Foto : Ricko Sandy
 
Karier modeling memang sangat spesifik. Bukan hanya menuntut kriteria fisik tertentu, seperti tinggi badan yang sesuai, wajah yang berkarakter, tapi juga banyak modal lain yang dibutuhkan agar seorang model bisa bertahan lama di dunia gemerlap tersebut. Berikut tip dari tiga supermodel terkenal tanah air:
 
 

 
1/ Sikap Yang Baik
 
Bagi Laura Muljadi, seorang model akan sukses jika ia mampu menjaga sikap atau personality yang baik. Sementara Paula menyinggung tentang kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Dalam hal ini memiliki etos kerja yang baik.
 
“Jadi kesimpulannya, boleh saja seorang model memiliki bentuk fisik yang luar biasa bagus, wajah cantik, terkenal, tapi ketika sikapnya jelek dan tidak bisa bekerja sama, maka sulit untuk bertahan di bisnis ini,” kata Kelly. ”Inilah key factor-nya,” tegasnya.
 
 

 
2/ x factor
 
 “Percaya atau tidak, model yang bertahan adalah mereka yang dianggap memiliki x factor, ini adalah karakter yang membuat ia berbeda dari model lainnya,” kata Kelly Tandiono.
 
Menurut model yang energik ini, semua manusia memiliki x factor masing-masing. “Masalahnya, banyak model yang belum bisa melihat x factor-nya tersebut. Jadi, tantangannya adalah mempelajari, menemukan, dan mengasah kemampuan atau kekuatan tersebut dari waktu ke waktu. Sehingga, akhirnya makin tajam dan makin terlihat,” kata Kelly lagi.
Pencarian faktor x itu bukan sesuatu yang bisa didapat secara instan, butuh proses bahkan waktu yang lama.
 
”Jangan salah, bahkan x factor itu boleh jadi adalah sesuatu yang kita anggap sebagai kelemahan. Misalnya, awalnya saya menganggap kulit hitam saya sebagai sebuah kelemahan. Tapi ternyata, di dunia modeling justru kulit hitam inilah yang membuat saya berbeda,” ujar Laura.
 
“Setuju! Di dunia model, kelemahan kita bisa dianggap sebagai kekuatan,” timpal Kelly.
 
“Belum tentu semua wanita yang memiliki cita-cita menjadi model akan menjadi model. Boleh jadi kesempatannya justru lebih besar sebagai pembawa acara atau bahkan berperan di dunia akting,” imbuh Paula Verhoeven, yang memiliki wajah tenang, lembut, dan ‘mahal’ sehingga dianggap paling tepat membawakan busana-busana glamor itu.
 
3/ Ekspresi Wajah
 
“Kebanyakan fashion show saat ini jalannya sederhana, lurus, dan dengan ekspresi datar. Tapi, ada beberapa jenis fashion show, seperti misalnya fashion show baju pengantin, atau misalnya show kebaya seperti show untuk Anne Avanti, tidak bisa dibawakan dengan ekspresi datar,” kata Kelly.
 
Kemampuan dasar untuk mempelajari ekspresi inilah yang selalu harus diingatkan kepada model-model pemula. “Sebagai model di atas panggung dan di depan kamera, kami memang manekin, tapi manekin yang harus bisa memberikan jiwa terhadap busana yang kami bawakan,” kata Laura.
 
 

 
4/ Etika Kerja
 
Salah satu hal kecil, tapi teramat penting (dan sering kali terabaikan), adalah etika kerja. “Kami mengenakan baju untuk 12 detik, membawakannya ke atas panggung dan kemudian berganti baju yang lain. Padahal, yang kami kenakan misalnya, batik tulis yang dikerjakan pembatik selama berminggu-minggu, yang kemudian menjadi sumber kreasi desainer. Ini tidak sederhana, banyak orang yang terlibat, banyak waktu, biaya, dan tenaga yang dicurahkan. Tapi ternyata, tidak semua model paham hal itu, dan mereka akan duduk begitu saja, sembarangan yang mungkin membuat baju itu jadi kotor bahkan rusak. Penghargaan terhadap karya kurang. Jangan lupa, profesi ini mengajarkan bahwa ketika kami mengenakan sebuah busana, pada saat itu pulalah kami mulai bekerja,” kata Laura.
 
Hal-hal inilah yang menurut ketiga top model Indonesia ini sangat penting untuk diperhatikan model-model generasi baru. “Zamannya memang berubah, tapi ada nilai-nilai yang harus dipertahankan dan ada pula yang harus selalu diperbarui,” kata Paula.
 
5/ Perhatikan jejak digital
 
“Dulu kami menenteng buku portfolio termasuk composit card yang berat, kini orang tinggal melihat Instagram kami saja. Buku tebal itu diganti oleh smartphone. Tapi kemudian, orang juga akan melihat rekam jejak digital termasuk cuitan pribadi di Twitter atau timeline Facebook,” kata Kelly.
 
”Model bukan semata jendela atau etalase, ia juga mesti bisa bercerita banyak dan secara tepat tentang apa pun yang terkait dengan dunianya, dengan peran yang sedang ia bawakan,” tambah Kelly. (f)

Baca Juga:

Rahasia Sukses, Berhenti Mengejar Hasil dan Fokus Pada Proses
10 Aturan Penting Dalam Jamuan Bisnis
Tingkatkan Karier Lewat Jamuan Makan