
Foto: Freepik
Penyebab kanker darah atau leukima seperti juga kanker lainnya adalah bersifat multifaktor. Banyak hal bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker, mulai dari riwayat keluarga hingga paparan radiasi dan rokok.
Gejala leukemia akut umumnya tubuh lemas dan pucat. Penderita sering mengalami demam dan berkeringat tanpa diketahui penyebabnya. Mudah sekali terjadi perdarahan di kulit, merasakan nyeri sendi dan tulang, mengalami penurunan berat badan dan nafsu makan berkurang drastis.
Penderita leukemia mielositik kronis sering merasakan sakit perut di kiri atas yang disebabkan oleh pembesaran limpa.
Secara umum, baik di dunia maupun di Indonesia, leukemia dapat diderita oleh orang dewasa maupun anak-anak. Leukemia limfoblastik akut lebih sering dijumpai pada anak-anak, sedangkan leukemia mieloblastik akut, leukemia mielositik kronis dan leukemia limfositik kronis lebih sering dijumpai pada dewasa.
Untuk mengetahui apakah Anda terkena leukemia, Anda bisa melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan membantu Anda mencari pembengkakan kelenjar getah bening, memeriksa limpa dan hati yang membesar. Melakukan tes darah adalah cara terbaik. Jika terlihat hasil tes darah terlihat tidak normal, dokter akan melakukan biopsi sumsum tulang. Tes ini memungkinkan dokter melihat susunan sel-sel di tulang Anda. Dengan pemeriksaan ini, dapat diketahui jenis leukemia dan pengobatan tepat yang akan dilakukan.


Terapi dan Pengobatan
Kemoterapi
Saat ini, pengobatan leukemia yang paling utama dilakukan adalah kemoterapi. Kemoterapi adalah pemberian obat anti kanker yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker tersebut. Pada leukemia akut (AML dan ALL), kemoterapi yang diberikan berupa kombinasi dari beberapa jenis obat yang diberikan dalam bentukan suntikan (injeksi) ke dalam pembuluh darah (intra vena). Sedangkan pada leukemia kronis (CML dan CLL) kemoterapi umumnya berupa tablet/kapsul meskipun pada CLL juga dapat diberikan kemoterapi suntikan.
Terapi Biologi
Terapi ini adalah penggunaan obat-obat khusus untuk meningkatkan kekebalan alami tubuh terhadap kanker. Pada leukemia kronis jenis CML, telah digunakan obat yang dikenal sebagai terapi target yaitu bernama imatinib mesilat dan dasatinib.
Terapi Sel Punca
Terapi sel punca atau transplantasi sumsum tulang merupakan suatu tindakan untuk menggantikan sumsum tulang seorang penderita dengan sumsum tulang yang sehat. Terapi ini telah lama dilakukan pada penderita leukemia akut. Sel punca dapat berasal dari penderita itu sendiri setelah menjalani kemoterapi (disebut transplantasi sumsum tulang otologus) atau berasal dari orang lain (transplantasi sumsum tulang alogenik). Terapi ini diindikasikan pada pasien leukemia akut dengan kelainan genetik yang mempunyai prognosis yang buruk. Contohnya, leukemia akut yang didahului oleh kelainan darah myelodysplastic syndrome sehingga merespons terhadap kemoterapi atau memiliki angka kekambuhan yang tinggi.
Radiasi
Terapi radiasi menggunakan sinar X dosis tinggi berguna untuk menghancurkan sel-sel kanker dan mengecilkan kelenjar getah bening atau pembesaran limpa. Terapi ini dapat dilakukan sebelum transplantasi sel induk.
Transplantasi sel induk (Stem Cell Transplant)
Sel induk dapat membangun kembali suplai sel darah normal dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Sebelum tranplantasi ini, dapat dilakukan radiasi dan kemoterapi yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel di sumsum tulang dan membuat ruang bagi sel-sel induk baru. (f)
Artikel ini pernah terbit di majalah Femina.
Baca Juga:
Kenali Lebih Dalam Penyakit Kanker Darah Seperti Diderita Ani Yudhoyono
Kanker Darah Seperti Yang Diderita Ani Yudhoyono Tidak Cuma Satu Jenis
Artikel ini pernah terbit di majalah Femina.
Baca Juga:
Kenali Lebih Dalam Penyakit Kanker Darah Seperti Diderita Ani Yudhoyono
Kanker Darah Seperti Yang Diderita Ani Yudhoyono Tidak Cuma Satu Jenis