
Foto: Pixabay
Di Indonesia, sebanyak 48 persen bayi meninggal saat berusia 0-28 hari. Fakta menyedihkan itu dipaparkan oleh konsultan Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. med. dr. Damar Prasmusinto, SpOG(K), pada konferensi pers Kalbe Blackmores Nutrition bertajuk Pentingnya Asupan Multi-mikronutrien untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Kamis (10/8), di Jakarta.
Mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Sementara yang termasuk dalam makronutrien adalah karbohidrat, protein, dan lemak.
“Asupan mikronutrien, bahkan, seharusnya sudah dikonsumsi oleh wanita saat sedang merencanakan kehamilan. Misalnya, wanita yang sebentar lagi akan menikah dan berniat segera punya anak,” ujar Damar.
Selain terlambat mengonsumsi mikronutrien, Damar menambahkan, sebanyak 70 persen total kalori yang dikonsumsi ibu hamil di Indonesia hanya berasal dari karbohidrat.
Baca juga:
8 Camilan Pilihan Ibu Hamil
5 Bahan Makanan Yang Bagus untuk Ibu Menyusui
Padahal, ketika hamil dan menyusui, seorang ibu memerlukan tambahan asupan mikronutrien asam folat, zat besi, yodium, kalsium, dan omega-3. Asupan yang baik itu bukan hanya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga meningkatkan performa dan produktivitas anak ketika ia tumbuh dewasa.
“Kekurangan asupan mikronutrien itu sebenarnya bisa diatasi dengan meningkatkan konsumsi sayur, buah-buahan segar, dan berbagai jenis sumber protein. Namun, bisa juga dibantu dengan asupan suplemen yang dianjurkan dokter,” papar Direktur Blackmores Institute, Assoc. Professor Dr. Lesley Braun, PhD.
Berikut ini 5 mikronutrien yang dibutuhkan oleh wanita yang berencana hamil, ibu hamil, dan ibu menyusui:
1/ Zat Besi
Fungsi: mengurangi tingkat keguguran, mengurangi risiko bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Akibat kekurangan zat besi: efek samping pada kinerja kognitif dan perkembangan dan pertumbuhan fisik bayi
Terdapat dalam: bayam, daging sapi, kacang merah, tomat dan kentang

foto: Pixabay
2/ Asam folat
Fungsi: asam folat bertindak sebagai kofaktor untuk reaksi penting dalam sel, diperlukan dalam sintesis asam nukleat DNA, mencegah neural tube defect (NTD) atau cacat bawaan yang timbul akibat tidak sempurnanya penutupan tabung saraf selama pertumbuhan janin.
Akibat kekurangan Asam folat: meningkatkan risiko cacat bawaan yang timbul akibat tidak sempurnanya penutupan tabung saraf, meningkatkan risiko kelahiran dini (prematur) dan bayi memiliki Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), menghambat pertumbuhan janin.
Terdapat dalam: bayam, brokoli, kacang polong, lentil, serealia utuh, hati sapi.

foto: Pixabay
3/ Kalsium
Fungsi: penyusun tulang dan gigi, mencukupi kebutuhan kalsium tulang janin maupun untuk kebutuhan kalsium Ibu, mengurangi risiko pre-eklamsia atau hipertensi pada ibu hamil.
Akibat kekurangan kalsium: meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, terutama pre-eklamsia di masa kehamilan, pertumbuhan tulang janin tidak sempurna yang menyebabkan bayi lahir dengan kondisi tulang tidak normal atau keropos.
Terdapat dalam: susu sapi, ikan sarden, ikan salmon, brokoli, pok choy kecil, tahu, kacang almond, susu kedelai.

Foto: Pixabay
4/ Yodium
Fungsi: membantu perkembangan kemampuan motorik visual dan pendengaran, membantu perkembangan kognitif janin.
Akibat kekurangan yodium: menghambat perkembangan jaringan otak dan saraf janin, gangguan fungsi mental yang dapat berpengaruh terhadap kehilangan poin IQ hingga 15 poin.
Terdapat dalam: ikan cod, udang, tuna, telur ayam, rumput laut.

Foto: Pixabay
5/ Omega-3 (terutama DHA)
Fungsi DHA12, 13, 14, 15: mendukung perkembangan saraf terutama otak dan mata bayi, mengurangi risiko kelahiran dini, mengurangi potensi perkembangan kognitif yang lambat.
Akibat kekurangan DHA12, 13, 14, 15: perkembangan kognitif anak lebih lambat, mengurangi potensi alergi pada anak.
Terdapat dalam: ikan salmon, ikan cod, ikan sarden, biji flax, biji chia. (f)