Helsinki/ Foto: pixabay

Di dunia yang makin sibuk dan hiruk pikuk, kita seringkali kesulitan membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, teman, dan bersenang-senang. Padalal, keseimbangan antara bekerja dan menikmati hidup alias work-life balance dipercaya memegang peran besar dalam menjaga produktivitas kerja dan kesehatan mental dan fisik pekerja. Tak heran kalau ini terus digaungkan dan berusaha ditingkatkan.

Kisi, sebuah perusahaan penyedia jaringan keamanan melakukan pengukuran terhadap 40 kota di dunia dengan membandingkan data yang meliputi intensitas kerja, dukungan perusahaan, dan kenyamanan hidup. Hasilnya dirangkum dalam Cities for the Best Work–Life Balance 2019. 

Untuk mengurutkan, Kisi mendata rata-rata waktu kedatangan di kantor, pemanfaatan waktu cuti dibanding yang diberikan, waktu untuk menuju dan pulang dari tempat kerja ke rumah, akses kesehatan mental, kesetaraan gender, polusi udara, dan lain sebagainya. 

Berikut lima kota dengan work-life balance terbaik: 

1. Helsinki, Finlandia

2. Munich, Jerman

3. Oslo, Norwegia

4. Hamburg, Jerman

5. Stockholm, Swedia

Sementara itu diketahui juga lima kota dengan work-life balance terendah, yaitu Houston, USA di urutan ke-36, disusul Atlanta, USA di urutan ke-37, Buenos Aires, Argentina di urutan ke-38, Tokyo, Jepang di urutan ke-39, dan Kuala Lumpur, Malaysia di urutan terakhir.
 
 

Hiruk pikuk Tokyo/ Foto: pixabay
 
Selain itu ada beberapa hasil lain yang didapat. Antara lain:

# Jika dilihat dari beban pekerjaan, urutannya sedikit berbeda. Kota dengan kecenderungan overworked tertinggi dari urutan pertama hingga lima yaitu: 1/ Tokyo, Jepang, 2/ Singapura, 3/ Washington, Amerika Serikat, 4/ Kuala Lumpur, Malaysia, 5/ Houston, Amerika Serikat.

# Rata-rata pekerja di Singapura bekerja 44,6 jam seminggu, dan 23% pekerja bekerja lebih dari 48 jam per minggu. Sementra iut, hanya 4% pekerja di Oslo, Budapest, Stockholm, Milan, dan Barcelona, yang bekerja lebih dari 48 jam per minggu.

# Pekerja di Spanyol, Prancis, Brazil, dan Finlandia diketahui memanfaatkan waktu cuti paling banyak. Sebaliknya, pekerja di Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Australia, dan Singapura, mengambil cuti paling sedikit. 

# Kesetaraan gender dalam mendapatkan kesempatan dan berpartisipasi di bidang ekonomi, mendapatkan pendidikan, akses kesehatan, dan politik menempatkan Oslo pada posisi teratas, disusul Stockholm, Helsinki, Paris, dan Munich.

# Sydney, Australia adalah kota dengan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Sementara Oslo, Norwegia adalah kota terbaik untuk dukungan kesehatan mental. 

# Terkait anti-diskriminasi terhadap isu LGBT, Stockholm, berada di peringkat teratas, disusul Toronto, London, dan Barcelona. Sementara Kuala Lumpur, Singapura, São Paulo, dan Tokyo berada di deretan terbawah.

# Meski Singapura tercatat sebagai kota teraman yang memberi banyak ruang terbuka untuk publik, Helsinki tercatat sebagai kota paling bahagia.

Daftar, yang sayangnya tidak menyertakan Jakarta, ini bertujuan untuk mengingatkan pekerja tentang pentingnya bekerja lebih cerdas ketimbang bekerja lebih keras, serta  mendorong pemerintah kota membuat kota yang lebih baik sebagai bentuk dukungan bagi penduduknya untuk menurunkan tingkat stres dan beban karena pekerjaan. (f)

Baca Juga:

Alasan Tidak Memberi Kado Untuk Atasan
Tip Merekrut dan Membuat Karyawan Betah
10 Keterampilan Terkait Teknologi Paling Dicari di LinkedIn