. Artinya barang-barang tersebut yang paling sering dipakai,” tutur Dimas dalam acara perilisan Dapur Dama oleh Dekoruma, yaitu kitchen set berteknologi 4.0 yang dapat dipersonalisasi.
Sementara sekunder adalah area yang tak terlalu sering, tapi masih kerap dipakai periodikal seminggu sekali, misal seperti panci presto yang besar. Area ini ditentukan mengukur dengan cara jika tangan ke atas atau ke bawah tak perlu jinjit atau bungkuk.
Sedangkan untuk tersier adalah area untuk barang-barang yang jarang digunakan atau digunakan hanya pada acara penting, seperti piring atau perabot makan yang digunakan di Hari Raya besar saja. Dan penempatannya di area yang paling sulit dijangkau.
“Kalau harus jinjit, jongkok atau pakai tangga berarti itu area tersier,” tambah Dimas.
(lanjut ke halaman berikutnya)

Dok. Unsplash
2/ Pencahayaan
Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa jika berada di kafe terasa lebih enak untuk berlama-lama dibandingkan makan di rumah? Percaya atau tidak, pengaturan pencahayaan berpengaruh pada kenyamanan.
Menurut Dimas cahaya yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap akan membuat suasana ruangan terasa lebih hangat.
“Warna yang pas itu sebenarnya yang muda seperti cokelat muda atau putih untuk memberikan kesan nyaman. Tapi tergantung lagi dengan masing-masing orangnya,” tambah Dimas yang mengaku bahwa terkadang ada juga orang yang lebih suka dengan pencahayaan remang, karena tak ingin dapurnya mudah terlihat kotor.
Sementara itu, Joey Nathan Kennedy, finalis Masterchef Indonesia Season 5, mengaku bahwa pencahayaan yang tepat penting untuk menghasilkan masakan yang enak.
“Kadang kan saat masak, warna makanan tuh berpengaruh pada kualitas rasa. Misalnya, goreng ayam sampai warna kuning keemasan. Kalau lampunya tidak cukup terang, gimana kita bisa tahu warnanya sudah tepat atau tidak. Makanya penerangan tuh penting sekali di dapur untuk menghasilkan makanan yang enak,” cerita Chef Joey.
(lanjut ke halaman berikutnya)

Dok. Unsplash
3/ Pengaturan Penyimpanan
Salah satu hal yang membuat kita malas memasak adalah tak memiliki ruang untuk penyimpanan makanan atau pengaturan ruangan penyimpanan berantakan. Maka dari itu penting untuk mengaturnya dengan tepat agar kegiatan masak-memasak jadi lebih nyaman.
Misalnya, seperti yang disarankan Chef Joey, meletakkan bahan-bahan seperti gula, kopi, teh dan semacamnya agar diletakkan di tempat yang tertutup dengan menggunakan botol atau toples tambahan.
Penting untuk menyimpan bahan-bahan masakan ini di tempat tertutup, untuk mencegah dari masalah. Seperti hadirnya serangga atau semut yang akan membuat dapur justru menjadi tempat yang kotor dan tak nyaman.
“Kadang malas kan kalau lagi masak suka ada semut atau serangga. Jadi penyimpanan juga penting,” cerita Chef Joey.
Ditambahkan oleh Dimas, pada pengaturan penyimpanan, perhatikan juga berat dan ukuran dari barang tersebut di bagian laci yang mana.
“Kalau barangnya berat bisa diletakkan di bawah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti jatuh. Sementara barang-barang yang ringan, dapat ditaru di kabinet bagian atas,” saran Dimas. (f)
BACA JUGA :
Selain Untuk Kecantikan, Ini 6 Fungsi Minyak Zaitun Untuk Mengatasi Masalah Hunian
Meski Sederhana, 5 Desain Ruang Makan Ini Tetap Menawan
7 Trik Memecahkan Masalah di Dapur