Foto: Dok. Pribadi
 
Pergeseran era memang tak bisa dicegah. Jangan merasa terancam dengan kemajuan teknologi yang kelak membuat kita akan hidup bersama artificial intelligence (AI). Corporate Communication Manager University of Technology Sydney, Kate Dennis, menilai bahwa sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan kemampuan-kemampuan baru.

“Jangan khawatir, karena teknologi baru yang datang akan menciptakan ribuan kesempatan kerja lainnya,” tutur Kate. Berikut komentar dari empat sahabat femina tentang kesiapan mereka untuk bersaing di era kecerdasan buatan.


 

Ririen Ekadimyati (37), Manager Finance & Accounting
Untuk bisa bertahan, saya  juga harus berkembang dan lebih pintar dari mesin. Bagian mana saja yang tidak bisa dikerjakan mesin, seperti kemampuan analisis dan mengambil keputusan, maka di situlah saya harus mencari tahu dan membekali diri  dengan keahlian ini lebih jauh. Karena, meskipun mesin menggantikan tenaga manusia, tidak mungkin menggantikan pemikiran manusia. Profesi ini masih memerlukan sisi kemanusiaan dan daya analisis, bukan hanya tenaga. Selain itu, mesin juga bisa salah dan rusak, atau memberikan analisis yang kurang tepat. Apalagi  tiap jenis perusahaan memiliki cara menganalisis yang berbeda-berbeda
 
 

Ernawati (30),  Account Management
Bekerja di perusahaan travel dan ticketing, saya sadar bahwa orang kini lebih banyak melakukan transaksi online menggunakan aplikasi  smart phone. Untuk bertahan, kami  melakukan strategi seperti memasang iklan di media online, mendekati calon konsumen lewat telepon secara aktif, mendatangi langsung konsumen yang potensial, membuat data konsumen lengkap dengan alamat dan kontaknya, merancang brosur produk, dan menerbitkan buletin internal secara periodik. Tugas-tugas inilah yang menurut saya tidak dapat dilakukan oleh mesin, karena tenaga mesin yang mengendalikan adalah manusia.
 
 
 
Julia Dwi (40), Office Manager
Sebagai Office Manager di Land Equity International Pty. Ltd., tugas saya terbilang kompleks. Dari mengatur jadwal rapat, mengurus pemesan tiket untuk atasan, purchasing, hingga mengurusi legalisasi perusahaan termasuk KITAS dan visa pegawai. Aplikasi mungkin bisa menggantikan tugas sebagian pekerjaan sekretaris. Namun, ada juga pekerjaan yang tidak sepenuhnya bisa dikerjakan dengan mesin, seperti  urusan permohonan KITAS atau visa karyawan asing  yang saya tangani. Urusan ini sangat membutuhkan tenaga manusia untuk berurusan dengan pekerja di lembaga pemerintahan.
 
 
 

Ngadiyanto (46),  Coordinator Jabodetabek Area / Part Control After  Sales Service Dept.
Pekerjaan teknis perbaikan (after sales service) memang bisa dikerjakan mesin. Apalagi saat ini kemajuan teknologi sangat menunjang dalam penciptaan tenaga-tenaga buatan yang lebih canggih dan akurat. Namun, saya melihat bahwa tidak semua bisa dikerjakan oleh robot. Mungkin kelak tugas perbaikan bisa diprogram dengan mesin. Namun, saya merasa kecerdasan yang manusia miliki masih tidak akan tersaingi oleh kecerdasan buatan. Mungkin robot bisa mendeteksi kerusakan, tetapi manusialah yang menggantinya dengan alat yang baru. Setelah itu, manusia pula yang bisa mengkomunikasikan dengan manusia lain tentang kerusakan dan hasil perbaikan. (f)