Foto: Pixabay


Saat liburan adalah momen paling tepat untuk relaksasi, tapi tetap aktif. Bahkan, ini bisa menjadi cara Anda untuk memulai kembali gaya hidup sehat untuk mengembalikan fungsi tubuh ke kondisi prima saat kembali ke rutinitas setelah liburan. Berikut lima kunci untuk mengawali hari dan panen energi sepanjang hari dari Trainer Kesehatan dan Produktivitas Perusahaan dr. Phaidon Toruan. Klik laman berikutnya.
 
 
Foto: Pixabay

Air hangat di pagi hari
Awali hari Anda dengan segelas air putih hangat di pagi hari. Air yang Anda minum akan mendorong enzim-enzim bersifat racun yang diproduksi di mulut selama kita tidur masuk ke dalam lambung untuk menjalani proses detoksifikasi.
 
“Apabila memungkinkan, pilih air destilasi. Tunggu sekitar 20 menit sebelum Anda ingin mengonsumsi yang lainnya. Jadi jangan langsung diikuti dengan sarapan atau minum kopi, karena dengan begitu Anda akan mendapat manfaat minimal dari apa yang telah diproduksi oleh tubuh,” jelas dr. Phaidon.   
 
 

Foto: Pixabay

Pilih sarapan yang tepat
Ditambah dengan pemilihan menu sarapan yang pas, maka tubuh akan bekerja optimal di awal hari. Sarapan yang benar harus mencakup karbohidrat komplek, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Masih ingin mempertahankan kebiasaan makan pagi seperti bubur ayam atau mie goreng? Boleh-boleh saja, tapi ada triknya!
 
Bumbu bubur boleh ala tukang bubur langganan, tapi kali ini ganti buburnya dengan oatmeal. Untuk mie goreng, tetap gunakan bumbu-bumbu seperti biasa, tapi ganti mie telur Anda dengan pasta dan goreng dengan minyak non kolestrol.

Tapi buat mereka yang sibuk, sarapan setangkup roti isi dengan roti gandum dan mentega yang sehat. Ingin menambahkan selai kacang? Boleh saja, tapi pilih selai kacang yang tidak mengandung gula di bahannya.
 
 
 
Foto: Pixabay
 
Olah raga terlalu pagi tidak maksimal untuk tubuh
Mengawali aktivitas terlalu awal, seperti olah raga di pukul 5 pagi juga tidak akan memberi manfaat yang maksimal bagi tubuh. Memang benar, di saat ini hormon melatonin penyebab kantuk sudah mulai menurun, tapi suhu tubuh masih rendah dan kondisi otot masih belum panas. Namun kondisi ini akan berkembang seiring waktu.
 
Sekitar pukul tujuh pagi, suhu tubuh mulai meningkat secara bertahap. Hal ini langsung diikuti oleh meningkatnya serotonin, yaitu hormon peningkat mood. Ambil waktu sejenak untuk berjemur diri di hangatnya sinar matahari, karena hal ini dipercaya mampu memperkuat kinerja serotonin. Dengan begitu Anda punay cadangan mood bagus sepanjang hari!
 
Badan kita berada pada titik puncak performa tiga jam setelah bangun tidur. Kalau Anda terbiasa bangun pukul tujuh pagi, maka sekitar jam sepuluh pagi tubuh berada pada kondisi optimal. Pada jam-jam ini, darah sudah mengaliri tubuh dengan sempurna.

Gula darah yang menyuplai energi untuk kerja otak tinggi, demikian juga hormon testoteron. Ibarat mobil yang baru dipanasi, semua sistem syaraf yang menggerakkan tubuh berada dalam kondisi siap pakai.
 

Foto: Pixabay

Menghindari kantuk dengan makanan yang tepat
Lewat tengah hari, biasanya tingkat energi tubuh kita sudah mulai merosot seiring dengan turunnya suhu tubuh dan kadar adrenalin. Kalau sudah begini biasanya langsung diikuti oleh serangan rasa kantuk. Menurut Phaidon, di siang hari serangan rasa kantuk ini sebenarnya hanya berlangsung sekitar 20–30 menit saja.
 
“Idealnya, Anda memang harus meluangkan waktu untuk tidur. Namun, jika Anda ingin tetap beraktivitas, maka Anda harus mengatur menu makan siang Anda," saran dr. Phaidon.
 
 “Kuncinya ada di gula darah. Hindari makanan yang bergula, karena badan kita tidak membutuhkan gula pasir,” tegas dr. Phaidon. Kalau ingin yang manis, ganti saja dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sebagai sumber karbohidrat pilih roti gandum atau nasi beras merah.
 
Phaidon menyarankan untuk tidak terlalu banyak minum air setiap kali selesai makan. Sebab, menurutnya hal ini bisa menghambat kerja enzim pencernaan dalam mengolah karbohidrat dan lemak.

“Tunggu dulu hingga satu atau dua jam setelah makan, ” ujar dr. Phaidon sambil mengingatkan untuk mengonsumsi air sebanyak dua liter sehari. Jumlah dua liter ini untuk mengganti jumlah air yang dibuang tubuh melalui keringat atau urin. 
 
 

Foto: Pixabay

Olah raga ringan di jeda istirahat siang
Selain menu makan siang yang tepat, Anda juga bisa melakukan gerakan aeorobik ringan seperti lompat-lompat di tempat, gerakan meninju ke arah depan, naik turun tangga. “Lakukan selama 3 – 5 menit saja. Gerakan aerobik ini bisa memacu darah ke otak, sehingga kita kembali bersemangat dan fokus,” ungkap dr. Phaidon. (f)