Foto: Pixabay


Jangan sepelekan cuci tangan! Menjaga kebersihan dan mencuci tangan dapat mengurangi risiko terinfeksi berabagai macam penyakit, termasuk COVID-19. Bahkan, jauh sebelum adanya pandemi ini, hasil penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal di tahun 2007 menyebutkan, mencuci tangan lebih efektif mencegah flu dibanding obat atau vaksin.

Hasil penelitian WHO juga menunjukkan hasil yang serupa. Yakni, perilaku cuci tangan pakai sabun mampu mengurangi angka diare hingga 45% dan menurunkan ISPA hingga lebih dari 50%. Jadi #ingatpesanibu ketika kita masih kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum makan. 

Di awal masa pandemi, Jubir Pemerintah untuk COVID-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan ''membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ini penting dilakukan. Ini yang akan jadi kunci untuk membunuh, merusak, dan mematikan virus yang ada di tangan kita.”

Haruskah dengan sabun? Ya, sebab molekul dalam sabun mampu mengganggu sistem dalam mikro organisme seperti virus, bakteri dan kotoran.  Saat virus, bakteri, dan kotoran rusak maka akan terangkat dari kulit lalu hanyut bersama sabun yang dibilas dengan air mengalir.

Kulit tangan kita selalu lembap karena secara alami mengeluarkan minyak. Kerena itu, kuman atau kotoran mudah menempel di tangan. Padahal, tangan kita melakukan berbagai macam pekerjaan, dari membuat makanan hingga membersihkan kotoran.

Bayangkan, jika tanpa sadar kita memegang gagang sapu yang sebelumnya dipegang oleh orang lain yang habis membersihkan kotoran di lantai. Bakteri atau bahkan virus dari kotoran di lantai, berpindah ke gagang sapu, lalu ke tangan kita. Setelah itu, tanpa sadar kita menyentuh muka, atau langsung memegang anak. Mengerikan!
 
Baca selanjutnya: Langkah Mencuci Tangan
 

Foto: Freepik
 
Langkah Mencuci Tangan

Perpindahan bakteri dari tangan dapat dilakukan dengan perilaku sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Agar tangan benar-benar bersih saat mencucinya, ikuti langkah-langkah berikut:

1/ Langkah pertama, basahi tangan dengan air. Gosok sabun pada telapak tangan, lalu usap dan gosok kedua telapak tangan dengan gerakan memutar.
2/ Kedua, usap dan gosok juga bagian kedua punggung telapak tangan secara bergantian.
3/ Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4/ Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
5/ Letakkan ujung-ujung jari ke telapak tangan, kemudian gosok perlahan dengan gerakan memutar.
6/ Genggam pergelangan tangan, usap dan gosok memutar.
6/ Bilas dengan air bersih dan keringkan.

Jangan lupa segera keringkan setelah mencuci tangan, sebab bakteri dapat berkembang biak di tempat yang lembap.

Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat merekomendasikan, cuci tangan dilakukan selama 15-20 detik, dengan anggapan seluruh bagian tangan sudah tercuci dalam jangka waktu ini.  Cara praktisnya, lakukan langkah-langkah mencuci tangan ini sambil menyanyikan lagu alfabet dari A hingga Z.
 
Baca selanjutnya: Kenapa harus dengan air mengalir?
 

Foto: Pexel

Kenapa harus dengan air mengalir?
Mencuci tangan dengan sabun dapat meluruhkan bakteri, kuman, dan virus yang menempel di tangan. Haruskah dengan air mengalir? Sebaiknya ya. Sebab jika menggunakan air dalam wadah atau baskom, terdapat kemungkinan sabun masih ada residu sabun di tangan. Selain itu, ada kemungkinan air dalam baskom sudah terkontaminasi sebelum digunakan untuk mencuci tangan.
 
Menggunakan hand sanitizer bisa menghilangkan bakteri dari tangan. Tapi, sabun dan air jauh lebih efektif. Banyak penelitian menunjukkan bahwa hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol antara 60% dan 95% lebih baik dalam membunuh kuman dibandingkan produk dengan konsentrasi lebih rendah atau atau tanpa alkohol.

Dikutip dari www.ucihealth.org , hand sanitizer bekerja dengan baik dalam kondisi klinis, saat tangan tidak terlalu kotor atau berminyak. Namun, dalam lingkungan normal atau saat melakukan aktivitas normal, hand sanitizer belum tentu dapat membersihkan tangan secara menyeluruh. Keampuhannya semakin berkurang saat digunakan terlalu sedikit atau dilap sebelum benar-benar kering.

Dalam keadaan tidak ada air dan sabun, menggunakan hand sanitizer dapat dilakukan untuk mengganti cuci tangan. Dalam hal tertentu seperti saat hendak makan atau tangan benar-benar kotor, sebaiknya tetap cuci tangan Anda.

Yuk kita #ingatpesanibu untuk mulai dan membiasakan kembali kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas untuk mencegah tertular virus COVID-19. Dan, jangan lupa selalu terapkan #3M lainnya, memakai masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah. (f)
Baca juga:
BPS : Wanita Lebih Patuh Protokol Kesehatan Dibanding Pria
Makanan Bernutrisi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19
Google Maps Hadirkan Fitur Terbaru yang Menampilkan Tren Kasus COVID-19