Dok. Pexels



Nyaris dua bulan pandemi COVID-19 terjadi, memberikan dampak buruk bagi perekonomian negeri dan global. Dampaknya, sejumlah perusahaan harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawannya, karena bisnis yang tidak berjalan dengan baik. 

Menurut laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setidaknya ada 1 juta orang lebih karyawan yang harus dirumahkan selama wabah Corona ini berlangsung. Sementara itu, sekitar 375.165 orang telah diPHK dari pekerjaannya. 

Satu dari sejuta karyawan yang dirumahkan atau ratusan ribu orang yang diPHK mungkin adalah orang-orang yang Anda kenal. Ragam cara dilakukan untuk bisa mendukung mereka menghadapi krisis global ini yang berdampak pada pekerjaan mereka. Namun, jangan sampai cara Anda mendukung justru akan membuat mereka merasa lebih terpuruk.

"Kurangnya kontrol yang dirasakan orang dan tekanan untuk tetap sehat selama pandemi yang mematikan ini adalah 'stres di atas stres' untuk orang-orang yang mengalami kehilangan pekerjaan saat ini," ujar Patrick O'Malley, psikoterapis kesedihan dan trauma. 

Menurut Patrick, bukan hanya dukungan finansial yang diperlukan oleh mereka yang harus mengalami kejadian ini. Dukungan moral melalui kata-kata yang tepat juga sangat penting untuk disampaikan. Ini dia hal yang perlu diketahui ketika bicara dengan mereka yang kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi corona. 



(Lanjut ke halaman berikutnya)


BACA JUGA :
Situs Pekerja Lepas Dorong Women Empowerment
Sukses Wawancara Pekerjaan di Masa Pandemik
Ingin Sukses Melamar Pekerjaan? Pastikan 3 Informasi Ini Ada di CV


 
 
 



Dok. Pexels



1. Menanyakan Terlalu Detail

Rasa penasaran akan membawa kita untuk bertanya panjang lebar kepada mereka. Apa yang dikatakan oleh perusahaan saat PHK atau dirumahkan? Apakah mereka mendapatkan pesangon? Sampai kapan hal ini harus mereka alami? Dan lain sebagainya.

"Bertanya pada orang detail terkait hal yang membuatnya kehilangan pekerjaan adalah hal yang sudah kelewatan batas. Terutama bagi mereka yang merasa bahwa kehilangan pekerjaan ini adalah hal yang sangat memalukan," papar Kristin Bianchi, psikolog dari Center for Anxiety and Behavior Change di Maryland. 

Alih-alih mencari informasi, biarkan orang itu memutuskan berapa banyak yang ingin mereka bagikan dengan Anda sebelum Anda bertanya. Bertanya lebih sedikit dan lebih banyak mendengarkan adalah pendekatan yang paling baik yang bisa Anda lakukan.

"Mohon hormati privasi mereka," tambah Kristin tegas. 

2. Gosip Pekerjaan Pada Mereka yang Kehilangan Pekerjaan

Harus menerima kenyataan bahwa mereka dirumahkan atau bahkan diPHK adalah sesuatu yang sangat berat di kondisi saat ini. Jangan diperburuk dengan Anda yang mengajak mantan kolega tersebut untuk gosip tentang perusahaan atau mendengarkan keluhan Anda tentang pekerjaan. 

"Jika Anda bergosip atau mengeluhkan pekerjaan pada mereka, ini menunjukan ketidakpekaan. Karena Anda berbicara dengan seseorang yang mungkin berharap mereka masih bisa melakukan hal itu," jelas Patrick. 

3. 'Kamu Tidak Sendirian'

Untuk membuat teman yang menganggur tidak merasa terbebani, Anda mugkin akan mengatakan bahwa mereka tidak sendirian. Bukan hanya mereka yang dirumahkan atau diPHK. Tapi menurut Lisa Orbe-Austin, seorang psikolog di New York mengatakan bahwa itu tidak akan membuat mereka merasa lebih baik. 

"Ada beberapa orang yang harus diberhentikan dari pekerjaannya, namun merasa baik-baik saja. Namun bagi sebagin besar orang lainnya, ini adalah hal yang menghancurkan hati mereka. Dengan mengatakan hal itu justru akan membuat mereka merasa lebih sakit hati," papar Lisa. 



(Lanjut ke halaman berikutnya)


BACA JUGA :
Situs Pekerja Lepas Dorong Women Empowerment
Sukses Wawancara Pekerjaan di Masa Pandemik
Ingin Sukses Melamar Pekerjaan? Pastikan 3 Informasi Ini Ada di CV


 
 
 


Dok. Pexels



4. Membandingkan dengan Keadaan Orang Lain

Kadang orang mencoba suportif dengan membandingkan situasi yang buruk atau menunjukkan hal-hal positif dalam kehidupan orang lain. Biasanya dengan mengatakan, 'Tapi setidaknya kamu punya ini,' atau 'Syukurlah kamu masih punya ini,'.

"Mungkin ini disampaikan dengan maksud yang baik. Namun jadi tidak valid karena mereka sedang merasakan kehilangan dan ketakutan," papar Patrick.

Saat Anda meminta seseorang yang menganggur untuk tetap positif, Anda memberikan isyarat pada mereka bahwa mereka kurang bersyukurnya mereka dengan kondisi tersebut adalah hal yang tidak baik. 

"Ini berpotensi membuat mereka merasa bersalah. Hal ini justru akan membuat mereka merasa lebih terpuruk," tambahnya,

5. Memberikan Harapan Tak Pasti

Anda yang ingin mendukung mungkin akan berkata, "Kamu akan baik-baik saja," untuk memberikan harapan baik pada mereka. Menurut Patrick ucapan ini terdengar klise dan akan jadi bumerang jika ternyata mereka tidak merasa baik-baik saja.

Alih-alih membuat janji yang tidak pasti, lebih baik mengatakan pada mereka yang menganggur untuk lebih terbuka pada perasaannya, termasuk perasaan 'tidak baik-baik saja'. 

Seperti yang disampaikan Patrick, bahwa 'it's ok not to feel ok'. Menjadi teman bicara yang baik lebih berarti bagi mereka yang menganggur. Intinya, Patrick mengingatkan bahwa pastikan kata-kata dukungan tersebut tidak membuat Anda berusaha memperbaiki masalahnya. 



(Lanjut ke halaman berikutnya)



BACA JUGA :
Situs Pekerja Lepas Dorong Women Empowerment
Sukses Wawancara Pekerjaan di Masa Pandemik
Ingin Sukses Melamar Pekerjaan? Pastikan 3 Informasi Ini Ada di CV


 
 




Dok. Pexels



Kecenderungan ketika menemukan teman dalam kondisi sulit, kita akan memberikan saran yang diharapkan dapat membantu mereka. Namun terkadang, tak serta merta saran tersebut dapat benar-benar membantu mereka, terlebih lagi jika tidak sesuai dengan kondisi yang mereka alami.

Menurut Patrick, alih-alih memberikan saran yang justru menjadikan kondisi semakin buruk - terutama bagi mereka yang tidak pandai menyampaikan simpati pada orang-orang yang menganggur - lebih baik dengarkan saja keluhan mereka. 

"Jangan memberikan saran, kecuali Anda benar-benar dimintai saran. Pun jangan mencoba untuk membantu memperbaiki keadaan mereka jika Anda tahu itu tidak bisa. Tak perlu banyak bicara. Jadilah pendengar yang baik saja," tutur Patrick. (f)



BACA JUGA :
Situs Pekerja Lepas Dorong Women Empowerment
Sukses Wawancara Pekerjaan di Masa Pandemik
Ingin Sukses Melamar Pekerjaan? Pastikan 3 Informasi Ini Ada di CV