
Foto: Dok. Pribadi
“Jangan khawatir, karena teknologi baru yang datang akan menciptakan ribuan kesempatan kerja lainnya,” tutur Kate. Berikut komentar dari empat sahabat femina tentang kesiapan mereka untuk bersaing di era kecerdasan buatan.

Untuk bisa bertahan, saya juga harus berkembang dan lebih pintar dari mesin. Bagian mana saja yang tidak bisa dikerjakan mesin, seperti kemampuan analisis dan mengambil keputusan, maka di situlah saya harus mencari tahu dan membekali diri dengan keahlian ini lebih jauh. Karena, meskipun mesin menggantikan tenaga manusia, tidak mungkin menggantikan pemikiran manusia. Profesi ini masih memerlukan sisi kemanusiaan dan daya analisis, bukan hanya tenaga. Selain itu, mesin juga bisa salah dan rusak, atau memberikan analisis yang kurang tepat. Apalagi tiap jenis perusahaan memiliki cara menganalisis yang berbeda-berbeda

Bekerja di perusahaan travel dan ticketing, saya sadar bahwa orang kini lebih banyak melakukan transaksi online menggunakan aplikasi smart phone. Untuk bertahan, kami melakukan strategi seperti memasang iklan di media online, mendekati calon konsumen lewat telepon secara aktif, mendatangi langsung konsumen yang potensial, membuat data konsumen lengkap dengan alamat dan kontaknya, merancang brosur produk, dan menerbitkan buletin internal secara periodik. Tugas-tugas inilah yang menurut saya tidak dapat dilakukan oleh mesin, karena tenaga mesin yang mengendalikan adalah manusia.

Sebagai Office Manager di Land Equity International Pty. Ltd., tugas saya terbilang kompleks. Dari mengatur jadwal rapat, mengurus pemesan tiket untuk atasan, purchasing, hingga mengurusi legalisasi perusahaan termasuk KITAS dan visa pegawai. Aplikasi mungkin bisa menggantikan tugas sebagian pekerjaan sekretaris. Namun, ada juga pekerjaan yang tidak sepenuhnya bisa dikerjakan dengan mesin, seperti urusan permohonan KITAS atau visa karyawan asing yang saya tangani. Urusan ini sangat membutuhkan tenaga manusia untuk berurusan dengan pekerja di lembaga pemerintahan.

Pekerjaan teknis perbaikan (after sales service) memang bisa dikerjakan mesin. Apalagi saat ini kemajuan teknologi sangat menunjang dalam penciptaan tenaga-tenaga buatan yang lebih canggih dan akurat. Namun, saya melihat bahwa tidak semua bisa dikerjakan oleh robot. Mungkin kelak tugas perbaikan bisa diprogram dengan mesin. Namun, saya merasa kecerdasan yang manusia miliki masih tidak akan tersaingi oleh kecerdasan buatan. Mungkin robot bisa mendeteksi kerusakan, tetapi manusialah yang menggantinya dengan alat yang baru. Setelah itu, manusia pula yang bisa mengkomunikasikan dengan manusia lain tentang kerusakan dan hasil perbaikan. (f)