Foto: pixabay

Selain vaksin meningitis, vaksin influenza atau vaksin flu jadi salah satu vaksin yang wajib diberikan bagi jamaah yang berangkat untuk menjalankan ibadah haji. Pemberian vaksin dianggap penting untuk mencegah penularan penyakit. 

Influenaza merupakan penyakit saluran napas akut yang mudah menular melalui udara dan percikan ludah akibat kontak langsung dari seseorang yang sudah lebih dulu terinfeksi. Jika itu terjadi saat bercampurnya jutaan orang yang melaksanakan ibadah haji, risiko terinfeksi dan penyebaran virus ini menjadi sangat besar.

Di Indonesia vaksin flu tidak wajib, namun banyak orang mulai melakukannya tapi masih tergolong rendah, hanya berkisar 500.000 dosis vaksin per tahun. Di Singapura, Korea Selatan, Thailand, vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun wajib diberikan pada petugas kesehatan untuk melindungi petugas kesehatan serta mencegah penularan influenza kepada pasien.

Dokter pun menyarankannya dengan beberapa alasan berikut:

1/ Tidak Bisa Dianggap Sepele. 

Penyakit akibat infeksi virus influenza berbeda dengan batuk pilek karena selesma dan biasanya lebih berat. World Health Organization memperkirakan ada sekitar 500.000 kasus kematian akibat influenza di dunia dan 70 persen dari kasus kematian tersebut dialami oleh lansia.

2/ Vaksin Flu Mencegah Infeksi dan Kompliasi

"Vaksinasi influenza direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan, seperti WHO16 dan Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI5, terutama bagi mereka yang menderita penyakit kardiovaskuler. Vaksinasi merupakan cara efektif untuk mencegah infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan oleh virus influenza," ujar Prof. Dr. dr.  Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI dalam Konferensi Pers Pentingnya Vaksin Influenza untuk Lansia, Tenaga Kesehatan, dan Kelompok Risiko Tinggi.  

Data studi memperlihatkan bahwa vaksinasi influenza pada penderita kardiovaskuler dapat menurunkan risiko serangan jantung hingga 67% dan menurunkan risiko stroke sebanyak 24%. Bahkan, infeksi saluran napas oleh virus influenza dapat meningkatkan risiko terkena stroke dan serangan jantung 3 hingga 5 kali lipat dalam 3 hari setelah terinfeksi.

“Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI juga merekomendasikan pemberian vaksin influenza pada penyandang diabetes untuk menurunkan risiko terinfeksi virus influenza yang menyebabkan rawat inap, perawatan di unit intensif, dan kematian”, tambah Prof. Dr. dr.  Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI. 
 
 

 
Foto: pixabay

3/ Perlu Dilakukan Tiap Tahun. 

Vaksin dapat bertahan kurang lebih 1 tahun karena seringkali terjadi mutasi virus. Hal ini disebabkan adanya antigenic drift atau mutasi minor (ringan) saat virus influenza melakukan replikasi sehingga bersirkulasi virus galur yang baru.

Efektivitas vaksinasi juga bergantung pada galur dalam vaksin influenza, sebab galur virus influenza dapat berubah setiap tahun. Inilah latar belakang WHO mengeluarkan rekomendasi tahunan komposisi galur virus influenza yang dapat dibedakan menjadi NH (Northern Hemisphere) dan SH (Southern Hemisphere).

Perkembangan teknologi kesehatan memungkinkan 4 galur virus yaitu 2 galur A dan 2 galur B, terdapat dalam satu vaksin influenza. Vaksin ini dikenal dengan nama vaksin influenza kuadrivalen.

4/ Golongan yang Memerlukan Vaksinasi Influenza

Yang termasuk golongan berisiko dan perlu vaksin flu adalah bayi dan anak usia > 6 bulan sampai 18 tahun. Orang dewasa terutama:  usia lanjut, wanita hamil, penderita diabetes, ganguan ginjal kronis, kanker, penderita dengan penurunan kekebalan tubuh,  penderita gangguan pernapasan kronis, penderita penyakit kardiovaskular, pekerja/karyawan, calon jamaah haji dan umrah, petugas kesehatan.

Komplikasi akibat influenza pun dapat terjadi pada kelompok berisiko tinggi yaitu anak-anak, orang lanjut usia di atas 65 tahun, individu dengan penyakit kronis, dan ibu hamil. Komplikasi akibat influenza dapat berupa radang paru, infeksi telinga, dan sinus. 

“Vaksinasi influenza merupakan cara pencegahan yang terbukti efektif dari segi biaya (cost-effective). Vaksinasi influenza efektif memberikan perlindungan hingga 90% bagi seseorang yang menerima vaksin dalam kondisi sehat, berusia kurang dari 65 tahun, dan menerima vaksin dengan galur (strain) yang sama dengan galur virus influenza yang beredar. Vaksin influenza membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu dalam proses membentuk antibodi setelah vaksinasi dilakukan, ” jelas Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), PhD. (f)

Baca Juga:

Takut Coba Makanan Baru Berisiko Tingkatkan Gangguan Kesehatan
Hati-hati Hepatitis A Mudah Menular Lewat Makanan dan Minuman
Produk Perawatan Kulit yang Aman dan yang Harus Dihindari Wanita Hamil