
Foto : Pixabay
Jangan anggap sepele sebuah undangan makan. Dalam dunia profesional, jamuan makan adalah sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan. Fungsinya bukan sekadar urusan perut. Menurut Meike Malaon, konsultan sumber daya manusia dari Daya Lima, melalui jamuan makan kita bisa mengomunikasikan ide, melancarkan negosiasi, mengikat kekerabatan, sambil berdiplomasi untuk tujuan tertentu, dan tentu saja meningkatkan karier.
Di tengah berkembangnya teknologi informasi yang saling tumpang tindih antara ruang personal dan profesional, relasi masih menjadi esensi. Sulit bagi seseorang untuk dapat mengegolkan target-target karier atau bisnisnya, jika tanpa dukungan dan kolaborasi dari pihak lain. Ia butuh membangun relasi yang solid dengan rekan kerja, klien, atau kolega bisnis. Undangan jamuan makan pun bisa menjadi pendekatan yang elegan untuk membangun relasi.
“Bersosialisasi di ruang profesional melalui jamuan makan sebenarnya lebih bertujuan untuk mempererat hubungan interpersonal. Sehingga, kita tidak hanya memiliki hubungan profesional antara klien dengan mitranya,” jelas Meike.
Terbangunnya kedekatan relasi ini membuka banyak pintu kesempatan. Apakah itu kesempatan memperluas jejaring profesional, membuka kemungkinan sinergi atau kerja sama, atau bahkan menjadi jalan kita untuk membangun kesempatan karier yang lebih baik.
“Ketika klien atau mitra kita hendak mengembangkan sebuah rencana sinergi atau membutuhkan bantuan profesional untuk tujuan tertentu, maka yang akan terlebih dulu diingat adalah orang-orang yang dekat dengan mereka,” ungkap Meike.
Anda bisa memanfaatkan jamuan makan ini untuk menampilkan profil terbaik Anda sebagai seorang personal maupun profesional. Meike mengakui, butuh seni tersendiri untuk bisa memanfaatkan momen ini. Soft skill seperti keluwesan bicara dan berinteraksi harus terus diasah. Tidak mudah bagi mereka yang belum terbiasa, tapi bisa dipelajari.
Apa perlu persiapkan menghadapi jamuan makan? Lanjutkan membaca ke halaman berikut.
Berikut tip dari Meike:
# Jangan ragu menanyakan apa yang diharapkan oleh pengundang melalui pertemuan ini. Dengan demikian, Anda bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jangan sampai tiba-tiba harus terlibat dengan materi pembicaraan yang belum Anda kuasai dengan baik.
Bahkan, ketika pengundang tidak memiliki agenda khusus, melalui interaksi pribadi dan obrolan ringan yang terjadi, Anda tetap memiliki kesempatan membuat ‘etalase’ profil terbaik di mata klien atau mitra. Untuk itu, Anda harus cukup jeli menangkap kesempatan selama obrolan terjadi.
# Jangan juga menjadi terlalu ‘hard sell’ dengan memaparkan berbagai pencapaian karier Anda. Apalagi sampai menanyakan apakah ada kesempatan karier yang terbuka di perusahaan klien. Ini sangat tidak etis, apalagi jika hubungannya antara klien dan provider. Jika tujuan Anda untuk menjajaki peluang karier yang lebih baik, gunakan cara-cara halus dan elegan.
# Pertanyaan pembuka, seperti, “Sedang sibuk apa minggu ini?” bisa menjadi jalan Anda untuk menceritakan proyek-proyek yang sedang berlangsung di tempat kerja. Apa peran Anda di situ dan bagaimana peran ini secara signifikan berkontribusi dalam kesuksesan proyek.
# Smartphone bisa menjadi bantuan yang sangat penting. Anda dengan cepat bisa memperlihatkan infografik tentang perkembangan menarik yang sedang terjadi di proyek yang Anda tangani, atau saling bertukar tautan website. Rangsangan visual ini menjadi cara menarik untuk saling berbagi informasi, sekaligus membangun profil Anda sebagai seorang profesional masa kini yang melek digital.
# Jaga sikap. Sehebat apapun pencapaian dan peran Anda di dunia profesional, akan kehilangan arti jika tidak dibarengi dengan sikap personal yang baik. Sebab, banyak perusahaan yang mencari tenaga profesional melalui undangan makan seperti ini. Mereka tidak hanya menilai Anda dari kualitas obrolan, tapi juga dari hal-hal kecil, seperti cara berinteraksi, bahasa tubuh, gaya berkomunikasi, dan bagaimana menanggapi sebuah topik yang dilontarkan. Apakah Anda termasuk orang yang reaktif, sensitif, atau fleksibel, semua bisa terbaca dalam 2 jam jamuan makan ini. (f)
Baca Juga:
Belajar Menjadi Influencer Sukses di Media Sosial
Saat Berjuang untuk Tim, Wanita Lebih Jago Bernegosiasi
Hindari Kecanggungan Saat Business Trip Dengan Lawan Jenis