
Dok. Unsplash
Di saat sedang berpuasa, mungkin sulit untuk mempertahankan rutinitas olahraga seperti biasanya, karena pola tidur yang terganggu dan kekurangan cairan. Namun agar tetap sehat selama bulan suci ini, berolahraga tetap perlu dilakukan untuk meningkatkan imunitas dan metabolisme tubuh yang stabil.
"Ramadan seharusnya tidak menjadikan Anda menyerah untuk memiliki tubuh yang bugar. Justru kita bisa menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk mengisi ulang energi sehingga dapat berolahraga setelah lebih dari sebulan di karantina," ujar Ahmed Al Sayed, pelatih pribadi di Fitness First.
Jenis Latihan yang Terbaik
Menurut Ahmed ada tiga aspek kebugaran dasar dalam setiap latihan, yaitu latihan kekuatan, kardio dan fleksibilitas. Mengapa perlu memprioritaskan kekuatan otot adalah karena hilangnya massa otot akan memperlambat metabolisme Anda. Tujuannya adalah untuk menghindari keduanya: kehilangan otot dan penurunan tingkat metabolisme Anda.
"Sementara untuk latihan kardio, saya merekomendasikan sesi dengan intensitas yang ringan, dengan durasi 30 menit dan dilakukan dua hari sekali. Ingat Anda akan mengalami dehidrasi sehingga tubuh akan menggunakan penyimpanan lemak sebagai sumber energi, terutama jika melakukan kardio sebelum buka puasa," jelas Ahmed.
Hal yang juga perlu diingat adalah, olahraga yang dilakukan sebelum berbuka akan membuat tekanan darah menurun. Jadi jangan lewatkan sesi pemanasan dan pendinginan selama berolahraga.
Demikian pula, ketika memulai latihan resistensi. Pilih latihan yang menargetkan tubuh bagian atas sebelum tubuh bagian bawah untuk menghindari penurunan tekanan darah selama atau setelah berolahraga.
"Aspek kebugaran terakhir yang menjadi fokus adalah fleksibilitas untuk menghindari masalah terkait mobilitas yang mungkin Anda hadapi, terutama ketika Anda berolahraga secara normal lagi setelah Ramadhan dan selama liburan Idul Fitri. "
Lanjut ke halaman berikutnya untuk membaca : Waktu Terbaik untuk Berolahraga Saat Puasa
BACA JUGA :
Kekurangan Cairan Bisa Jadi Penyebab Henti Jantung Seperti Diderita Didi Kempot
Redakan Cemas Dengan Latihan Pernapasan Sederhana
Agar Tidak Mudah Lemas dan Dehidrasi Saat Puasa

Dok. Unsplash
Waktu Terbaik untuk Berolahraga
Ketika tubuh kekurangan cairan dan memaksa untuk berolahraga tentunya akan membahayakan kesehatan Anda. Ahmed menyarankan untuk tidak melakukan latihan kardio insentif dan latihan beban berat saat berpuasa. Ia menambahkan bahwa sebaiknya menjadikan sesi kardio hanya dua kali dalam seminggu selama bulan suci ini.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk berolahraga selama bulan Ramadan?
- 90 Menit Sebelum Berbuka Puasa
Melakukan latihan ringan dengan perut kosong sebelum berbuka akan menuai manfaat, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Sebab, tubuh akan menggunakan penyimpanan lemak sebagai sumber energi ketika berolahraga.
Ahmed menyarankan untuk melakukan olahraga intensitas ringan dengan lebih banyak latihan resistensi, tidak terlalu banyak repetisi, beban yang tidak terlalu berat dan banyak peregangan. Di momen ini juga Anda bisa berolahraga dengan cara jalan cepat atau jogging ringan.
- Setelah Makan Malam
Olahraga kardio dengan kondisi perut yang penuh akan sangat sulit dilakukan. Sebaiknya lakukan latihan beban sekitar satu jam setelah berbuka puasa. Namun passtikan Anda minum banyak air untuk rehidrasi.
- Antara Jam 11 - 12 Malam
Untuk yang suka berolahraga malam, jam 11- 12 malam bisa jadi waktu terbaik. Pasalnya di jam tersebut, makanan Anda sudah tercerna baik, sudah cukup beristirahat dan tubuh telah sepenuhnya terhidrasi. Kabar baiknya lagi, olahraga di jam berikut bisa membuat Anda tidur lebih lama.
- Antara Jam 3 - 4 Pagi
Sebelum sahur, Anda juga bisa menyempatkan diri berolahraga. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan energi dari makan malam sebelumnya, namun perut sudah setengah kosong.
Jangan lupa minum air sebelum dan sesudah berolahraga. Anda juga bisa makan lagi untuk mengisi bahan bakar tubuh. Metode ini juga akan membuat Anda mendapatkan energi di pagi hari. (f)
BACA JUGA :
Kekurangan Cairan Bisa Jadi Penyebab Henti Jantung Seperti Diderita Didi Kempot
Redakan Cemas Dengan Latihan Pernapasan Sederhana
Agar Tidak Mudah Lemas dan Dehidrasi Saat Puasa