
Foto: Pexels.com
Memasuki bulan ketiga masa bekerja dari rumah (working-from-home – WFH), nampaknya hampir sebagian besar karyawan mulai terbiasa dengan norma baru saat ini. Bebas dari kemacetan jalan dan fleksinilitas untuk membagi waktu dengan pekerjaan rumah menjadi alasan banyak orang enggan meninggalkan norma baru WFH.
Meskipun new norma disebut-sebut akan segera diberlakukan oleh pemerintah pada awal Juni 2020 ini, namun WFH akan tetap berlanjut, mengingat protokol kesehatan yang harus diterapkan perusahaan seperti anjuran Kementerian Kesehatan. Salah satunya adalah menjaga jarak antar karyawan serta memberlakukan sistem kerja shift. Beberapa perusahaan besar bahkan mengindikasikan wfh atau bekerja jarak jauh (remote working) sebagai kebijakan permanen di masa mendatang.
Menurut studi global yang dilakukan Forrester Cosulting mewakili Lenovo pada 6-12 Maret 2020 berjudul Workplace Transformation, menyebutkan 77% dari karyawan merasa bahwa perusahaan akan menjadi lebih terbuka bahkan mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah saat periode pandemi ini telah dilalui.
Studi yang sama juga menyebutkan bahwa karyawan merasa setidaknya siap untuk beralih bekerja dari rumah jika diperlukan (87%), yang menjadi skenario yang mungkin terjadi karena sebagian besar perusahaan telah mendorong (46%) atau mengharuskan (26%) untuk bekerja jarak jauh sejak pandemi berkembang secara global.
Namun tak dipungkiri, untuk bisa tetap bekerja secara nyaman dan produktif dalam norma kerja jarak jauh atau wfh, ada berbagai cara yang perlu dipersiapkan. Pemilihan tempat kerja menjadi salah satu faktor penentu. Akses terhadap berbagai teknologi cerdas dan perangkat pintar, seperti desktop dan laptop, juga memungkinkan pekerja untuk tetap terhubung dan bekerja efektif dari mana saja, selayaknya bekerja dari kantor.
Kecanggihan dan keterjangkauan teknologi perangkat pintar telah terbukti sangat mendukung perusahaan di seluruh dunia untuk mengadopsi kebijakan WFH. “Penggunaan teknologi cerdas yang diperkuat dengan perangkat kolaborasi akan membantu memastikan setiap orang untuk bekerja secara efektif dan efisien untuk berhasil hari ini dan di masa depan, di mana bekerja jarak jauh akan menjadi norma baru. Di Lenovo, kami menawarkan teknologi pintar untuk setiap segmen, dari profesional muda hingga mereka yang membutuhkan perangkat yang lebih canggih untuk tetap produktif dan terhubung,” ujar Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia.
Baca Selanjutnya: Berikut beberapa tips dari Lenovo untuk menjadikan bekerja jarak jauh tetap nyaman dan produktif

Foto: Pexels
Berikut beberapa tips dari Lenovo untuk menjadikan bekerja jarak jauh tetap nyaman dan produktif:
1. Bekerja dengan cara yang berbeda
Orang-orang berpendapat saat bekerja dari rumah, mereka harus bekerja dengan cara yang berbeda dari apa yang mereka lakukan di kantor. Mereka pikir, mereka harus duduk di meja sepanjang hari. Padahal, tidak ada lagi pengaturan kerja konvensional di kantor modern saat ini. Justru saat bekerja di kantor, kita dapat memulai hari dari meja, lalu pindah ke ruang santai, beralih ke sofa, atau mungkin bercengkrama dengan teman di pantry kantor. Demikian pula saat bekerja dari rumah, pilihlah satu tempat khusus sebagai ‘home base’, contohnya dapur atau ruang kerja. Lalu berpindahlah ke sofa, atau ke balkon untuk menghindari kebosanan.
2. Tetap terhubung melalui tekologi portabel
Studi global Lenovo juga menemukan bahwa 71% karyawan yang bekerja dari rumah merasa memiliki akses terhadap teknologi yang mereka butuhkan. Layaknya kebanyakan kantor yang tidak lagi konvensional, kita dapat memindahkan laptop dengan mudah dari meja ke ruang meeting misalnya. Saat bekerja dari rumah, bentuk baru dari laptop portabel dan workstation yang dapat berpindah-pindah memungkinkan kita untuk menjaga kecepatan kerja dan produktivitas yang sama. Pastikan akses lancar ke seluruh teknologi portabel.
3. Meningkatkan perangkat produktivitas dan kolaborasi
Dengan kondisi di mana setiap meeting dilakukan secara virtual, kita dapat mempertimbangkan penggunaan perangkat yang dapat meningkatkan produktivitas seperti monitor, webcam, dan alat kolaborasi seperti headset atau alat konferensi.
Jika terbiasa bekerja dengan banyak spreadsheets, perangkat desain grafis, rencana arsitektural dan pekerjaan terperinci, tidak ada salahnya jika Anda berinvestasi pada monitor besar dan laptop, sehingga sama-sama menunjang kerja seperti saat di kantor.
Namun, jika intensitas kerja termasuk sangat tinggi dan mobilitas bukan menjadi syarat utama dalam bekerja, Anda bisa mempertimbangkan pemakaian desktop (komputer meja) yang secara umum memiliki spesifikasi dan daya tahan yang lebih tinggi.
Yang tak kalah penting di norma kerja jarak jauh masa kini adalah video. Penggunaan video memungkinkan karyawan untuk merasa terhubung dan menghindari perasaan terkurung yang diketahui sering terjadi saat bekerja dari rumah. Sangat penting untuk memastikan semua orang memiliki akses kepada teknologi konferensi video terbaik. Laptop, desktop dan workstation terbaru seluruhnya memiliki fitur video dan audio yang akan memfasilitasi konferensi video sepanjang hari.
4. Beristirahatlah secara teratur dan gunakan teknologi untuk bersenang-senang!
Jangan lupa untuk beristirahat secara teratur karena bekerja dari rumah bukan berarti Anda tidak dapat melakukan hal lainnya. Meskipun Anda mungkin berada di rumah sendirian, Anda selalu dapat menggunakan teknologi untuk menciptakan suasana yang sama menyenangkannya dengan di kantor saat istirahat.
Aplikasi video virtual seperti Microsoft Teams, Skype, Zoom, atau lainnya tidak hanya untuk meeting tapi bisa juga digunakan untuk aktivitas sosial seperti makan siang, yoga, meditasi, atau sekedar mengobrol santai. Ini akan menjadi penyegar di tengah kesibukan kerja. (f)
Baca Juga:
Work From Home Lebih Berat Bagi Gen-Z dan Milenial
7 Bahasa Tubuh untuk Tingkatkan Kemampuan Wawancara Kerja Virtual
Mengapa Perusahaan Butuh Pemimpin Culture Makers?