
Foto: Dok. Pribadi
Segalanya berawal dari impian sederhana dari demonstrasi cinta. Kecintaan pada dunia tarik suara yang menularkan kegembiraan, dan keinginan mengekspresikan cinta antara Riafinola Ifani Sari (39) atau akrab dipanggil Nola, dan putrinya Adyla Rafa Naura Ayu (13) dalam karya bersama.
Mimpi-mimpi ini yang berusaha diwujudkan oleh Nola yang juga masih aktif menyanyi sebagai bagian dari grup singer B3 bersama sang putri.
Dimulai dari jendela media sosial pribadi, untuk kalangan terdekat dan mereka yang mengapresiasi mereka, kini Naura telah menggulirkan lebih dari 20 single dan empat album, yaitu Dongeng (2014), Langit Yang Sama (2016), OST Naura & Genk Juara (2017) dari film terbarunya yang berjudul sama, dan Katakanlah Cinta yang rilis bulan ini. Naura juga telah merilis empat buku. Yang terbaru, Aku Naura: The Official Scrapbook, berisi kutipan dan tip-tip yang menginspirasi darinya.
“Memang sudah rezeki dari Allah, kami diberi kemudahan. Ada teman-teman yang ikut membagikan lagu-lagu kami. Dari yang mendengarkan hanya satu orang, lima orang, sampai ratusan, dan ribuan. Ini adalah sebuah perjuangan, karena tidak melewati media mainstream yang besar, tapi kami melakukannya sendiri atau indie, berdua, melalui digital dan media sosial,” ungkap Nola.
Meski tidak mudah, Nola sangat bangga pada putrinya. Ia melihat, di usianya yang masih kanak-kanak, Naura telah menunjukkan kualitas profesionalisme yang tak kalah dengan orang dewasa. Terutama saat ia harus berhadapan dengan banyak orang, yang masing-masing memiliki kebutuhan dan tuntutan berbeda.
“Untungnya dia commit dan disiplin dengan apa yang ia jalani. Dia juga tahu bahwa pilihannya ini punya banyak tuntutan. Tidak hanya tuntutan untuk menyanyi dengan baik, tapi juga tuntutan dari banyak pihak, seperti fans, klien, dan media,” ungkap Nola, bangga.
Nola mengakui, meski usianya baru beranjak remaja, Naura menunjukkan sifat ‘rebel’ khas ABG yang sedang mencari jati diri. “Saya juga menemukan sifat ngeyel-nya, khas ABG. Namun, sebagai orang tua, saya harus bisa mengimbangi, dan tetap memberikan ruang ekspresi,” ungkap Nola.

“Saya tidak ingin terlalu membatasi ruang ekspresi Naura. Saya hanya memberi masukan bahwa tidak semua ekspresi diangkat ke media sosial. Saya juga mengingatkan bahwa bedanya dia dengan anak-anak yang lain adalah bahwa sebagai public figure, apa pun yang ia lakukan dilihat, bahkan dicontoh. Jadi, selalu ada risiko dan konsekuensi yang akan timbul dari sikapnya,” ungkap Nola.
Profesional, tapi personal. Kira-kira demikianlah profil yang ditampilkan Naura melalui media sosialnya. Ada kedekatan, ada relasi, tapi tetap dalam batasan yang santun dan profesional. Nola mengatakan bahwa pengelolaan media sosial ini dilakukan bersama-sama dengan putrinya. “Orang tua harus ikut mengelola akun media sosial anak untuk menjauhkan dari predator anak dan membimbing anak dalam menghadapi online bullying,” terang Nola.
Meski memberikan kepercayaan, di usia anak-anak yang masih di bawah umur, Nola dan Baldy tetap memiliki aturan main dalam hal mengakses gadget dan media sosial. Mereka hanya diperkenankan untuk memegang ponsel saat akhir pekan. “Kalaupun Naura harus posting sesuatu yang penting, maka akan ada batas waktunya.
Karena semua akun media sosial anak-anak ada di ponsel saya dan Baldy, mudah bagi kami untuk memonitor aktivitas media sosial mereka, termasuk memantau komentar-komentar yang masuk,” ungkap Nola.
Saat ini Naura dan Neona sedang mempersiapkan diri tur musikal Konser Dongeng 3 di Jakarta, Makassar, dan Bandung, Desember nanti. “Kegiatan saya sehari-hari penuh dengan anak-anak. Beruntung jadwal saya di dunia menyanyi sedang senggang, sehingga bisa lebih fokus membantu dan mengatur kegiatan anak-anak,” ungkap Nola. (f)
Baca Juga:
Dian Sastrowardoyo Bicara Tentang Nicholas Saputra dan Keinginan Menjadi Produser Film
Ayu Gani, Dari Asia's Next Top Model Ke Bisnis Mode
Alasan Ringgo Agus Rahman dan Sabai Dieter Morscheck Enggan Mengisi Reality Show Di Televisi