Dok. Femina Media/ Shinta Meliza

 
Interior serba merah muda langsung menyambut femina begitu memasuki Trainstation. Mulai dari tembok, loker, peralatan olahraga, hingga meja rias didominasi warna pink. Lengkap dengan pernak-pernik interior yang cantik dan girlie.

Tidak heran, pusat kebugaran yang berlokasi di Jl. Suryo No.5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini memang merupakan boutique fitness studio khusus wanita.

Menurut Valentina Romauli, Managing Director Trainstation, Chantal Della Concetta, sang pendiri, yang merupakan mantan jurnalis TV, sering merasa tak nyaman kala berolahraga di pusat kebugaran yang dipadati para pria.

“Ditambah lagi, jarang sekali ada boutique fitness khusus wanita,” ujarnya. Karena itu, tercetuslah ide membangun Trainstation yang diresmikan pada tahun 2018.

Media sosial, khususnya Instagram dan website, menjadi sarana untuk mempromosikan boutique fitness yang ditujukan bagi wanita semua umur ini. Selain itu, di awal pembukaan, Valentina juga mengundang orang-orang terdekat untuk berolahraga di Trainstation.

“Sampai akhirnya mereka memberi tahu  ke  teman-temannya. Jadi, yang paling kuat menurut saya adalah word of mouth,” jelasnya.

Trainstation menjanjikan kenyamanan berolahraga bagi wanita. Tak seorang pun pria  yang diperkenankan masuk ke dalam boutique fitness ini. “Kalau banyak laki-laki kan risi, ya. Wanita sering merasa gerakan atau cara berpakaiannya dilihatin,” tambahnya.


(lanjut ke halaman berikutnya)
 
 


 

Dok. Femina Media/ Shinta Meliza
 

Anggota Trainstation akan merasa dimanjakan dengan aneka fasilitas yang berbeda dibandingkan pusat kebugaran pada umumnya. Tak hanya menyediakan sabun mandi, pengering rambut, atau handuk, Trainstation juga menyediakan ragam perlengkapan khas wanita, seperti pencatok rambut, body lotion, gel lidah buaya, micellar water, sampai karet rambut warna pink.

Para ibu yang ingin membawa anak-anaknya ke boutique fitness ini juga tak perlu khawatir karena ada kids corner atau sudut bermain untuk anak-anak supaya tak bosan menunggu sang ibu berolahraga.

“Olahraga sudah menjadi gaya hidup, tak terkecuali bagi wanita. Wanita sering kali punya peran yang banyak, berkarier sekaligus menjadi seorang ibu. Mereka bisa tetap fit di sini,” jelas Valentina.

Target pasar khusus wanita, fasilitas mumpuni, dan desain interior yang mendukung, menjadi nilai lebih Trainstation, jika dibandingkan boutique fitness lain yang menjamur di Jakarta.

Namun, bukan berarti satu-satunya pusat kebugaran khusus wanita di Jakarta Selatan ini tak menemukan tantangan bisnis. “Komitmen anggota dan boutique fitness lain yang bermunculan merupakan tantangan kami,” kata Valentina.


(lanjut ke halaman berikutnya)

 
 



Dok. Femina Media/ Shinta Meliza
 

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Trainstation selalu meminta feedback dari para anggota fitness maupun instruktur.

“Kami mendengarkan apa yang menjadi keinginan anggota. Kami juga ngobrol dengan para trainer untuk mengetahui olahraga apa yang sedang tren sekarang,” jelas Valentina.

Akhir-akhir ini misalnya, menurut Valentina, olahraga yang cepat mengeluarkan keringat tanpa banyak bergerak tengah diminati.

“Karena itu, salah satu kelas yang kami tawarkan adalah inferno hot pilates. Kelas dengan gerakan pilates, namun di ruangan panas. Jadi, setelah satu jam latihan akan banyak mengeluarkan keringat,” jelasnya.

K-pop yang sedang digandrungi anak muda pun tak luput dari perhatian Trainstation. “Kami ada kelas K-pop dance. Peminatnya lumayan banyak,” tambah Valentina.

Guna menarik minat anggota, Trainstation juga memproduksi ragam merchandise dengan desain yang unik dan menarik, seperti T-shirt, tumbler, kettlebell, weekly planner, hingga tote bag. Tentu saja banyak di antaranya yang bernuansa warna pink

Merchandise ini sangat diminati,” ujar Valentina.

Kini, Trainstation memiliki lebih dari 100 orang anggota aktif, dengan jumlah trainer sekitar 28 orang. Kelas yang ditawarkan pun sangat bervariasi, mulai dari pilates, zumba, pound fit, boxing, muay thai, hingga piloxing.

Untuk mengikuti tiap kelasnya dikenakan biaya Rp200.000 per kehadiran. Ada sejumlah paket olahraga yang ditawarkan, jika ingin lebih ekonomis.

“Salah satunya paket unlimited seharga Rp3,5 juta per bulan. Jadi, anggota tersebut bisa mengambil kelas kapan pun dan sebanyak apa pun dalam sebulan,” ucap Valentina.

Dalam jangka panjang Valentina punya visi untuk membuka cabang Trainstation di lokasi lain. “Kami sedang dalam pembicaraan untuk itu. Untuk lokasinya, kami belum ketemu yang pas di mana,” pungkasnya. (f)
 


BACA JUGA:
Prinsip Sukses Membangun Start-up Ala Nadiem Makarim
Pengeluaran Terbesar Milenial : Makan di Restoran, Kopi hingga Taksi
Tip Terima Jastip Tanpa Ganggu Liburan