Foto: Shutterstock

Banyak keseruan baru yang akan membuat Anda makin bugar tahun ini. 

1/ Serba Digital
 
Teknologi digital ikut memengaruhi dunia kebugaran. “Layanan seperti online trainer, booking studio melalui website dan aplikasi, sebenarnya sudah mulai bermunculan di sepanjang tahun 2018, dan akan tetap populer di tahun 2019,” terang Dinda Utami, pelatih dari APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia).

Selain itu, penggunaan jam tangan atau ponsel yang dapat menelusuri aktivitas fisik yang dilakukan oleh penggunanya, makin canggih. Namun, sejumlah ketidakakuratan monitoring masih dijumpai pada alat-alat tersebut. Nah, ketidakakuratan ini yang kemudian akan dikoreksi oleh para produsen.

Sementara itu, aplikasi olahraga mobile seperti Nike Run Club dan MapMyRun atau Ride, sudah memasukkan unsur audio dan visual untuk memulai dan mengakhiri latihan serta isyarat untuk melanjutkan latihan kembali.
 

2/ Functional Training
 
Seperti tahun sebelumnya, dikatakan Dinda, high intensity functional training, yaitu kombinasi circuit training (melakukan kombinasi dari beberapa gerakan menjadi satu set) dengan high intensity interval training (istirahat antara gerakan dan set yang singkat) yang menggunakan berbagai alat portabel, masih menjadi primadona di beberapa studio kebugaran kecil hingga menengah. Studio kebugaran yang memiliki keunikan tersendiri, seperti boxing oriented class dengan lagu-lagu yang energik akan bermunculan, termasuk kelas barre yang mengombinasikan antara balet dan gerakan bodyweight training.

Functional training, menurut pakar kebugaran Jansen Ongko, memang tetap akan jadi hits dan popularitasnya bakal terus naik di tahun mendatang. Functional training, seperti disebutkan Mayo Clinic, adalah melatih otot-otot tubuh bekerja bersama-sama dan menyiapkannya untuk kegiatan sehari-hari. Caranya adalah dengan menstimulasi gerakan-gerakan yang biasa dilakukan di rumah, di tempat kerja, atau saat berolahraga. Peralatan olahraga seperti bola, kettlebell, dan beban, kerap dipakai untuk functional training.

Sejumlah functional training ada yang melibatkan banyak sendi dan otot, seperti multidirectional lunges ataupun standing bicep curls. Multidirectional lunges membantu mempersiapkan tubuh untuk aktivitas yang umum dilakukan, seperti ketika sedang membersihkan ruangan dengan vacuum cleaner.
 
 
 

Foto: Shutterstock
 
3/ Floating Yoga
 
Dengan penambahan tingkatan dalam bentuk yang berbeda, seperti power yoga, yoga lates, yoga di ruang panas, dan lainnya, yoga akan tetap populer di tahun 2019. Demikian juga dengan acro yoga.

Acro yoga, dikatakan Yudhi Widdyantoro, pendiri Komunitas Yoga Gembira, masih tetap akan populer tahun depan. Acro yoga merupakan penggabungan antara akrobatik dan yoga. “Selain acro yoga, floating yoga adalah yoga yang paling baru dan sedang jadi hits,” imbuh Yudhi.

Floating yoga yang dimaksud di sini bukan yang menggunakan tali atau hammock seperti ayunan (ada yang menyebut swing yoga atau anti-gravity yoga), melainkan menggunakan papan luncur dan dilakukan di atas air.

“Jadi, yoganya di atas papan yang berada di atas air, seperti surfing,” ujar pengajar yoga ini. Untuk melakukan floating yoga seperti ini tentu dibutuhkan keseimbangan yang sangat baik. Kalau keseimbangannya kurang oke, bisa tercebur.

Selain dua yoga tersebut, tren lain dari yoga yang akan populer tahun mendatang adalah streaming yoga dua arah dengan panduan langsung dari instruktur. Latihan yoga ini berbeda dari streaming yang biasa dilakukan. Biasanya, mereka yang melakukan yoga secara streaming, melihatnya dalam bentuk video di sebuah website yoga yang sudah direkam sebelumnya. Tidak dengan streaming yoga dua arah.

Chris Lucas, pengajar yoga dan pendiri yoga interaktif langsung dua arah di website Ompractice, mengatakan, “Kami bukan mencoba menghilangkan studio yoga, tapi kami hanya mencoba memberi tambahan yoga di planet ini.”

Teknologi ini memungkinkan instruktur untuk melihat dan memberi perhatian dari tiap pose yang dilakukan oleh muridnya. Bahkan berbicara langsung. Hanya instruktur terbaik boleh mengajar melalui streaming dua arah ini.

Kehadiran streaming ini akan memudahkan mereka yang ingin melakukan yoga di rumah, kantor, atau bahkan saat sedang berlibur. Yang pasti, memangkas waktu yang diperlukan untuk ke tempat latihan. Selain Ompractice, ada beberapa situs lain yang menawarkan kelas yoga dan kebugaran dua arah, seperti Yogaia dan Peloton.
 

Foto: Shutterstock

4/ Program kebugaran di tempat kerja

Program kebugaran di tempat kerja sudah dijalankan di sejumlah perusahaan, dan tampaknya jadi booming di tahun depan. Tren ini terdiri atas serangkaian program dan layanan yang disediakan manajemen kantor untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran para pekerjanya.

Program yang populer biasanya adalah penurunan berat badan dengan menggabungkan unsur olahraga dan pengaturan pola makan. Program tersebut bisa dilakukan oleh pihak perusahaan maupun bekerja sama dengan pusat kebugaran lokal. Banyak perusahaan makin yakin bahwa kesehatan dan kebugaran karyawan akan meningkatkan produktivitas.
 
 
 
 
Foto: Shutterstock

5/ Olahraga sebagai regimen pengobatan

Inisiatif kesehatan global akan mendorong dokter kesehatan primer serta penyedia layanan kesehatan lain untuk memasukkan penilaian aktivitas fisik dan memberikan rekomendasi pengobatan dengan rujukan kepada tenaga profesional di bidang olahraga. Dengan kata lain, profesional kebugaran akan menjadi bagian dari tim perawatan kesehatan di komunitas lokal.

6/ Kelas pascarehabilitas

Ini adalah program latihan khusus yang dirancang bagi pasien dengan kondisi kesehatan kronis, seperti kanker, penyakit kardiovaskular, parkinson, maupun pemulihan stroke. Pasien dengan gangguan pascatrauma yang kerap terlihat pada tentara yang baru pulang dari medan perang juga akan mendapat program tersebut.

7/ Klinik kesehatan holistik

Menurut Jansen, klinik kesehatan makin berkonsep holistik, yang mencakup berbagai aspek, digunakan untuk menangani kesehatan klien. Peralatan modern kian mudah ditemui di berbagai klinik fisioterapi, kedokteran olahraga, ortopedi, pusat rehabilitasi, sampai pusat kebugaran.
 

Foto: Shutterstock

8/ Vaksin HIV

Menurut para peneliti dari Amerika Serikat, uji vaksin HIV pada manusia diharapkan bisa dimulai pada tahun 2019. Vaksin ini, menurut para peneliti dengan US National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), menargetkan pada bagian yang mudah diserang HIV dan memicu produksi antibodi pada tikus, marmot, dan monyet.

“Para ilmuwan menggunakan pengetahuan detail dari struktur HIV untuk menemukan lokasi yang tidak biasa dari kerentanan virus ini dan merancang vaksin baru potensial,” ujar direktur NIAID, dr. Anthony Fauci, seperti dikutip WebMD. Studi yang sangat baik ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan vaksin HIV yang aman dan efektif. (f)

Baca Juga: