
Dok. Natalya Zaristkaya / Unsplash
Belakangan, ramai kabar gugat cerai yang diajukan selebriti Giselle kepada Gading Marten. Hal ini membuat netizen riuh menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai dampak perceraian tersebut terhadap Gempita Nora Marten, putri semata wayang pasangan selebritas ini.
Memang, dalam berakhirnya sebuah hubungan pernikahan, salah satu yang akan mendapatkan dampak samping adalah anak-anak. Anak-anak dapat diserang perasaan cemas, stres, sedih hingga mampu memengaruhi caranya dalam melihat sebuah hubungan pernikahan di masa depan.
Jika memang tak ada opsi selain perceraian yang dapat memperbaiki hubungan antara suami dan istri, maka mungkin kita bisa melihat sisi positifnya dari perspektif anak-anak. Namun tentu, sisi positif ini sangat tergantung pada masing-masing kondisi keluarga.
Memang, dalam berakhirnya sebuah hubungan pernikahan, salah satu yang akan mendapatkan dampak samping adalah anak-anak. Anak-anak dapat diserang perasaan cemas, stres, sedih hingga mampu memengaruhi caranya dalam melihat sebuah hubungan pernikahan di masa depan.
Jika memang tak ada opsi selain perceraian yang dapat memperbaiki hubungan antara suami dan istri, maka mungkin kita bisa melihat sisi positifnya dari perspektif anak-anak. Namun tentu, sisi positif ini sangat tergantung pada masing-masing kondisi keluarga.
1/ Orang tua yang bahagia akan membuat anak bahagia
Jika dengan berpisah dapat membuat kedua pasangan hidup lebih bahagia, maka hal ini juga bisa dilihat oleh anak mereka. Karena, setidaknya setelah bercerai, anak tidak harus selalu berada di suasana tegang yang biasa dirasakannya ketika orang tua mereka bertengkar.
Anak tak lagi perlu khawatir disambut dengan ketus oleh kedua orang tuanya yang sedang emosional. Mereka pun jadi memiliki pola pikir yang lebih positif. Hal ini juga dapat mengurangi kemungkinan anak pergi dari rumah dan jatuh ke lingkungan yang salah karena berusaha menghindari suasana pertengkaran orang tua mereka di rumah.
(Lanjut ke halaman berikutnya)
Anak tak lagi perlu khawatir disambut dengan ketus oleh kedua orang tuanya yang sedang emosional. Mereka pun jadi memiliki pola pikir yang lebih positif. Hal ini juga dapat mengurangi kemungkinan anak pergi dari rumah dan jatuh ke lingkungan yang salah karena berusaha menghindari suasana pertengkaran orang tua mereka di rumah.
(Lanjut ke halaman berikutnya)

Dok. Natalya Zaristkaya / Unsplash
2/ Waktu berkualitas bersama orang tua
Pastikan terlebih dahulu bahwa setelah bercerai, hubungan Anda dengan mantan suami baik-baik saja, sehingga anak tidak dibebani oleh pikiran apapun. Jika anak bebas untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya, maka anak dapat menghabiskan waktu bersama salah satu orang tuanya dengan lebih berkualitas.
Hal ini dikarenakan orang tua akan jadi lebih fokus memberikan perhatian kepada anaknya saat ia sedang berada di rumahnya. Namun ingat untuk bersikap adil dalam memberikan waktu antara ibu dan ayahnya.
Hal ini dikarenakan orang tua akan jadi lebih fokus memberikan perhatian kepada anaknya saat ia sedang berada di rumahnya. Namun ingat untuk bersikap adil dalam memberikan waktu antara ibu dan ayahnya.
3/ Lebih besar kemungkinan anak tidak mengulangi kesalahan orang tuanya
Ketika memerhatikan pernikahan orang tua hancur, kita mendapatkan pelajaran hidup dalam mengatur hubungan percintaan. Menurut penelitian Positive Outcomes of Divorce yang dilakukan oleh University of Central Florida, anak yang menyaksikan perpisahan kedua orang tuanya menjadi lebih matang pemikirannya dan sabar selama mengelola konflik hubungan mereka kala dewasa nanti.
Anak-anak ini kelak juga akan berkomunikasi lebih baik dan selalu berusaha yang terbaik agar tak mengulang apa yang terjadi pada orang tua mereka. (f)
Anak-anak ini kelak juga akan berkomunikasi lebih baik dan selalu berusaha yang terbaik agar tak mengulang apa yang terjadi pada orang tua mereka. (f)
Baca Juga :
5 Cara Membantu Anak Lewati Masa Sulit Perceraian Orang Tua
Berapa Besar Tunjangan Untuk Anak Pascacerai?
Keuangan Bisa Jadi Alasan Utama Perceraian