
Foto: Unsplash
Di masa pandemi COVID-19 kesehatan lansia atau orang yang berusia di atas 60 tahun menjadi perhatian bersama. Mengingat lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan penyakit infeksi karena kekebalan tubuh telah menurun. Perubahan organ tubuh akibat proses penuaan, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan penurunan status fungsional menyebabkan kondisi lansia lebih buruk saat sakit dan membutuhkan masa perawatan di rumah sakit yang lebih lama.
Penyakit infeksi merupakan penyakit yang memakan biaya kesehatan besar, khususnya pada kondisi akut. Salah satu upaya pencegahan penyakit infeksi adalah melalui vaksinasi. Ini merupakan langkah strategis yang paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi pada lansia.
Hingga kini program vaksinasi yang ditanggung oleh pemerintah adalah vaksinasi untuk anak dan ibu hamil. Vaksinasi untuk lansia tidak termasuk di dalamnya. Meskipun demikian, vaksinasi untuk lansia dapat dijangkau di berbagai fasilitas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dan Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah merekomendasikan pemberian vaksin pada orang dewasa dan lansia.
Berikut ini adalah tiga vaksin penting untuk para lansia.
1. Vaksin Influenza
Kerap dianggap ringan, influenza adalah penyakit yang mudah menular dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, hingga menyebabkan kematian pada kelompok berisiko tinggi, yaitu anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis.
Penyakit influenza kerap menyerang orang yang kekebalannya tubuhnya rendah, baik karena faktor usia atau faktor penyakit lain yang diderita. Orang berumur diatas 85 tahun berisiko 32 kali lebih besar meninggal akibat pneumonia yang berkaitan dengan influenza dibandingkan mereka yang berumur 65-69 tahun.
Vaksin influenza efektif memberikan perlindungan hingga 90% bagi orang yang menerima vaksin dalam kondisi sehat, berusia kurang dari 65 tahun, dan menerima vaksin dengan galur (strain) yang sama dengan galur virus influenza yang beredar. Sedangkan pada orang berusia di atas 65 tahun, efikasi dari vaksin ini diperkirakan sekitar 17-53%.
Vaksin influenza membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu dalam proses pembentukan antibodi setelah vaksinasi dilakukan.
Vaksin influenza pada usia lanjut telah terbukti dapat mengurangi risiko angka sakit dan kematian, terutama pada mereka yang memiliki penyakit kencing manis, darah tinggi, dan penyakit jantung. Suatu penelitian di Kanada juga menunjukkan, bahwa pemberian vaksin influenza pada usia lanjut dapat mengurangi angka kesakitan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Vaksin Influenza mudah didapat dan terjangkau, dengan pemberian cukup sekali setiap tahun. Vaksin ini tersedia di berbagai pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik.
Lanjut ke halaman berikutnya : Vaksin Pneumococcal.
BACA JUGA:
Aturan Main Berolahraga pada Masa New Normal
Rahasia Diet Sederhana Demi Tubuh Ideal dan Kesehatan
Cegah Penyebaran COVID19, Produsen dan Pengantar Harus Menjamin Keamanan Pangan

Foto: Unsplash
2. Vaksin Pneumococcal
Infeksi pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia atau pneumokokus berkisar 25-35% dari keseluruhan pneumonia bakterial yang membutuhkan perawatan rumah sakit. Sekitar 90% kematian akibat penyakit ini ditemukan pada usia lanjut.
Mortalitas pneumonia pneumokokus berkisar 6,4% sampai lebih dari 40%. Penyakit akibat bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan ketulian, kerusakan otak, kehilangan anggota tubuh, bahkan kematian.
Vaksin ini bermanfaat mencegah pneumonia (infeksi paru-paru), meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang), dan sepsis (infeksi darah). Vaksin pneumococcal direkomendasikan untuk semua orang yang berusia lebih dari 65 tahun yang diberikan dalam dua tahapan, yaitu vaksin PCV13 terlebih dahulu sebelum PPSV23 dengan jarak interval minimal 1 tahun.
Lanjut ke halaman berikutnya : Vaksin Herpes Zoster.
BACA JUGA:
Aturan Main Berolahraga pada Masa New Normal
Rahasia Diet Sederhana Demi Tubuh Ideal dan Kesehatan
Cegah Penyebaran COVID19, Produsen dan Pengantar Harus Menjamin Keamanan Pangan

Foto: Unsplash
3. Vaksin Herpes Zoster
Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi dari virus varicella zoster (VZV) yang menyebabkan cacar air. Sebagaimana diketahui, adanya imunosenescence menjadikan para lansia rentan terhadap reaktivasi dari virus VZV sehingga ditemukan peningkatan insiden herpes zoster sejalan dengan peningkatan usia.
Komplikasi yang paling umum terhadap penyakit ini adalah neuralgia postherpetik, yang ditandai dengan nyeri kronis selama berbulan-bulan setelah herpes zoster akut.
Vaksinasi herpes zoster membangkitkan imunitas selular spesifik yang sudah menurun sehingga mencegah reaktivasi VZV. Berbagai studi menunjukkan vaksinasi herpes zoster menurunkan insiden neuralgia pasca herpes dan herpes zoster. Studi menunjukkan bahwa vaksin herpes zoster aman diberikan bagi usia lanjut dengan riwayat terkena herpes zoster sebelumnya.
Berdasarkan pemaparan tersebut, vaksinasi khususnya untuk lansia tak bisa dianggap remeh. Selain demi melindungi kesehatan keluarga, vaksin dapat mencegah penularan penyakit di masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup.(f)
BACA JUGA:
Aturan Main Berolahraga pada Masa New Normal
Rahasia Diet Sederhana Demi Tubuh Ideal dan Kesehatan
Cegah Penyebaran COVID19, Produsen dan Pengantar Harus Menjamin Keamanan Pangan