Foto: shutterstockMemiliki kulit bak porselen layaknya wanita Korea menjadi dambaan banyak kaum hawa. Mencari bantuan ke etalase produk kecantikan?
Jangan kaget, di etalase supermarket, Anda pun bisa menemukan makanan yang punya khasiat kecantikan. Salah satunya, makanan fermentasi yang akhir-akhir ini disebut-sebut sebagai makanan yang bisa membuat kulit tetap awet muda.
Makanan fermentasi telah dikembangkan berabad-abad yang lalu sebagai sarana untuk menjaga pasokan makanan saat berbulan-bulan melalui musim dingin. Sauerkreaut misalnya, yang terbuat dari fermentasi sayuran (kol putih yang diiris tipis) dan populer di Jerman.
Pasukan Perang Romawi kuno juga dikabarkan melakukan perjalanan berbekal sauerkraut untuk mencegah infeksi usus. Keindahan kulit wanita Korea juga tak lepas dari pengaruh pola makan mereka yang wajib menghadirkan kimchi. Bahannya dari lobak atau sawi yang diolah dengan cabai atau bumbu lain, lalu difermentasi.
Selain rasanya yang enak, dalam kimchi terdapat enzim hidup dan probiotik yang menguntungkan untuk proses pencernaan yang efektif. Bukan hanya proses fermentasinya yang baik, bahan pangan yang digunakan (sayuran) juga kaya serat dan vitamin (A dan C), yang sangat baik untuk pencernaan dan kecantikan kulit. Bahkan, kimchi disebut-sebut sebagai superfood terbaik di dunia, karena membuat tubuh tetap langsing dan wajah awet muda.
Gochujang (pasta cabai) juga tak bisa dipisahkan dari keseharian wanita Korea. Pasta cabai ini termasuk produk fermentasi yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu membakar lemak. Kandungan nutrisi dan vitamin C dalam pasta ini bisa membantu mengencangkan kulit dan menjaga kebugaran otot.
Pasukan Perang Romawi kuno juga dikabarkan melakukan perjalanan berbekal sauerkraut untuk mencegah infeksi usus. Keindahan kulit wanita Korea juga tak lepas dari pengaruh pola makan mereka yang wajib menghadirkan kimchi. Bahannya dari lobak atau sawi yang diolah dengan cabai atau bumbu lain, lalu difermentasi.
Selain rasanya yang enak, dalam kimchi terdapat enzim hidup dan probiotik yang menguntungkan untuk proses pencernaan yang efektif. Bukan hanya proses fermentasinya yang baik, bahan pangan yang digunakan (sayuran) juga kaya serat dan vitamin (A dan C), yang sangat baik untuk pencernaan dan kecantikan kulit. Bahkan, kimchi disebut-sebut sebagai superfood terbaik di dunia, karena membuat tubuh tetap langsing dan wajah awet muda.
Gochujang (pasta cabai) juga tak bisa dipisahkan dari keseharian wanita Korea. Pasta cabai ini termasuk produk fermentasi yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu membakar lemak. Kandungan nutrisi dan vitamin C dalam pasta ini bisa membantu mengencangkan kulit dan menjaga kebugaran otot.
Foto: shutterstockLain halnya di Jepang. Masyarakatnya terbukti berkulit bersih dan awet muda, salah satunya berkat produk fermentasi, antara lain suguki (acar lobak) dan miso. Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa ketiga bahan tersebut merupakan sumber bakteri asam laktat yang baik untuk sistem pencernaan.
Makanan fermentasi paling populer di Jepang adalah natto, yang terbuat dari kedelai kukus
yang difermentasi. Saking larisnya, tiap tahun, sekitar 110.000 ton kacang kedelai diolah menjadi 220.000 ton natto di Jepang.
Dahulu, masyarakat Jepang menggunakan jerami untuk membuat natto. Jerami ini diisi kacang kedelai kukus, kemudian disimpan di tempat hangat serta lembap menggunakan bakteri hidup Bacillus natto. Dalam proses ini, protein dan glusida terurai dan menghasilkan lendir khas natto. Kini, natto telah diproduksi di pabrik-pabrik dengan menyemprotkan Bacillus natto pada kacang kedelai.
Meskipun aromanya kurang sedap, produk ini bernutrisi. Berbagai zat penting dihasilkan dalam proses tersebut, antara lain vitamin B2 dan K, juga mineral berupa zat besi, kalium, dan kalsium. Terbentuk pula enzim yang baik untuk pencernaan.
Di Bulgaria, masyarakatnya tetap bugar dan sehat, juga berkulit halus, karena mengonsumsi
yoghurt kental khas Bulgaria. Kebiasaan yang sudah berlangsung ratusan tahun lalu ini masih tetap bertahan. Masyarakat Bulgaria mampu menjalani hidup modern tanpa menghilangkan sisi tradisional, sehingga Bulgaria dikenal sebagai negara yang mengangkat yoghurt ke mata dunia.
Gagasan bahwa yoghurt berperan dalam memperpanjang usia berasal dari Pegunungan Rhodope di Bulgaria dengan penduduk berusia 100 tahun terbanyak di dunia. Yoghurt merupakan produk fermentasi berupa susu yang diberi tambahan bakteri hidup, seperti Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, ataupun Bifidobacterium.
Proses fermentasi membuat yoghurt bertekstur kental dengan cita rasa asam segar. Konon, yoghurt dibuat tanpa sengaja, hadir pada tahun 1700-an saat imigran Turki mempromosikannya ke luar Turki.
Sekarang yoghurt bagian dari gaya hidup sehat. Jika dikonsumsi teratur, maka akan terjadi penurunan berat badan, metabolisme sehat, serta tekanan darah yang lebih baik. Yoghurt juga baik untuk sistem pencernaan, kesehatan tulang, kesehatan kulit wajah dan tubuh, serta kesehatan rambut. (f)
Baca Juga:
Sorgum, Super Food Lokal Pengganti Quinoa
Daun Bangun-Bangun Untuk Ibu Menyusui. Mitos Atau Fakta?
Bosan Coba-coba Aneka Diet? Temukan Yang Tepat Dengan Cek DNA
Berlianti Savitri
Editor: Nuri Fajriati