
Foto: Pexels.com
Menyikapi penyebaran Corona di wilayah DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu (14/3) mengumumkan pemberlakuan libur sekolah selama dua pekan untuk semua tingkatan sekolah di wilayah provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya Anies, Kepala Daerah lain di Indonesia pun menyusul memberlakukan hal serupa untuk mengurangi penyebaran virus dengan nama COVID-19 di tengah masyarakat.
Dengan pemberlakukan libur selama 2 pekan, artinya anak-anak diminta untuk tinggal di dalam rumah dan berada dalam pengawasan orang tua agar terhindar dari virus yang menyebar pertama kali di kota Wuhan, China ini.
Tentunya, berada seharian di rumah bisa membuat anak menjadi jenuh. Apalagi mereka juga sebaiknya tidak Anda ajak jalan-jalan keluar ke tempat keramaian seperti mal, pusat hiburan, dan lainnya.
Banyak dari orang tua yang khawatir, apalagi jika mereka tidak mempunya kegiatan yang menyenangkan yang bisa menghapus rasa bosan. Memberikan anak gadget untuk bermain juga bukan solusi terbaik. Dalam hal ini, orang tua memang harus berperan lebih aktif, untuk bisa menciptakan aktivitas seru bersama seluruh anggota keluarga.
Ini saatnya meluangkan waktu untuk keluarga membangun hubungan yang erat antara orang tua dan anak. Coba lakukan 9 aktivitas seru berikut ini untuk membangun waktu berkualitas bersama anak, sekaligus menghalau rasa jenuh.
1/ Ajak anak membantu pekerjaan rumah
Sederhana, tapi melakukan pekerjaan rumah bersama bisa membangun bonding yang kuat antara anak dan orang tua. Selain itu, kegitan ini juga bisa melatih anak untuk hidup mandiri. Mulailah dari pekerjaan yang sederhana seperti mengelap meja setelah makan bersama, mencuci piring untuk anak-anak yang mulai beranjak remaja, menyapu dan mengepel, atau membersihkan halaman rumah. Biar seru, coba buat lomba membersihkan rumah atau menyetel lagu favorit.
2/ Mengatur ruangan di dalam rumah
Sudah lama tidak mengubah layout ruangan di rumah, mungkin ini saat yang tepat untuk menciptakan suasana baru. Mulailah dari ruang keluarga, tempat seluruh anggota keluarga berkumpul. Ajak anak untuk menata kembali ruang keluarga dan bebaskan ia untuk memberikan ‘sentuhannya’ di runag keluarga. Anda akan terkejut dengan imajinasinya. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika ia melakukan hal yang baik.
Mungkin, ekgiatan ini akan membuat letih, tapi kalau dilakukan dengan senang dan bersama-sama tentu rasa letih itu akan mudah hilang. Anak juga akan senang karena mereka dilibatkan dalam emngambil keputusan di rumah.
Baca Juga: 3/ Memasak hidangan mudah dan sehat

Foto: Pexels.com
3/ Memasak hidangan mudah dan sehat
Di tengah virus Corona yang mengancam kesehatan, salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan ketahanan tubuh adalah dengan makan makanan sehat. Nah, salahs atu cara untuk mendapatkan makanan sehat adalah dengan memasaknya sendiri di rumah. Coba ajak anak ikut memasak hidangans ehat di rumah. Pilihlah menu makanan yang mudah dibuat bersama, seperti salad dan jus.
Kalau si kecil memang sudah terbiasa Anda ajak ke dapur, kali ini cobalah memasak aneka hidangan kue dengan toping yang menggemaskan. Sedikit rumit, namun dengan waktu liburan selama dua minggu, rasanya Anda akan memiliki banyak waktu untuk melakukannya.
4/ Yuk, olahraga bareng
Bukan karena anak harus berdiam di rumah, ia jadi tidak banyak bergerak. Orang tua harus tetap memperhatikan kebugaran anak. Jika biasanya ia aktif dengan bermain sepeda di jalan kompleks atau berlarian di luar rumah, kini cobalah aktivitas kebugaran yang bisa dilakukan di halaman rumah, seperti Yoga, aerobic, atau senam. Anda juga bisa meminta anak untuk mengajarkan gerakan senam yang biasa ia lakukan di sekolah saat pelajaran olahraga. Cari saja musik pengiringnya di Youtube, mudah didapat kok. Selain dapat menjaga kebugaran dan kesehatan, olahraga bersama juga mempererat hubungan keluarga.
5/ Mengerjakan PR bersama
Selama di rumah 2 pekan, anak tidak benar-benar libur karenba mereka harus melakukan pembelajaran jarak jauh yang bentuknya bisa beragam, mulai dari belajar lewat berbagai aplikasi pendidikan, hingga mengerjakan tugas dari guru. Saat inilah Anda berperan lebih aktif memantau pendidikan anak. Cobalah untuk mengerjakan PR bersama atau menyelesaikan pelajaran yang anak belum benar-benar paham. Orang tua harus bisa menjadi guru sekaligus teman di rumah.
Baca Juga: 6/ Buat malam bermain

Foto: Pixabay.com
6/ Buat malam bermain
Belakangan permainan jenis board game semakin diminati. Pilihannya pun beragam tak hanya sebatas monopoli, ular tangga, ludo, dan permainan lain yang kita kenals emasa kecil. Board game kini semakin seru dan bisa disesuaikan dengan usia anak. Sediakan 1-2 board game di rumah, lalu pilih waktu untuk permainan keluarga., Pastikan di waktru yang sudah dipilih tersebut, semua anggota keluarga bisa ikut bermain. Pasti seru dan tak terasa waktu dua minggu berlalu dengan cepat.
7/ Buat kerajinan atau DIY unik
Sekarang ini ada banyak tutorial yang Anda temui di dunia maya yang merangsang kreativitas anak. Seperti belajar menggambar, membuat prakarya dari barang bekas, hingga DIY (Do It Yourself) pernak-pernik lucu. Ajak anak menemukan project favoritnya dan bantu ia mewujudkannya. Sambil bermain, anak juga dirangsang untuk punya tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dan mendorong kreativitas.
8/ Waktunya membaca
Waktu luang yang cukup panjang ini, tambahkan koleksi buku di rumah. Ajak anak untuk membaca satu buku satu hari. Akan lebih menyenangkan jika kegiatan membaca ini dilakukan bersama-sama. Jadi, jangan Anda menyuruh anak untuk membaca buku, tapi Anda sendiri sibuk bermain dengan gadget.
Buatlah permainan menarik seperti bergantian membaca satu bagian buku dengan suara yang kencang. Pilih buku yang ringan dan bisa habis sekali baca, atau tetapkan waktu berapa lama kegiatan emmbaca akan berlangsung.
9/ Buat sesi curhat
Tidak hanya orang dewasa, anak juga butuh curhat. Dengan siapa lagi ia bisa curhat kalau bukan orang tua? Jadilah pendengar yang baik. Di tengah-tengah berkurangnya aktivitas anak, luangkan waktu untuk ngobrol dari hati ke hati. Beri waktu pada anak untuk meluangkan uneg-uneg yang ia simpan selama ini, entah itu soal teman, sekolah, guru, atau mungkin saudaranya sendiri. Waktu mengobrol empat mata ini akan menjadi sesi menyenangkan untuk Anda dan anak. (f)
Baca Juga:
Bicara Soal Virus Corona Pada Anak
Murid Sekolah di DKI Jakarta dan Surakarta Belajar di Rumah Dua Minggu
Ini Maksud Jaga Jarak Sosial dan Isolasi Mandiri