Foto: pixabay

Kehamilan adalah masa istimewa bagi wanita, apalagi yang telah lama menantikan kehadiran buah hati hingga menjalani berbagai terapi kesuburan. Saat hamil yang istimewa itu banyak terjadi perubahan pada tubuh wanita. Tak hanya makin berat karena membawa janin yang terus berkembang dalam rahimnya, tubuh wanita hamil pun mengalami banyak perubahan pada kulit, rambut, kuku, dan hormon.

Namun, efek dari perubahan fisiologis pada kulit, kuku, rambut, hormon itu muncul juga berbagai masalah kulit seperti gangguan pigmentasi, jerawat, stretch marks, perubahan vaskular, perubahan glandular, dan kulit menjadi lebih sensitif. Perlu diingat, wanita hamil harus lebih berhati-hati terhadap apapun yang dikonsumsi maupun dioleskan ke tubuhnya, termasuk  krim perawatan. 

Wanita hamil harus memperhatikan kandungan dalam produk perawatan kulit yang digunakannya. Menurut dr. Conny Melly Rosdiana, SpKK yang aman antara lain sunscreen yang mengandung zinc oxide, titanium oxide, alpha hydroxy acid, benzoil peroksida, niacinamide, antibiotik topikal, azelaic acid, vitamin C, kojic acid, hyaluronic acid, dan  peptide.

Sementara itu yang harus dihindari wanita hamil antara lain obat turunan vitamin A, antibiotik, dan steroid. Sementara untuk perawatan kulit, ia menyarankan wanita hamil menghindari produk krim turunan vitamin A, asam salisilat / BHA, dapson, dan bahan pemutih seperti hidroquinon. Baiknya, hindari juga produk yang memiliki kandungan parabens, aluminium klorida, essential oil, fragrance, dan formaldehyde.
 
 

 
Foto: shutterstock
 

Jika sebelum hamil Anda rutin melakukan terapi di klinik spesialis kulit, saat hamil baiknya dokter akan membatasi perawatan. Ibu Hamil dilarang melakukan perawatan seperti botox, filler, skleroterapi, dan radiofrekuensi. Ibu hamil juga sangat dibatasi melakukan terapi laser.

Namun, perawatan seperti mikrodermabrasi, bedah beku, eksisi, dan elektrocauter masih aman jika dilakukan oleh dokter spesialis kulit yang terlatih dan tetap harus berhati-hati. Ada peeling yang masih aman dilakukan wanita hamil tapi ada juga peeling yang tidak boleh dilakukan pada wanita hamil, baiknya konsultasikan dulu dengan dokter. 

Perubahan fisiologi dan gangguan kulit itu biasanya akan reda dengan sendirinya setelah melahirkan. Agar kulit kembali glowing dan mulus setelah melahirkan, jangan terburu-buru melakukan perawatan ini itu. Konsultasikan dulu pada dokter spesialis kulit yang tepercaya, ya. (f)

Baca Juga:

World Health Organisation Menyatakan Burn-out Sebagai Masalah Kesehatan
Melawan Penyakit Degeneratif
Bahaya Pakai Sepatu Hak Tinggi Terlalu Lama