
Dok. Pribadi
Dengan dunia yang serba digital, wanita seharusnya memiliki kesempatan berkarier lebih luas, termasuk berkecimpung di dunia sains dan teknologi. Ditambah lagi, para generasi millennial yang telah terbiasa hidup dengan teknologi dan perubahan yang sangat cepat akan mengarah pada peningkatan jumlah wanita yang mendalami sains dan teknologi.
Apalagi, wanita kini telah terintegrasi dengan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk juga dalam hal pekerjaan. Mereka menggunakan teknologi untuk belajar, meningkatkan skill, mendukung pekerjaan, belanja dan urusan perbankan, hingga mencari informasi untuk tetap update dengan perkembangan teknologi terbaru. Berikut kisah dari tiga wanita karier yang bersahabat dengan teknologi untuk melesatkan karier mereka.
Apalagi, wanita kini telah terintegrasi dengan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk juga dalam hal pekerjaan. Mereka menggunakan teknologi untuk belajar, meningkatkan skill, mendukung pekerjaan, belanja dan urusan perbankan, hingga mencari informasi untuk tetap update dengan perkembangan teknologi terbaru. Berikut kisah dari tiga wanita karier yang bersahabat dengan teknologi untuk melesatkan karier mereka.

Cynthia Tenggara, CEO BerryKitchen
Akrobat Jalankan Dua Peran
Akhir tahun 2012, saya mendirikan katering makan siang berbasis pesanan online yang pelanggan bisa pilih sendiri. Mengapa saya memilih bisnis berbasis teknologi digital? Karena sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan lifestyle saat ini. Semua butuh cepat, praktis, dan mudah diakses.
Selain itu, teknologi digital juga membantu saya menjalankan dua peran, dalam bisnis dan keluarga. Terbayang jika saya mendirikan Berry Kitchen dua puluh tahun lalu, mungkin saya enggak akan bisa survive jadi ibu sekaligus CEO Berry Kitchen. Teknologi benar-benar memudahkan hidup saya.
Sekarang, 80% urusan bisnis bisa saya lakukan dari luar kantor. Saya punya satu dashboard yang bisa melihat hari ini sales berapa banyak dan ada komplain apa saja. Di lain sisi, saya juga bisa mengawasi anak saya melalui kamera CCTV atau Skype pada saat meeting.
Saat hamil, saya bermasalah dengan kehamilan sehingga harus bedrest. Jadi, saya mengatur anak buah dari jarak jauh. Tiap hari Rabu, pukul 4, ada meeting virtual lewat Skype. Semua itu berjalan lancar berkat teknologi.
Selanjutnya, kisah dari Veronica Linardi, CEO qerja.

Foto: Dok. Pribadi
Veronica Linardi, CEO qerja
Sudah Lebih Melek Teknologi
Beruntung, saya menjalankan usaha di era teknologi digital yang sudah sangat maju seperti sekarang. Seperti dalam bisnis headhunting yang saya jalankan ini, sistem pengalogaritmaan database membuat sistem otomatis dapat memilah sendiri kandidat mana yang cocok untuk posisi tertentu.
Beberapa calon kandidat yang saya tawarkan posisi yang tersedia juga berada di luar negeri. Sangat tidak efisien jika harus menerbangkan mereka hanya untuk wawancara. Dengan adanya Skype, face to face interview bisa dilakukan dari jarak jauh. Secara biaya, tentunya jauh lebih murah.
Dengan kesibukan saya seperti ini, rasanya kehadiran media sosial bisa menjadi jembatan saya untuk tetap ‘bergaul’ dan terkoneksi dengan teman dan keluarga. Meski tak bisa bertemu secara tatap muka, setidaknya saya tahu kabar terbaru mereka dan saya juga bisa membagikan cerita kehidupan saya. Bagi saya, ketika mengunggah foto di media sosial itu bukan hanya sekadar berbagi, tapi juga turut menyimpan momen yang suatu hari akan jadi kenangan.
Selanjutnya, kisah dari Monica Oudang, Chief of Human Resources Go-Jek

Foto: Dok. Pribadi
Wanita Kini Punya Tempat
Rasa penasaran saya yang tinggi untuk belajar hal baru, yaitu dunia teknologi, membuat saya akhirnya memutuskan untuk terjun dan bergabung dengan platform yang hingga hari ini telah diunduh lebih dari 30 juta orang.
Bekerja di Go-Jek membuka kesempatan bagi saya untuk belajar tentang teknologi. Di era digital ini, di mana teknologi sudah menjadi bagian hidup sehari-hari, wanita harus membuka wacananya dan berpikir bagaimana teknologi bisa meningkatkan segala aspek kehidupan. Bukan saja untuk peningkatan karier dan pengembangan diri, tapi juga untuk meningkatkan produktivitas sebagai ibu ataupun istri.
Pekerjaan menuntut saya banyak bepergian dan terkadang harus tetap berada di kantor hingga larut. Dalam hal ini teknologi banyak membantu saya. Saya berkomunikasi dengan anak melalui video call paling tidak dua kali sehari. Termasuk membantu mereka mengerjakan PR. Untuk belanja bulanan, saya banyak menggunakan Go-Mart, membayar gaji karyawan rumah juga saya lakukan melalui internet banking atau m-banking. (f)