Foto: Shutterstock

Seperti diketahui, hari ini Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia setelah menjalani perawatan untuk kanker darah yang dideritanya.
 
Leukemia secara populer disebut kanker darah. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang dan jaringan lunak di dalam tulang. Sumsum tulang adalah tempat di mana sel-sel darah diproduksi. 
 
Dokter Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM dari Divisi Hematologi-Okologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan, pada tubuh manusia yang sehat, sumsum tulang akan memproduksi: pertama, sel darah putih (leukosit) yang berfungsi membantu melawan infeksi tubuh Anda. Kedua, sel darah merah (eritrosit) untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Ketiga, trombosit yang mencegah pembekuan darah. 
 
Pada penderita leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih yang abnormal yang disebut sel leukemia. Meski bentuknya sama dengan sel normal, sel abnormal ini begitu keluar dari sumsum akan menuju ke darah perifer (darah tepi). Sel ini tidak bekerja sesuai fungsi sel darah putih seharusnya, mereka juga tumbuh lebih cepat dibandingkan sel normal dan tak berhenti untuk selalu tumbuh. 
 
Seiring waktu, sel-sel leukemia ini mendesak keluar sel darah. Hal ini dapat menyebabkan masalah serius seperti anemia, pendarahan, dan infeksi. Sel-sel leukemia ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan menyebabkan pembengkakan limpa. 

Ternyata leukimia tidak hanya satu macam. 
 
 
 

Tipe-Tipe Leukimia 
 
Ada beberapa jenis leukemia. Secara umum, leukemia dikelompokkan oleh seberapa cepat sel tersebut akan berakibat buruk dan jenis sel darah putih yang mempengaruhi. Leukimia dapat berupa leukemia akut atau kronis. 
 
Leukemia akut akan menyebabkan penderita merasakan sakit secara cepat. Keadaaan cepat memburuk bahkan dalam hitungan minggu. Sedangkan leukemia kronis, tidak menimbulkan gejala pada penderita selama bertahun-tahun dan memburuk secara perlahan. Penderita memiliki harapan hidup lebih lama, bahkan hingga 5 tahun. 
 
Dilihat dari jenisnya, leukemia dapat dibedakan menjadi empat:
 
Leukemia limfoblastik akut (ALL): ALL mempengaruhi sel-sel limfoid dan tumbuh dengan cepat. Setiap tahun, lebih dari 5.000 kasus baru leukemia dari jenis ini. ALL paling umum terjadi pada anak-anak, namun tak menutup kemungkinan menjangkiti orang dewasa.
 
Leukemia mielositik akut (AML): AML mempengaruhi sel-sel myeloid dan tumbuh dengan cepat. Setiap tahun, lebih dari 13.000 kasus baru dari leukemia jenis ini. Penyakit ini terjadi pada orang dewasa dan anak-anak
 
Leukemia limfositik kronis (CLL): CLL mempengaruhi sel-sel limfoid dan biasanya tumbuh perlahan-lahan. Setiap tahun, lebih dari 15.000 kasus baru dari leukemia jenis ini. Paling sering, orang didiagnosis dengan penyakit ini di atas usia 55. Jenis ini hampir tidak pernah menjangkiti anak-anak.
 
Leukemia mielositik kronis (CML): CML mempengaruhi sel-sel myeloid dan biasanya tumbuh lambat pada awalnya. Setiap tahun, ditemukan hampir 5.000 kasus baru dari leukemia jenis ini. CML terutama menyangkiti orang dewasa.

Apa Penyebabnya? 
 
 



 
Seperti diketahui, leukemia terjadi akibat perubahan (mutasi) pada sel asal di sumsum tulang yang menyebabkan sel tersebut membelah dan bertambah banyak dalam jangka waktu yang cepat. Namun, hingga kini, para ahli tidak mengetahui secara pasti penyebab utama leukemia. Namun, beberapa hal ini diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia: 
 
- Paparan radiasi yang tinggi. Contohnya pada penduduk Hiroshima dan Nagasaki saat Jepang terkena bom atom di  Perang Dunia II.
 
- Bekerja di tempat yang menggunakan bahan kimia tertentu, seperti benzene.  
 
- Sedang menjalankan kemoterapi untuk mengobati kanker lain.
 
- Memiliki anggota keluarga penderita leukemia mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena leukemia.
 
- Orang yang memiliki down syndrome atau penyakit genetik lainnya. 
 
- Merokok.  (f)