
Foto: Pixabay
Meskipun sekarang ini kita lebih sering mengenakan masker hingga sebagian wajah tertutup saat bepergian keluar rumah, bukan berarti kita melupakan perawatan wajah. Apalagi kulit wajah merupakan bagian yang sensitif dan mudah mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Pada kulit yang menua, menurut dr Susie Rendra Sp.KK, FINSDV dari Skin Aesthetic Clinic RS Pondok Indah – Puri Indah, terjadi perubahan anatomi pada lapisan-lapisan kulit, misalnya berkurangnya serat kolagen dan elastin, pigmen tidak lagi tersebar merata, berkurangnya kadar pelembap alami, dan bertambah tebalnya lapisan kulit ari.
Perubahan ini akan nampak sebagai menurunnya elastisitas/kekenyalan kulit, serta mulai timbul pigmentasi tidak merata dan flek, kulit tampak kusam, tidak kinclong lagi, hingga melambatnya kesembuhan luka sehingga bekas luka juga lama memudar. Proses penuaan ini mulai terjadi di awal usia 20-an.
Awal tahun 202, sebagai resolusi, mulailah memperhatikan kembali penampilan kulit wajah dan dapatkan kulit yang lebih sehat dan glowing untuk meningkatkan kepercayaan diri.
Menurut dr Susie, ada beberapa ciri kulit sehat dan cerah, antara lain:
1/ Memiliki kelembapan yang baik, tidak kasar, tidak kering, tidak bersisik, dan terasa halus.
2/ Kulit tidak harus putih (tidak perlu menginginkan warna yang bukan genetik kulit asli kita), namun harus memiliki pigmen/warna yang merata, sehingga tidak nampak belang.
3/ Kulit tampak cerah dan tidak kusam.
4/ Memiliki elastisitas dan tingkat kekenyalan yang baik.
5/ Bebas dari penyakit kulit patologis.
Faktor eksternal seperti pancaran sinar matahari yang terlalu banyak, paparan polusi (dari asap kendaraan bermotor dan asap rokok), dan sering mengonsumsi makanan cepat saji dengan kadar gula dan garam yang tinggi dapat mempercepat proses penuaan dini.
Maka dari itu, untuk memiliki kulit wajah sehat dan glowing, dr Susie mengingatkan untuk selalu menerapkan perilaku hidup sehat dengan pola makan seimbang dan tidur yang cukup. Pemilihan dan penggunaan produk perawatan kulit yang tepat dan sesuai juga akan sangat membantu memperlambat proses penuaan kulit Anda.
“Seringkali untuk hasil maksimal, krim saja tidak cukup, diperlukan juga dukungan teknologi medis terdepan sebagai alternatif solusi peremajaan kulit,” ungkap dr Susie.
Baca Selanjutnya: Teknologi Terbaru DNA Salmon

Foto: Unsplash
Teknologi Terbaru DNA Salmon
Selain menerapkan perilaku hidup sehat, kulit glowing juga bisa didapatkan dengan melakukan perawatan menggunakan teknologi. Saat ini, berbagai teknologi medis dikembangkan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan kulit, mulai dari yang ringan seperti peeling kimiawi, mikrodermabrasi, sampai ke teknologi tinggi seperti laser.
Salah satu teknologi baru yang dikembangkan beberapa tahun terakhir ini adalah teknologi DNA salmon. Solusi peremajaan kulit menggunakan teknologi DNA salmon banyak dikerjakan di klinik kecantikan di Korea. Teknologi ini terbukti dapat membantu meremajakan kulit sehingga kulit tampak glowing dan awet muda.
Beberapa keunggulan teknologi DNA salmon antara lain:
1/ Memulihkan struktur jaringan kulit. DNA salmon meningkatkan reproduksi sel, perbaikan struktur sel, dan pemulihan pembuluh darah, sehingga efektif untuk mengembalikan struktur jaringan kulit seperti kerutan dan garis halus.
2/ Mencerahkan kulit. Kandungan peptide yang ada pada formula membantu kulit memproduksi kolagen yang memberikan efek mencerahkan pada kulit Anda.
3/ Melembapkan kulit. Hyaluronic acid dan ascorbic acid yang terkandung dalam formulasi ini juga membantu menjaga kelembapan kulit Anda.
Pada praktiknya, perawatan kulit jenis ini menyuntikan langsung DNA salmon ke kulit wajah. “Perawatan wajah dengan teknologi DNA salmon memerlukan tindakan selama minimal 2-3 kali tergantung dari jenis kulit. Setelah semua prosedur dilaksanakan, efek dari perawatan ini dapat bertahan hingga 3 bulan, dengan dukungan perawatan kulit mandiri yang tepat,” jelas dr Susie. Perawatan kulit menggunakan teknologi DNA salmon ini menjadi layanan terbaru dari Skin Aesthetic Clinic RS Pondok Indah – Puri Indah.
Lantas adakah efeknya? Menurut dr Susie, dalam proses perbaikan jaringan kulit, pasien mungkin akan mengalami efek sementara seperti rash, kulit kemerahan, dan bengkak. Hal ini merupakan hal yang wajar dan hanya akan dialami dalam hitungan jam atau sampai 1 hari setelah tindakan dilakukan.
Walaupun di masa pandemi, perawatan Salmon DNA Glowing Radiance tetap dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang tinggi. Alat medis yang digunakan dalam seluruh tindakan untuk kulit selalu steril, dan hanya sekali pakai untuk setiap pasien. Sebelum melakukan tindakan Salmon DNA Glowing Radiance ini, pasien juga diwajibkan melakukan screening COVID-19 dengan metode rapid test. (f)
Baca Juga:
3 Cara Merawat dan Meremajakan Miss V
Posisi Rahim Turun, Ini Penyebab dan Gejalanya
Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit Akibat Autoimun