Foto: Pixabay.com


Pamor buah lokal di tanah air harus diakui masih tertinggal dari buah-buhan asal luar negeri yang banyak di jual di pasal tradisional hingga supermarket besar. Padahal, Indonesia memiliki banyak sumber buah lokal yang tidak hanya lezat namun juga kaya vitamin dan mineral.

Memang hampir sebagian besar buah lokal atau buah khas tropis ini tidak tersedia sepanjang tahun, karena mereka tergantung musim berbuahnya. Tapi jika pas musimnya, jangan lewatkan tiga buah lokal yang dikenal dengan 3M ini, karena sangat bermanfaat untuk tubuh Anda dan keluarga.

Apa saja buah 3M yang kaya vitamin dan mampu meningkatkan imunitas tubuh serta mencegah tubuh terserang virus? Yuk simak ulasan lengkapnya di sini.

1/ Manggis
Beberapa tahun belakangan, kulit manggis dipercaya berkhasiat sebagai obat anti kanker, karena mengandung zat xanthones, salah satu antioksidan yang sangat bermanfaat. Supplement dari kulit manggis pun diburu banyak orang. Padahal, buah lokal yang rasanya asam manis segar ini tidak hanya menyimpan khasiat di kulitnya saja, buahnya juga dipercaya sebagai superfood karena tinggi kandungan vitamin A dan E. Dua vitamin ini dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan kulit dan kecantikan.

Selain itu, zat xanthones yang tinggi pada buah manggis bermanfaat sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menghindari dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh peradangan seperti arthritis, alzheimer, serta mencegah pertumbuhan sel tumor dan kanker.

Daging buah manggis juga mengandung polikasanida, cathecins, dan polyphenols yang merupakan salah satu bahan antikulat dan anti bakteri. Buah manggis juga dipercaya dapat mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, dan tekanan darah tinggi.

Meski tumbuh sepanjang tahun, musim berbuah manggis adalah November hingga Februari. Pada musim ini, buah manggis lebih terasa manis dan segar. Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil manggis terbesar di Indonesia, disusul oleh Sumatera Barat.


Baca Selanjutnya: 2/ Markisa

 

Foto: Pixabay.com


2/ Markisa 
Buah yang banyak dihasilkan di wilayah Sumatera Utara ini terbilang unik, karena sebetulnya yang dikonsumsi adalah biji buahnya yang memiliki rasa manis asam menyegarkan. Mungkin selama ini Anda lebih akrab mengenal buah markisa dalam bentuk sirup karena lebih mudah didapat, tapi sebenarnya mengonsumsi buah markisa langsung akan memberikan manfaat terbaik bagi tubuh, mulai dari mencegah dari berbagai penyakit hingga menjaga kesehatan tubuh.

Dalam satu buah markisa terkandung sekitar 80 - 100 kalori. Buah ini juga mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin A, vitamin C, karbohidrat kompleks, zat besi, dan kalium.

Buah markisa juga mempunyai kandungan serat yang tinggi, dalam satu buah markisa setidaknya mengandung 2 gram serat. Serat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan bisa menjadi obat pencahar alami, hingga mencegah sembelit.

Ada beberapa jenis antioksidan yang terkandung dalam buah markisa yaitu polifenol, flavonoid, vitamin C, dan piceatannol yang berperan untuk melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas. Sekaligus memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit infeksi seperti flu dan pilek.

Buah markisa memiliki indeks glikemik yang rendah. Selain itu, kandungan nutrisi dan antioksidan yang tinggi pada buah markisa juga bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Penelitian membuktikan bahwa ekstrak buah markisa dapat meningkatkan kinerja insulin dan mencegah diabetes.

Ada dua Jenis markisa yang umum ditemukan di Indonesia, yaitu markisa ungu dan markisa kuning. Markisa ungu memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan markisa kuning dan rasanya lebih manis. 


Baca Selanjutnya: 3/ Matoa

 

 

3/ Matoa
Buah asli Papua ini memang masih sangat jarang kita temukan di pasar. Rasa buahnya manis dan unik, karena tampilannya seperti buah lengkeng dan rambutan, namun rasanya seperti buah durian. Tanaman yang tingginya bisa mencapai 8 meter ini ternyata menyimpan banyak khasiat dalam buahnya.

Menurut jurnal Extraction of Fruit Peels of Pometia Pinnata and Its Antioxidant and Antimicrobalactivities (2014), buah matoa mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan dikenal sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh.

Selain antioksidan, buah matoa juga mengandung vitamin C , vitamin E, mineral, dan tanin yang bermanfaat untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh, sekaligus memelihara kesehatan kulit dan kesuburan pria.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat membuktikan bahwa buah matoa mampu menghambat perkembangan bakteri penyebab infeksi saluran napas dan saluran kemih. Dalam buah yang berkonsistensi kenyal ini juga terkandung beberapa mineral seperti kalsium dan kalium. Buah matoa juga kaya akan serat dan kandungan nutrisi yang tak kalah dengan buah lainnya.

Tanaman tropis yang juga tumbuh di Thailand dan Sri Lanka ini biasa tumbuh di daerah pesisir dan daerah aliran sungai. Di Indonesia sendiri, tanaman matoa tidak hanya tumbuh di Papua saja, tetapi juga di pulau Kalimantan dan Jawa. Banyak orang menggemari buah ini karena memiliki rasa yang lezat dan tekstur yang familiar. Matoa juga cocok dijadikan camilan sehat kala diet mengingat dalam satu buah matoa hanya mengandung 5 kalori. (f)



Baca Juga: 
Ini Cara Mengontrol Nutrisi Anak Bagi Ibu Sibuk
Step By Step Resep Gluten Free Banana Cake
Resep Pai Markisa