Foto: Pixabay
 
Tanpa kita sadari, tubuh kita melakukan interaksi dengan tubuh-tubuh lain di sekitar kita melalui pancaran energi elektromagnetik, yang dikenal dengan istilah aura. Aura inilah yang mengindikasikan karakter, dan kesehatan jasmani serta rohani seseorang. Kemampuan melihat aura bisa membantu kita mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitar, sehingga kita mampu memberikan respons bijak. Kabar gembiranya, tak perlu memiliki indera keenam untuk bisa melihat aura. Cukup kesungguhan hati dan latihan rutin.
 
Aura merupakan medan energi elektromagnetik tubuh yang berfungsi sebagai pelindung. Penampakannya seperti lapisan sinar yang membungkus tubuh. Tidak semua orang mempunyai kemampuan melihat medan aura ini. Sebab, warna-warna aura berada empat oktaf di bawah frekuensi warna sinar yang bisa dilihat oleh mata fisik. Mata manusia normal hanya bisa melihat gradiasi warna dari merah sampai ungu (violet). Sedangkan aura memiliki frekuensi berada di bawah warna merah.
 
”Ilmu membaca aura itu bukan ilmu klenik, seperti yang selama ini disalahpahami oleh banyak orang,” ujar Debra Maria Rumpesak , MsT, Cht., pakar aura dan chakra healing. Pembuktian ilmiah terhadap keberadaan aura sudah banyak dilakukan, bahkan risetnya telah bermula sejak 1935. Ditandai dengan ditemukannya teknologi Foto Kirlian oleh ilmuwan asal Rusia, S. Kirlian. Melalui teknologi ini, Kirlian mampu merekam bias aura eterik atau aura inti tubuh yang berwarna putih.
 
Pada 1987, Guy Coggings dari Prancis menemukan kamera Progen Aura yang bisa menangkap warna-warni aura emosional yang melapisi bagian luar aura eterik. Sayangnya, dengan alat ini kita hanya bisa melihat hasil jepretan yang bersifat statis. Baru di akhir 1998, Fisslinger asal Jerman, berhasil menemukan teknologi Aura Video Station (AVS). Dengan alat ini seseorang bisa melihat pergerakan auranya secara dinamis di layar monitor.


”Kemampuan membaca aura tidak eksklusif bagi mereka yang memiliki indera keenam saja, tapi bisa dilatih.” Debra Maria Rumpesak , MsT, Cht, lulusan Therapeutics Massage & Wellness Institute, Pittsburgh, Pennsylvania 

Meski tahapan cara membaca aura banyak dibahas dan bisa diunduh secara gratis dari dunia maya, praktiknya tidak semudah itu. Hanya berlatih memfokuskan padangan dan konsentrasi saja tidak bisa membuat Anda melihat bias aura yang menyelubungi seseorang. Berikut ini langkah-langkah awal yang perlu Anda kuasai:

1. Munculkan sifat kekanak-kanakan Anda.
Anak-anak memiliki hasrat besar untuk mengenal, mengagumi, dan menikmati dunia sekelilingnya dengan sepenuh hati. Lain kali Anda beraktivitas, cobalah untuk melakukan dengan tidak sambil lalu. Tetapi perhatikan setiap sensasi yang Anda tangkap, seperti bentuk, warna, dan rasa dengan lebih saksama.

2. Jangan terlalu mengandalkan logika.
Anak-anak selalu mengatakan secara terus terang tentang apa yang mereka pikir dan rasakan.

3. Melakukan relaksasi atau tahapan meditatif.
Di sini kita akan belajar memfokuskan diri pada satu pikiran, agar otak kita berpindah ke gelombang alpha. Anda bisa fokus pada proses menghirup dan menghembuskan nafas, atau bisa juga memikirkan sebuah pemandangan.  Dalam kondisi meditatif inilah kita belajar mempertajam pikiran yang berlaku sebagai ’antena’ atau sensor alami kita.

Mau tahu cara mempertajam pikiran? Lanjutkan membaca ke halaman selanjutnya.
 
 


Ada tiga jenis latihan untuk mempertajam pikiran yang berlaku sebagai sensor alami kita:
 
a. Mempertajam kemampuan menyentuh.
Latihan ketajaman sensor peraba ini akan membantu kita untuk merasakan informasi dari suatu objek atau manusia yang sedang Anda amati. Dengan mata tertutup, dan dengan mengandalkan jari jemari Anda, rasakan berbagai permukaan kain, baik ketebalan maupun teksturnya.
 
b. Mempertajam kemampuan kinesthesia.
Caranya cukup sederhana. Setiap kali melakukan aktivitas, rasakan otot-otot dan sendi-sendi Anda bekerja. Latihan ini akan membantu Anda memvisualkan sensasi-sensasi yang muncul di pikiran Anda.
 
c. Mempertajam kemampuan visualisasi.
Dalam latihan ini kita belajar membuat pengalaman yang tidak terlihat, atau sebuah kesan yang teramat samar menjadi kelihatan atau konkret, sehingga dapat dideskripsikan. Caranya, visualisasikan sebuah pemandangan dan buat diri Anda merasa nyaman saat melihatnya dan gerakkan gambar dan orang-orang yang ada di dalamnya.
 
Cepat tidaknya seseorang belajar membaca aura sangat bergantung pada kadar kepercayaannya terhadap aura itu sendiri. Makin percaya, dan menerima apa adanya, akan makin cepat.

”Asal benar-benar berlatih, dalam sehari pun bisa!” kata Debra, meyakini.

Kalau Anda tak cukup sabar untuk belajar, Anda bisa memanfaatkan mesin AVS untuk mengukur kesehatan medan aura, yang meliputi luas dan kepadatan medan energi tersebut. (f)

Baca Juga:

Membaca Emosi Pasangan Lewat Aura
Ingin Aura Anda Lebih Kuat dan Awet Muda? Coba Totok Wajah