
Dok. Shutterstock
Sebagai orang tua, tentu kita berharap bisa memberikan dan mengajarkan yang terbaik untuk anak-anak kita. Tentunya dengan harapan mereka bisa menjadi anak yang baik pula.
Namun, menurut J. Douglas Holladay, seorang profesor di Georgetown University School of Business dan penulis buku Rethinking Success : 8 Essential Practises for Finding Meaning in Work and Life mengatakan bahwa ada beberapa hal yang tak cukup diajarkan para orang tua pada anak-anaknya zaman sekarang.
Menurutnya, setelah empat dekade lebih bekerja dekat dengan pengusaha sukses, kolega di White House (Istana Kepresidenan Amerika Serikat), Goldman Sachs dan siswa-siswa brilian di Georgetown University School of Business, ia menyadari ada nilai penting yang tak diajarkan oleh orang tua.
"Saya mengamati dan mendengarkan semua cerita mereka. Di antara semua pelajaran berharga yang mereka ajarkan kepada saya, penting mengajarkan anak untuk berani mengambil risiko yang cerdas dalam hidup. Dewasa ini, sayangnya, harapan orang tua dan keinginan mengontrol hidup anak-anak mereka, dapat mengacaukan segalanya," tulis Holladay pada laman media CNBC.
Lanjut ke halaman berikutnya untuk membaca : Pentingnya Dukungan Emosional.
BACA JUGA :
5 Hal Perlu Diperhatikan Jika Sekolah Aktif Kembali
Memulai Women Empowerment Dari Rumah
Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak Selama #dirumahaja

Dok. Shutterstock
Pentingnya Dukungan Emosional
Margot Bisnow, seorang peneliti dan penulis buku Raising and Entrepreneur, bertanya kepada sejumlah wirausaha muda sukses tentang bagaimana mereka dibesarkan. Jawaban mereka sangat konsisten.
"Mereka semua memiliki orang tua atau penasuh yang percaya pada mereka, titik." papar Bisnow.
Menurut Holladay, menjadi seorang wirausahawan memang sulit, penuh keraguan diri dan perasaan takut. Di tengah pikiran-pikiran tersebut, kita membutuhkan seseorang yang yakin dan percaya untuk menjalaninya.
"Salah satu cara untuk meyakinkan itu pada anak-anak kita adalah dengan menawarkan dukungan emosional yang kuat. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika anak-anak didukung secara emosional, mereka lebih cenderung bangga dengan keterapilan mereka, percaya diri dan tidak takut," jelas Holladay.
Namun Holladay mengingatkan bahwa memberikan dukungan emosional bukan hanya untuk membesarkan anak-anak agar bisa menjadi wirausahawan yang sukses. Menurutnya, dukungan emosional yang kuat juga dapat menghasilkan anak-anak yang sukses di bidangnya masing-masing. Dengan dukungan emosional tersebut, mereka dapat menghadapi ketakutan-ketakutan tersebut dan dapat merangkul segala risiko dengan baik.
Lanjut ke halaman berikutnya untuk membaca : Menciptakan Lingkungan yang Tepat.
BACA JUGA :
5 Hal Perlu Diperhatikan Jika Sekolah Aktif Kembali
Memulai Women Empowerment Dari Rumah
Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak Selama #dirumahaja

Dok. Shutterstock
Menciptakan Lingkungan yang Tepat
Seperti yang ditulis oleh Holladay, sebuah lingkungan yang dapat membuat kita lebih berani untuk mengambil risiko yang tepat adalah pola pikir. Anak-anak yang didorong untuk bebas bermain dan bereksplorasi lebih nyaman dengan risiko dan berbagai implikasinya.
"Tetapi keinginan (orang tua) untuk mengontrol dapat meredam sisi imajinatif anak dan kemampuan untuk mengambil risiko. Padahal, naluri manusia adalah untuk mengeksplorasi dan seiring bertambahnya usia, isyarat sosial kita menjadi lebih jelas," tambahnya.
Alison Gopnik, seorang psikolog perkembangan anak di University of California, Berkeley mengatakan bahwa jika anak-anak memiliki kesempatan yang sedikit untuk bermain saat anak-anak, maka bertambahnya usia mereka jadi kurang berminat untuk mengeksplorasi alternatif-alternatif baru dan tak berani keluar dari zona nyaman.
Holladay pun mengingatkan bahwa penting bagi para orang tua untuk mengijinkan anak-anak mereka berani bereksplorasi lingkungan sekitar, membuat kesalahan dan membantu mereka menemukan jalan yang tepat berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan sendiri.
"Caranya sederhana, dorong mereka untuk mencoba makanan baru, berbicara dengan teman sekelas yang biasanya mereka tidak kenal atau membaca buku di luar genre pilihan mereka yang biasanya. Mungkin mereka pada akhirnya tidak menikmati melakukan itu, tetapi mereka akan tumbuh dan mulai melihat bahwa risiko adalah teman dan guru yang akan mengajarkan mereka banyak hal," ujar Holladay. (f)
BACA JUGA :
5 Hal Perlu Diperhatikan Jika Sekolah Aktif Kembali
Memulai Women Empowerment Dari Rumah
Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak Selama #dirumahaja