
Dok. Pixabay
Berkelana rasa jajanan pinggir jalan saat traveling ke luar negeri jadi agenda yang selalu ditunggu oleh banyak pelancong. Murah di kantong, enak, dengan pilihan, penampilan dan aroma yang membuat lapar mata.Meski begitu, tak sedikit yang menuding street food ini sebagai penyebab penyakit. Padahal, jika tahu cara mengonsumsi yang benar, ada nilai gizi sehat yang bisa Anda dapatkan. Berikut saran Hindah Muaris, pakar kuliner dari Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor:
1/ Okonomiyaki (+ 200 kalori per porsi)
Semacam fuyung hai dari Jepang ini terbuat dari adonan tepung terigu dan telor ayam dengan isi irisan kol, daun bawang, potongan ikan, daging sapi, udang, cumi-cumi, dan lainnya sesuai selera, digoreng di atas wajan datar (biasa disebut teppan). Disajikan bersama mayones, serutan ikan bonito asap (kastuobushi), rumput laut kering (aonori), dan saus okonomiyaki yang manis.
Perhatikan ini: Mengingat kalorinya yang sangat tinggi, jajanan ini idealnya dimakan beramai-ramai. Sedikit saja, sudah cukup mengenyangkan. Komposisi sumber kalori dari protein cukup mendominasi makanan ini. Pilih yang bahannya segar.
2/ Khao Niao Durian ( + 300 kalori per 100 gram)
Dessert yang creamy dari Thailand. Terbuat dari ketan kukus dan daging durian yang dilembutkan.
Perhatikan ini: Sangat manis dan tinggi kalori, sehingga sebaiknya dihindari bagi penderita diabetes.
3/ Pho bo (+ 100 kalori per mangkuk kecil)
Sup dari kaldu sapi berisi tauge, daun mint, daun ketumbar, daun basil, mi dari tepung beras (pho). Makan ini khas negara Vietnam.
Perhatikan ini: Makanan ini layak dijadikan menu utama, bukan sekadar camilan, karena memiliki gizi yang lengkap.
4/ Hong Kong Egg Waffle (+ 300 Kalori per porsi)
Seperti namanya, waffle dengan bentuk permukaan menonjol seperti telur ini berasal dari Hong Kong. Waffle ini terbuat dari adonan telur, gula, dan susu. Kadang diberi topping berupa lelehan cokelat, madu, atau potongan buah.
Perhatikan ini: Alternatif untuk sarapan, namun batasi porsinya karena makanan ini kaya karbohidrat. Akan lebih segar dimakan bersama buah.
5/ Halo Halo (+400 Kalori per mangkuk)
Dessert asal Filipina ini mirip es campur a la Indonesia. Isinya mulai dari kacang merah, kelapa, sirup dan buah, dengan tambahan es krim, susu dan serutan es batu.
Perhatikan ini: Rasanya sangat nikmat. Terutama dengan tambahan kacang merah yang kaya antioksidan. Bahkan kualitas antioksidannya lebih besar daripada blueberry, yang sering disebut sebagai sumber antioksidan. Kalau menggunakan kacang kalengan, harus dicuci dulu untuk mengurangi kandungan garam dan zat aditif lainnya sebelum dimasak.

Dok: Pixabay
6/ Taco (+ 500 Kalori untuk 1 ukuran besar)
Makanan khas Meksiko, berupa tortilla yang dilipat berisi olahan daging sapi, potongan selada, dan tomat.
Perhatikan ini: Dapat dijadikan makanan utama, bukan jajanan lagi, karena cukup lengkap kandungan gizinya. Imbangi dengan minuman dan buah-buahan untuk menentralkan kandungan natriumnya.
7/ Bhel puri (+ 500 Kalori per100 gram)
Puffed rice (berondong dari beras) dicampur soun goreng, potongan tomat, bawang, kentang, kacang, daun ketumbar, dan asam. Banyak dijajakan di jalanan kota-kota besar di India.
Perhatikan ini: Dapat dijadikan variasi sarapan atau makan malam. Perhatikan juga kandungan sodiumnya yang tinggi. Imbangi dengan banyak minum. Jika Anda tak kuat dengan cita rasa rempah yang terlalu menyengat, netralkan dengan buah-buahan.
8/ Apfelstrudel (+ 400 kalori per potong atau per + 200 gram)
Pastry berisi potongan apel yang sebelumnya dimasak dalam larutan gula, kayu manis, kismis dan remahan roti. Di negara asalnya Jerman, camilan ini jadi favorit semua usia.
Perhatikan ini: melihat bahan dan cara memasaknya, jelas bahwa jajanan yang satu ini kalorinya sangat tinggi, jadi batasi porsinya.
9/ Calzone ( + 350 per 100 gram)
Calzone merupakan jajanan populer di Italia yang terbuat dari adonan pizza, lalu diisi dan dilipat hingga berbentuk setengah lingkaran.
Perhatikan ini: Selain versi panggang, ada juga versi calzone goreng dengan isian tomat dan keju mozzarella yang bernama panzerotti. Seperti halnya pizza dapat digunakan sebagai makanan utama, tapi tetap batasi porsinya. Jangan lupa untuk mengkombinasikannya dengan makanan lain yang berserat tinggi.
10/ Gimbab (+ 150 Kalori per 100 gram)
Sering disebut sebagai 'Korean sushi'. Umumnya berbahan kepiting, mentimun, telur, daging sapi dan wortel, yang digulung dalam nasi dan selembar rumput laut yang dikenal dengan gim.
Perhatikan ini: Jajanan yang satu ini bisa jadi alternatif makanan selingan padat gizi untuk sarapan atau makan malam karena mengandung kabohidrat, protein, dan vitamin yang cukup. Hanya, pastikan kesegaran bahan-bahannya, seperti sayuran wortel dan mentimun. Perhatikan juga kesegaran bahan daging sapi atau kepitingnya.
11/ Churros (+ 250 kalori 100 gram)
Belakangan camilan asal Spanyol ini jadi primadona warga Jakarta. Adonan manis dibentuk memanjang dan digoreng hingga renyah. Disantap dengan taburan gula dan kayu manis atau cokelat panas kental.
Perhatikan ini: Kandungan dari jajanan yang satu ini memang melulu tepung dan gula. Meski legit cokelat bisa membuat bahagia, tapi terlalu banyak gula bisa membuat merana. Rasanya, seporsi berdua akan terasa lebih nikmat dan jauh dari ancaman kalori. f
1/ Okonomiyaki (+ 200 kalori per porsi)
Semacam fuyung hai dari Jepang ini terbuat dari adonan tepung terigu dan telor ayam dengan isi irisan kol, daun bawang, potongan ikan, daging sapi, udang, cumi-cumi, dan lainnya sesuai selera, digoreng di atas wajan datar (biasa disebut teppan). Disajikan bersama mayones, serutan ikan bonito asap (kastuobushi), rumput laut kering (aonori), dan saus okonomiyaki yang manis.
Perhatikan ini: Mengingat kalorinya yang sangat tinggi, jajanan ini idealnya dimakan beramai-ramai. Sedikit saja, sudah cukup mengenyangkan. Komposisi sumber kalori dari protein cukup mendominasi makanan ini. Pilih yang bahannya segar.
2/ Khao Niao Durian ( + 300 kalori per 100 gram)
Dessert yang creamy dari Thailand. Terbuat dari ketan kukus dan daging durian yang dilembutkan.
Perhatikan ini: Sangat manis dan tinggi kalori, sehingga sebaiknya dihindari bagi penderita diabetes.
3/ Pho bo (+ 100 kalori per mangkuk kecil)
Sup dari kaldu sapi berisi tauge, daun mint, daun ketumbar, daun basil, mi dari tepung beras (pho). Makan ini khas negara Vietnam.
Perhatikan ini: Makanan ini layak dijadikan menu utama, bukan sekadar camilan, karena memiliki gizi yang lengkap.
4/ Hong Kong Egg Waffle (+ 300 Kalori per porsi)
Seperti namanya, waffle dengan bentuk permukaan menonjol seperti telur ini berasal dari Hong Kong. Waffle ini terbuat dari adonan telur, gula, dan susu. Kadang diberi topping berupa lelehan cokelat, madu, atau potongan buah.
Perhatikan ini: Alternatif untuk sarapan, namun batasi porsinya karena makanan ini kaya karbohidrat. Akan lebih segar dimakan bersama buah.
5/ Halo Halo (+400 Kalori per mangkuk)
Dessert asal Filipina ini mirip es campur a la Indonesia. Isinya mulai dari kacang merah, kelapa, sirup dan buah, dengan tambahan es krim, susu dan serutan es batu.
Perhatikan ini: Rasanya sangat nikmat. Terutama dengan tambahan kacang merah yang kaya antioksidan. Bahkan kualitas antioksidannya lebih besar daripada blueberry, yang sering disebut sebagai sumber antioksidan. Kalau menggunakan kacang kalengan, harus dicuci dulu untuk mengurangi kandungan garam dan zat aditif lainnya sebelum dimasak.

Dok: Pixabay
Makanan khas Meksiko, berupa tortilla yang dilipat berisi olahan daging sapi, potongan selada, dan tomat.
Perhatikan ini: Dapat dijadikan makanan utama, bukan jajanan lagi, karena cukup lengkap kandungan gizinya. Imbangi dengan minuman dan buah-buahan untuk menentralkan kandungan natriumnya.
7/ Bhel puri (+ 500 Kalori per100 gram)
Puffed rice (berondong dari beras) dicampur soun goreng, potongan tomat, bawang, kentang, kacang, daun ketumbar, dan asam. Banyak dijajakan di jalanan kota-kota besar di India.
Perhatikan ini: Dapat dijadikan variasi sarapan atau makan malam. Perhatikan juga kandungan sodiumnya yang tinggi. Imbangi dengan banyak minum. Jika Anda tak kuat dengan cita rasa rempah yang terlalu menyengat, netralkan dengan buah-buahan.
8/ Apfelstrudel (+ 400 kalori per potong atau per + 200 gram)
Pastry berisi potongan apel yang sebelumnya dimasak dalam larutan gula, kayu manis, kismis dan remahan roti. Di negara asalnya Jerman, camilan ini jadi favorit semua usia.
Perhatikan ini: melihat bahan dan cara memasaknya, jelas bahwa jajanan yang satu ini kalorinya sangat tinggi, jadi batasi porsinya.
9/ Calzone ( + 350 per 100 gram)
Calzone merupakan jajanan populer di Italia yang terbuat dari adonan pizza, lalu diisi dan dilipat hingga berbentuk setengah lingkaran.
Perhatikan ini: Selain versi panggang, ada juga versi calzone goreng dengan isian tomat dan keju mozzarella yang bernama panzerotti. Seperti halnya pizza dapat digunakan sebagai makanan utama, tapi tetap batasi porsinya. Jangan lupa untuk mengkombinasikannya dengan makanan lain yang berserat tinggi.
10/ Gimbab (+ 150 Kalori per 100 gram)
Sering disebut sebagai 'Korean sushi'. Umumnya berbahan kepiting, mentimun, telur, daging sapi dan wortel, yang digulung dalam nasi dan selembar rumput laut yang dikenal dengan gim.
Perhatikan ini: Jajanan yang satu ini bisa jadi alternatif makanan selingan padat gizi untuk sarapan atau makan malam karena mengandung kabohidrat, protein, dan vitamin yang cukup. Hanya, pastikan kesegaran bahan-bahannya, seperti sayuran wortel dan mentimun. Perhatikan juga kesegaran bahan daging sapi atau kepitingnya.
11/ Churros (+ 250 kalori 100 gram)
Belakangan camilan asal Spanyol ini jadi primadona warga Jakarta. Adonan manis dibentuk memanjang dan digoreng hingga renyah. Disantap dengan taburan gula dan kayu manis atau cokelat panas kental.
Perhatikan ini: Kandungan dari jajanan yang satu ini memang melulu tepung dan gula. Meski legit cokelat bisa membuat bahagia, tapi terlalu banyak gula bisa membuat merana. Rasanya, seporsi berdua akan terasa lebih nikmat dan jauh dari ancaman kalori. f