
Foto: Pixabay
Seperti kita ketahui, Infeksi virus Corona yang dikenal juga sebagai penyakit COVID-19 dapat menular antar manusia melalui percikan air liur penderita COVID-19 yang dikeluarkan saat bersin, batuk, atau bahkan bicara. Oleh karena itu, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona, karena dapat menghalau droplet tersebut. Karena protokol kesehatan yang dijalankan secara konsisten dan tepat, disertai dengan strategi pencegahan yang tepat, dapat berpotensi memperlambat penyebaran COVID-19.
Namun di balik tuntutan untuk menggunakan masker di era new normal, muncul polemik tentang penggunaan masker pada anak-anak. Amankah anak menggunakan masker?
Menjawab pertanyaan tersebut, WHO telah mengeluarkan anjuran agar anak usia 5 tahun dan di bawah 5 tahun yang dalam kondisi sehat sebaiknya tidak diwajibkan untuk memakai masker. Anjuran ini didasarkan pada keamanan dan kepentingan keseluruhan anak serta kemampuan menggunakan masker dengan tepat tanpa banyak dibantu.
Sedangkan penggunaan masker pada anak usia 6-11 tahun didasarkan pada beberapa faktor yaitu:
1/ Apakah terjadi transmisi meluas di daerah di mana anak tinggal.
2/ Kemampuan anak untuk menggunakan masker secara aman dan tepat.
3/ Akses pada masker, serta pencucian dan penggantian masker di lingkungan-lingkungan tertentu (seperti sekolah dan layanan anak).
4/ Pengawasan dan instruksi yang memadai dari orang dewasa untuk anak mengenai cara mengenakan, melepas, dan dengan aman memakai masker.
5/ Kemungkinan dampak pemakaian masker pada pertumbuhan pembelajaran dan psikososial, yang dikonsultasikan dengan guru, orang tua/pengasuh, dan/atau penyedia layanan medis.
6/ Lingkungan dan interaksi anak dengan orang lain yang berisiko tinggi mengalami penyakit serius, seperti orang lansia dan orang dengan kondisi kesehatan penyerta.
Kewajiban memakai masker seperti orang dewasa sebaiknya mulai diterapkan pada anak-anak berusia 12 tahun dan di atas 12 tahun, terutama jika tidak dapat menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain dan terjadi transmisi meluas di daerahnya.
Menurut dr. Cynthia Rindang K, SpA, dokter spesialis anak dari RSPI Puri Indah, anak yang berusia di bawah 2 tahun maupun anak yang tidak Sadar atau tidak mampu membuka masker sendiri tidak direkomendasikan untuk mengenakan masker karena adanya risiko kekurangan napas (suffocation).
Memakai masker bisa membuat anak merasa gerah dan kurang nyaman untuk bernapas, sehingga ia akan bolak-balik melepas dan memasang masker, serta menyentuh masker dan wajah tanpa mencuci tangan. Hal ini justru akan meningkatkan risiko anak untuk terinfeksi virus dan kuman penyakit lain.
Untuk itu, dr Cynthia menyarankan orang tua yang memiliki anak usia balita untuk lebih disiplin menerapkan physical distancing, tetaplah berada di dalam rumah dan memastikan orang lain yang berada di sekitar anak untuk mengenakan masker dengan benar.
Jika memang harus ke luar rumah, usahakan agar anak tidak dekat-dekat, digendong, atau dicium orang lain, terutama orang yang tampak sakit. Selain itu, pastikan juga area wajah anak tidak disentuh tangan yang belum dicuci.
Baca Selanjutnya: Lantas Bagaimana Anaik Sebaiknya Mengenakan Masker?

Foto: Pixabay
Lantas Bagaimana Anak Sebaiknya Mengenakan Masker?
Memakaikan anak masker perlu dipertimbangkan dengan bijak. Pasalnya, masker bisa melindunginya, tapi juga bisa meningkatkan risiko anak untuk terinfeksi. Jika anak memang sedang sakit batuk atau pilek, kenakan masker yang tepat seperti masker bedah yang dilengkapi lapisan antiair yang dapat melindungi dari percikan air liur dan lebih nyaman untuk dipakai.
Masker N95 yang cenderung lebih tebal dan sangat ampuh dalam menyaring partikel udara, termasuk virus Corona tidak dirancang untuk anak-anak, sehingga ukurannya akan terlalu besar jika dipakai oleh anak. Hal ini akan membuat pemakaian masker N95 pada anak menjadi tidak efektif dalam melindungi anak dari kuman penyakit, termasuk virus Corona.
Meski begitu, untuk anak dengan kondisi kesehatan penyerta seperti fibrosis kistik atau kanker, WHO menyarankan sebaiknya memakai masker medis sesuai konsultasi dengan penyedia layanan kesehatannya. Masker medis memberikan perlindungan bagi orang yang memakai masker dan melindungi transmisi ke orang lain.
Begitu juga dengan anak yang mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan COVID-19 sebaiknya memakai masker medis selama mungkin. Anak harus diisolasi dan diberi pertolongan medis segera setelah merasa tidak sehat, sekalipun gejala-gejalanya ringan.
Lantas bagaimana dengan penggunaan face shield yang belakangan juga marak? Menurut WHO pelindung wajah (face shield) dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk masker, tetapi pelindung wajah tidak memberikan perlindungan yang setara dalam hal mencegah transmisi virus kepada orang lain.
Jika pelindung wajah diputuskan untuk digunakan, pelindung wajah harus menutupi seluruh wajah, melengkung ke samping wajah, dan mencapai bawah dagu. Pemasangan pelindung wajah harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan yang dapat mematahkan pelindung wajah dan mencederai mata atau wajah.
Baca Selanjutnya: Ajarkan Anak Cara Mengenakan Masker yang Benar

Foto: Pixabay
Ajarkan Anak Cara Mengenakan Masker yang Benar
Menurut dr. Cynthia Rindang K, SpA, untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19, perlu peran serta semua orang, termasuk juga mengajarkan dan membiasakan anak sejak dini menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan pernah bosan untuk mengajarkan anak #3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabuh dan air mengalir, serta menjaga jarak minimal 1 meter. Meski anak belum wajib mengenakan masker, saran dr. Cynthia orang tua tetap harus mengajarkan anak sejak dini bagaimana cara mengenakan masker dengan benar.
Berlatihlah menggunakan masker di rumah pada waktu-waktu tertentu, misalnya ketika ada tamu atau orang lain di dalam rumah, sehingga anak tidak asing dengan masker. Orang tua juga bisa memberikan contoh penggunaan masker pada boneka favorit anak. Beli masker yang memiliki warna dan gambar menarik, namun tetap berkualitas baik dan melindungi.
Cara lain memperkenalkan masker pada anak, menurut dr. Cynthia yaitu dengan menunjukkan gambar anak-anak lain yang sedang mengenakan masker. Bagi anak yang lebih besar, orang tua dapat bercerita atau menjelaskan penggunaan masker dan bahaya kuman dan bakteri dengan bahasa yang disesuaikan dengan anak.
Jangan lupa saat memperkenalkan tentang masker, ajarkan pula cara menggunakannya dengan tepat. Anak-anak perlu mengikuti prinsip-prinsip pemakaian masker yang sama dengan orang dewasa, termasuk membersihkan tangan selama minimal 20 detik dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau minimal 40 detik dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum mengenakan masker. Pastikan ukuran masker tepat untuk menutupi hidung, mulut, dan dagu.
Anak-anak perlu diajari cara memakai masker yang tepat, seperti tidak menyentuh bagian depan masker dan tidak menarik masker ke bawah dagu atau ke dalam mulut. Anak-anak perlu menyimpan masker dalam kantong atau wadah, dan masker anak tersebut tidak boleh digunakan juga oleh orang lain. Melepaskan masker dari belakang (jangan menyentuh bagian depan masker), dan segera buang ke tempat sampah tertutup atau letakkan dalam ember berisi air panas. Setelah melepas masker, bersihkan tangan dengan air atau cairan antiseptik.
Meski tidak mudah untuk mengajarkan kebiasaan anak memakai masker. Namun orang tua perlu berupaya sekuat tenaga untuk memberikan pengertian kepada anak terutama yang berusia di atas 12 tahun agar menutup hidung hingga mulutnya saat keluar rumah. #IngatPesanIbu untuk selalu menerapkan protokol kesehatan #3M akan melindungi anak dari risiko terpapar virus COVID-19.
Dr. Cynthia juga mengingatkan orang tua akan pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi anak, melakukan stimulasi perkembangan yang sesuai dengan usia anak serta memberikan imunisasi lengkap di tengah pandemi COVId-19. (f)
Baca Juga:
7 Hal Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Soal Screen Time Di Masa Pembelajaran Jarak Jauh
Hati-Hati, 62 Persen Anak Mengalami Kekerasan Verbal oleh Orang Tuanya Selama Pandemi COVID-19
Manfaat Menulis dengan Tangan Membantu Anak Memahami Lebih Dalam Pelajaran di Masa Sekolah dari Rumah