Foto: Dok. Alibaba Group
Wanita yang berani menghancurkan penghalang dan langit-langit kaca semakin banyak di dunia. Mereka ini membawa perubahan yang positif bagi dirinya, lingkungan, dan masyarakatnya. Dengan komposisi jumlah penduduk dunia yang kian setara antara pria (51%) dan wanita(49%) menunjukkan bahwa untuk kelangsungan hidup manusia, pria dan wanita memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Bahkan UN Sustainable Development Goals (UNSDG) mendorong kesetaraan gender sebagai salah satu poin yang paling penting untuk dicapai di abad ke-21.
“Wanita terus memainkan peranan penting,” ungkap Jack Ma, pendiri Alibaba, e-commerce terbesar di China dalam sambutannya di acara Global Conference on Women and Entrepreneurship 2019 pada Rabu (28/8/2019) di Hangzhou, China. Pada saat bersamaan Global Conference on Women and Entrepreneurship 2019 yang digagas Alibaba Group dan Lazada Group ini juga berlangsung di kota lainnya yaitu Tokyo, Sydney, dan Jakarta.
Menurut Jack Ma, wanita telah menunjukan kapasitasnya dalam beradaptasi terhadap perubahan pesat yang dibawa revolusi digital. Fleksibilitas yang dibawa oleh teknologi justru memberikan keuntungan bagi wanita untuk terus maju. Di lain sisi, kemampuan wanita dalam menghadapi perubahan dan beradaptasi mendorong kreativitas wanita.

Foto: Dok. Alibaba Group
Ia lalu menceritakan bagaimana wanita telah menjadi bagian penting yang mendorong kesuksesan Alibaba Group selama dua dekade terakhir. Hal tersebut memberinya keyakinan bahwa partisipasi wanita dalam pengembangan teknologi dan desain produk akan menghadirkan manfaat dan perubahan bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut Jack Ma menyampaikan apresiasi dan dukungannya pada pengusaha wanita, terutama di Asia.
Global Conference on Women and Entrepreneurship tahun ini telah memasuki tahun ketiga dan mengambil tema The World She Made. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan tahun ini dilakukan secara serentak di empat kota berbeda untuk memberi ruang bagi para wanita yang telah melakukan gerakan positif di era digital untuk saling berdiskusi.
Baca Selanjutnya: Rangkul dan Dukung

Foto: Dok. Alibaba Group
Rangkul dan Dukung
Di Indonesia, perayaan bagi wanita ini diselenggarakan di kantor Alibaba Group di Jakarta dengan menghadirkan figure-figur wanita inspiratif seperti Najwa Shihab (pendiri Narasi.TV), Helianti Hilman (Founder dan Chairperson JAVARA), Iim Fahima, (Founder Queenrides), Lizzie Parra (Founder dan CEO BLP), serta Anastasia Wibowo (Chief Financial Officer Lazada Indonesia).
Membuka acara pagi itu, Najwa berbagi kisah perjuangannya membangun Narasi.TV selama dua tahun belakangan. Bahkan ia mengaku dibandingkan dengan perjalanan lebh dari dua puluh tahun kariernya di dunia jurnalistik, dua tahun terakhir ini menjadi perjalanan hidupnya yang terhebat, penuh dengan emosi. Selain dukungan orang terdekat dan keluarga, kepercayaannya bahwa wanita mampu berdaya, membawa ia perlahan namun pasti mencapai mimpinya.
“Wanita itu memiliki kecenderungan untuk menilai dirinya lebih rendah, dibandingkan dengan pria. Sebuah survei pada mahasiswa wanita dan pria membuktikan hal ini. Ketika ditanya kepada mahasiswi tentang ebrapa IPK yang kira-kira akan dia dapatkan, mereka akan menjawab nilai IPK yang lebih rendah dibandingkan IPK yang sesungguhnya akan mereka terima. Sedangkan mahasiswa, ketika mendapatkan pertanyaan yang sama ia akan menjawab dengan nilai yang tinggi, waluapun pada kenyataannya IPK mereka dibawah perkiraan tersebut,” ungkapnya antusias.
Ini menunjukkan bawa salah satu kelemahan terbesar wanita untuk maju ada dalam diri mereka, bagaimana mereka menilai kemampuannya sendiri. Najwa menegaskan bahwa para wanita harus mendobrak paradigme klise dan stereotip yang dihadapinya, serta menggunakan peran kewirausahaan dan kepemimpinan bukan hanya untuk mengubah dunia mereka sendiri, namun juga untuk membentuk komunitas yang suportif, yang dapat mengangkat dan memberdayakan wanita lain.
Dalam kesempatan yang sama, melalui pesan video, Melinda Gates, filantropis dan pendiri Melinda Gates Foundation menyampaikan bahwa investasi pada pemberdayaan ekonomi wanita bukan hanya hal yang ‘tepat’ untuk dilakukan, namun juga merupakan hal yang ‘cerdas’ untuk dilakukan.
Ia menekankan bahwa prospek ekonomi global bisa bertambah $28 triliun pada tahun 2025 jika wanita berpartisipasi dalam tingkatan yang sama dengan laki-laki. “Ketika kita berhasil menyingkirkan berbagai rintangan yang menghalangi wanita untuk berkontribusi dalam perekonomian, bukan hanya wanita saja yang merasakan dampak positifnya - namun juga keluarga, komunitas, dan seluruh negara,” kata Melinda. (f)
Baca Juga:
Upaya Mencegah Kekerasan, Pelecehan, dan Diskriminasi Berbasis Gender di Dunia Kerja
Kekuatan Wanita Wirausaha : Memiliki Ambisi dan Tahu Kapan Menjadi Feminin dan Maskulin
Dorong Inovasi Lewat Budaya Kesetaraan