Foto: Dok. Yogadigether, Dok. Yogem Jakarta

Tren bugar lewat yoga tengah digemari wanita di Amerika Serikat. Survei Yoga Journal terhadap 3.700 orang di AS menyatakan, pada tahun 2016 sebanyak 80 juta orang mulai mencoba yoga dengan persentase peminat wanita sebanyak 72%. Mereka percaya bahwa yoga dapat membuat tubuh lebih sehat, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, serta dapat menghilangkan stres.

Sejalan dengan tingginya peminat, komunitas yoga pun kian menjamur. Potret serupa terjadi juga di Indonesia. Wadah melakukan olahraga ini makin banyak dengan pilihan tempat dan bentuk yang bervariasi.
 

YOGADOGETHER (JAKARTA)

LOKASI:
Biasanya digelar di Gelora Bung Karno. Namun, karena saat ini stadion sedang dalam proses renovasi, maka Yogadogether menggunakan area bekas driving range di Senayan.
WAKTU: Tiap Minggu, pukul 07.00 WIB, dan Kamis malam, pukul 19.00 WIB, dengan durasi sekitar 90 menit.
SYARAT BERGABUNG: Tidak ada syarat khusus. Cukup dengan hadir di lokasi tepat waktu.
KONTAK: Dee (0813 107 5757)
INFO UPDATE: Instagram @yogadolivery    Facebook Yogadogether ID

Awalnya, Yogadogether adalah aksi penggalangan dana untuk bencana banjir di  Banjarnegara, tahun 2014. Sejalan waktu, aksi sosial ini bergeser menjadi kegiatan nonprofit. Beberapa pengajar yoga ternama, seperti Kriswitaluri (40) atau Luri mengadakan kelas yoga gratis di bawah bendera komunitas Yogadogether sejak tahun 2015 dengan 4 orang peserta. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan dan memudahkan akses akan olahraga ini di tengah masyarakat. Kini, komunitas ini sudah memiliki 120 anggota.

Hal yang cukup unik dari komunitas ini yaitu penyediaan matras secara cuma-cuma.  “Jadi, jika Anda tertarik dan ingin trial, bisa langsung datang tanpa perlu pusing beli matras dulu,” jelas Luli. Anggota komunitas lain juga tak sedikit yang membawa matras lebih dari satu, siap meminjamkannya kepada ‘wajah-wajah’ baru.

Para pengajar di Yogadogether, seperti Luli, Firdaus, dan Dian Verawati mengajar dengan sukarela karena mereka memiliki misi untuk berbakti kepada yoga itu sendiri. Luli dan teman-temannya sudah merasakan manfaat dari yoga yang diyakininya merupakan cara yang baik untuk menerapkan hidup sehat. Karenanya, mereka ingin menularkan semangat tersebut kepada banyak orang.
 
 
 



YOGA GEMBIRA JAKARTA (JAKARTA)
 
LOKASI: Rutin diadakan di Taman Suropati, Menteng
WAKTU: Tiap hari Minggu, pukul 07.00-08.30 WIB
SYARAT BERGABUNG: Tidak ada syarat khusus. Cukup membawa peralatan yoga seperti matras.
KONTAK: Akhlis (0856 8120 383) atau yogagembira@gmail.com
INFO UPDATE Instagram @yoga_gembira

Komunitas ini digagas beberapa orang yang memang menyukai yoga. Mereka adalah Yudhi Widdyantoro, Lucy Ambarini Irawan, dan Dandi Arimurti. Usai mengikuti yoga di area terbuka Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada tahun 2009, mereka pun tergerak membuat sebuah komunitas yoga. “Selain karena hobi, kami memiliki misi khusus, menangkis fatwa MUI tahun 2010 bahwa yoga itu haram,” terang Akhlis Purnomo (33), yang juga merupakan humas komunitas Yoga Gembira Jakarta. Kelas yoga pertama yang diadakan oleh Yoga Gembira pun digelar di Taman Suropati.

Agar bervariasi, tiap minggu pengajar yang dihadirkan berbeda-beda agar orang memahami keragaman dalam yoga dan menemukan jenis yoga yang sesuai untuk mereka. “Semua orang boleh ikut dan berlatih, tapi sesuai kemampuan. Salah satu misi kami adalah menyebarluaskan manfaat yoga bagi warga perkotaan,” tambahnya. Berawal dari 1-10 orang, kini sudah 100 orang yang bergabung di tiap sesi.

Meskipun tidak memungut biaya, Yoga Gembira Jakarta memiliki misi khusus untuk melestarikan yoga sekaligus mengajak komunitasnya untuk melakukan aksi sosial. Tiap latihan, di area yoga disediakan kotak donasi yang hasil pengumpulan dananya digunakan untuk membantu panti asuhan atau menyumbang korban bencana alam. Salah satu aksi sosial yang pernah dilakukan adalah memberikan hasil donasi untuk Rumah Harapan. Dari komunitas ini lahirlah komunitas yoga Taman Tebet dan Ecopark.   
 
 
 



GUDANG-GUDANG

LOKASI: Studio Gudang-Gudang, Jl. Kemang Timur Raya No. 88, Bangka, Jakarta Selatan
WAKTU: Tiap Senin-Minggu, dimulai dari pukul 06.30-17.00 WIB. Gudang-Gudang mengadakan 5-6 kelas per hari dengan durasi satu hingga satu setengah jam.
SYARAT BERGABUNG: Dikenakan biaya administrasi untuk tiap kehadiran sebesar Rp100.000. Jika ingin lebih hemat, bisa mendaftarkan diri sebagai anggota tetap dengan biaya sebesar Rp300.000 per bulan.
KONTAK: 021-7180173 (08.00-16.00 WIB) atau 0812 1390 8235 (WhatsApp setelah pukul 20.00 WIB)
INFO UPDATE: Instagram @gudanggudangyogastudio

Awal tahun 2008, komunitas ini bernama Yoga Holic dan menempati sebuah galeri yang bernama Gudang Gambar untuk berlatih yoga. Mona Jahja (53) dan Anjasmara Prasetya (40), anggota komunitas tersebut, kemudian berinisiatif menjadikannya sebuah komunitas tahun 2014. “Dengan perubahan nama Gudang Gambar menjadi Studio Gudang-Gudang, maka nama komunitas pun ditetapkan menjadi Gudang-Gudang,” jelas Anjasmara. Sejak awal didirikan hanya diikuti oleh 10 orang. Kini Gudang-Gudang sudah memiliki 910 anggota.

Untuk pemikat, banyak pelatih yoga dari kalangan selebritas di Gudang-Gudang. Selain Mona Jahja dan Anjasmara, ada Rima Melati, Wanda Hamidah, Deera Dewi, Arif Sentosa, Fiska Safitri, Rina Almanda, Rere Soraya, dan Rudolf Parma. Masing-masing dari mereka menguasai spesialisasi kelas yoga, seperti Wake Up Yoga, Vinyasa,  Yoga Wall, dan banyak lagi.

Gudang-Gudang memiliki lokasi permanen di sebuah studio di selatan Jakarta. Tiap sebulan sekali, komunitas ini mengundang pengajar dari luar komunitas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk membawa sesuatu yang baru. Salah satu contohnya adalah yoga bersama Rocky Heron, Yiannis Mukta Om, dan Carlos Pomeda.
Ada kelas khusus untuk pemula yang bisa diikuti sebelum mengikuti kelas reguler. Tiap kelas juga terdapat informasi level peserta yang bisa berpartisipasi. Hal ini agar peserta bisa mengikuti materi yang diajarkan dengan baik. (f)

Baca juga:
5 Postur Menantang Bikram Yoga
Anti-Gravity Yoga: Trik Melayang Seperti Pink
31% Wanita Memilih Yoga Sebagai Olahraga Mereka