Dok. Unsplash




Kebijakan untuk diam di rumah selama pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri, khususnya bagi orang tua yang harus menemani anaknya belajar. Banyak pertanyaan sang anak yang tak bisa dijawab, bingung dengan materi yang diberikan guru hingga tak tahu membagi waktu saat #workfromhome sambil menemani anak belajar.

Menurut
Esti Amanda Bowo, Pendiri dan Badan Pengelola Harian Sekolah Menengah Garuda Cendekia), saat berbincang dengan Femina dalam acara IG Live : Mendadak Jadi Guru, mengatakan bahwa kondisi ini memang membingungkan karena pandemi virus corona memaksa masyarakat untuk beradaptasi tanpa adanya latihan terlebih dahulu.

Menghadapi kondisi seperti ini, ketika orang tua harus jadi guru dadakan saat di rumah saja, ada tip yang bisa dilakukan agar proses belajar anak tetap berjalan lancar tanpa membuat Anda stres.


Buat Perencanaan 

Karena kita bukan guru, maka tentu kita tidak bisa berharap bisa seluwes seperti para guru dalam mengajarkan anak. Maka perlu ada perencanaan yang baik dalam mengajar anak.

“Susunlah jadwal belajar anak secara realistis. Di sekolah, guru mengajarkan satu mata pelajaran hanya 40-45 menit. Jadwal belajar jangan dibuat padat, karena tidak akan efektif,” jelas wanita yang akrab dipanggil Manda ini.

Menurutnya hal ini bisa diterapkan di rumah. Setiap satu sesi belajar, bisa diberikan waktu jeda istirahat untuk dilanjutkan kembali belajar. 


Tahu Kapan Waktu Mendampingi

Dipaparkan Manda, sebelum membantu mendampingi anak belajar di rumah, penting bagi orang tua mengatur jadwalnya sendiri terlebih dahulu. Terlebih lagi bagi mereka yang juga harus bekerja di rumah dan kerap terbagi perhatiannya dengan yang lain. 

“Kita juga harus mengatur jadwal sesuai kebutuhan anak ini. Misal anak SD kelas 1 sampai 4, kita juga harus menanamkan kemandirian dan kemampuan bahwa dia bisa mengerjakan tugas secara mandiri. Jadi kita harus tahu kapan kita harus dampingi, kapan kita bisa lepas anaknya untuk belajar mandiri,” paparnya.


Atur Emosi

Walau sulit dilakukan, namun penting bagi orang tua untuk mengatur emosinya terlebih dahulu sebelum menemani anak belajar. Sebaiknya tidak menemani anak belajar saat orang tua sedang memiliki emosi yang tinggi.

“Jika itu terjadi, anak justru akan lebih fokus pada emosinya dibandingkan apa yang diajarkan. Penting untuk meredam dulu emosinya untuk membuat proses belajar tersebut lebih efektif bagi anak,” paparnya. 

Jika saat sedang mengajar orang tua atau anak tengah memiliki emosi yang tinggi, sebaiknya hentikan sebentar proses belajar tersebut dan menunggu hingga lebih kondusif untuk diteruskan. 



(Lanjut ke halaman berikutnya)



BACA JUGA :

Pesan Kak Seto: Orang Tua Harus Kreatif untuk Bantu Anak Lewati Masa Pandemi COVID19
9 Aktivitas Keluarga yang Bikin Anak Nggak Bosan 2 Minggu di Rumah
Bicara Soal Virus Corona Pada Anak


 

 


 



Dok. Unsplash



Bahan Belajar Berulang

Orang tua merasa kewalahan ketika harus mendampingi anak belajar setiap saat. Padahal menurut Manda, tidak perlu setiap saat orang tua harus berada di sisi anak. Kita bisa menggunakan bahan belajar yang bisa diputar berulang-ulang.

“Jika perlu, minta kepada guru bahan belajar yang bisa diputar berulang-ulang, sehingga ketika orang tua menyusun jadwal ia tidak merasa bahwa hanya pada saat itu saja dirinya bisa membantu. Di masa seperti ini fleksibilitas belajar juga perlu ada,” paparnya. 


Tetapkan Waktu Istirahat

Kendati proses belajar mengajar berpindah ke rumah, bukan berarti sepanjang waktu anak dan ibu harus terus belajar. Perlu kesepakatan untuk menetapkan waktu kapan anak bisa istirahat dan bermain.

“Anak dan orang tua yang mengajarkan juga harus istirahat. Sehingga semuanya bisa menjadi seimbang,” jelasnya.


Jangan Menuntut Kesempurnaan

Terkadang orang tua kerap mengedepankan egonya dan mengharapkan hasil yang sempurna. Namun nyatanya, tak mudah bagi anak untuk memenuhi harapan tersebut.  

Diingatkan oleh Manda, bahwa dalam kondisi krisis di tengah pandemi COVID-19 ini, penting bagi orang tua untuk tidak menuntut anak selalu bisa menerima proses belajar yang terjadi di rumah. Pasalnya hal ini akan membuat anak menjadi stres.


Kompromi dengan Keluarga

Untuk orang tua dengan anak satu, mungkin akan jauh lebih mudah menemaninya belajar dibandingkan dengan keluarga banyak anak. Pasalnya, tiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Jika hal ini terjadi, kompromikan dengan anggota keluarga lainnya yang tinggal di dalam rumah untuk membantu proses belajar anak di rumah.

“Misalnya bagi tugas dengan suami, anggota keluarga lain yang mampu atau bahkan mbak (asisten rumah tangga) bisa kita berdayakan untuk bantu mendampingi anak belajar,” tuturnya. 

Menurut Manda, hal ini akan menjadikan proses belajar sebagai sesuatu hal yang menyenangkan, karena tidak bertumpu pada ibu sebagai sumber belajar. (f)



BACA JUGA :

Pesan Kak Seto: Orang Tua Harus Kreatif untuk Bantu Anak Lewati Masa Pandemi COVID19
9 Aktivitas Keluarga yang Bikin Anak Nggak Bosan 2 Minggu di Rumah
Bicara Soal Virus Corona Pada Anak