
Foto : Pixabay
Siapa tidak tahu Google? Mungkin sebagian besar orang yang pernah memegang telepon selular hafal logo perusahaan teknologi ini.
Dalam bayangan orang, wanita yang bekerja di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) pasti minim. Ini tidak sepenuhnya benar, setidaknya di Google Indonesia. Jumlah wanita dan pria yang bekerja di Google Indonesia ternyata seimbang.
Tiga wanita berikut adalah orang yang cukup besar perannya bagi Google Indonesia. Simak saran mereka bagi wanita yang ingin bekerja di industri teknologi berikut ini.
Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia
Dalam bayangan orang, wanita yang bekerja di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) pasti minim. Ini tidak sepenuhnya benar, setidaknya di Google Indonesia. Jumlah wanita dan pria yang bekerja di Google Indonesia ternyata seimbang.
Tiga wanita berikut adalah orang yang cukup besar perannya bagi Google Indonesia. Simak saran mereka bagi wanita yang ingin bekerja di industri teknologi berikut ini.
Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia

Foto: NF
Bergabung dengan Google Indonesia sejak tahun 2015, saat ini, selama dua tahun terakhir Veronica Utami menjabat sebagai Head of Marketing Google Indonesia. Veronica memimpin 11 anggota tim dan mengelola kegiatan marketing untuk produk dan korporasi di Google Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Google, Veronica memiliki 12 tahun pengalaman bekerja di berbagai perusahaan FMCG dan perminyakan. Veronica merupakan alumni dari Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Industri.
"Jangan malas belajar, perubahan di dunia teknologi sangat cepat. Bukan hanya harus rajin belajar, kita juga harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Meski di marketing, tapi karena bekerja di industri teknologi, saya harus mengerti produk teknologi," ujar wanita yang terdaftar sebagai salah satu dari 25 Pemasar Muda Paling Top versi Majalah SWA pada tahun 2009 itu.
Veronica juga permah memenangi Asia Marketing Effectiveness Award di tahun yang sama untuk the Pantene 3 Minute Miracle.
Di luar pekerjaannya sebagai marketer, Veronica juga berperan sebagai Brand Advisor untuk Indorelawan.org. Sebagai seorang Ibu, memasak bersama kedua putranya merupakan salah satu hiburan favoritnya.
Fibriyani Elastria, Head of Consumer Marketing, Google Indonesia

Foto : NF
Fibriyani Elastria adalah seorang marketer senior, yang telah bekerja di berbagai industri dari FMCG, keuangan, dan pendidikan sebelum bergabung dengan Google sejak 2 tahun lalu.
Alumni Institut Teknologi Bandung Jurusan Arsitektur ini sekarang memimpin tim Consumer Marketing di Google Indonesia, mengelola seluruh jajaran portfolio produk dari Search, YouTube, Maps, Play, Duo, Asisten, dll.
Dengan kata lain, Fibri bertanggung jawab untuk mengawasi kegiatan pemasaran untuk consumer product dan memastikan produk ini dapat dinikmati oleh pengguna Google di Indonesia.
"Terkait marketing, industri apa pun tidak masalah, selama kita punya passion utk menggenal perusahaan yang kita tangani, semua akan baik baik saja. Jangan takut untuk mencoba bekerja di industri teknologi," ujar wanita yang terdaftar sebagai Young Marketers to watch 2006 dari majalah SWA.
Catatan prestasi Fibri lainnya adalah pemenang Young Caring Professional Award 2011 oleh Caring Martha Tilaar, dan Top Five of Indonesia Future Business Leader 2012 oleh Majalah SWA.
Fibri juga seorang ibu dari dua anak laki-laki yang selalu menjadi prioritasnya meskipun jadwalnya sangat padat dan punya tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Selain itu, ia pun mempunyai passion dalam dekorasi interior dan pemberdayaan perempuan. Anda bisa membaca pandangan dan pengalaman Fibri tentang kehidupan, cinta, karier dan passion dalam buku berjudul Stiletto in Action. Buku ini ia selesaikan selama cuti hamil anak keduanya pada tahun 2013 saat ia ingin tetap produktif selama periode tidak bekerja.
Alumni Institut Teknologi Bandung Jurusan Arsitektur ini sekarang memimpin tim Consumer Marketing di Google Indonesia, mengelola seluruh jajaran portfolio produk dari Search, YouTube, Maps, Play, Duo, Asisten, dll.
Dengan kata lain, Fibri bertanggung jawab untuk mengawasi kegiatan pemasaran untuk consumer product dan memastikan produk ini dapat dinikmati oleh pengguna Google di Indonesia.
"Terkait marketing, industri apa pun tidak masalah, selama kita punya passion utk menggenal perusahaan yang kita tangani, semua akan baik baik saja. Jangan takut untuk mencoba bekerja di industri teknologi," ujar wanita yang terdaftar sebagai Young Marketers to watch 2006 dari majalah SWA.
Catatan prestasi Fibri lainnya adalah pemenang Young Caring Professional Award 2011 oleh Caring Martha Tilaar, dan Top Five of Indonesia Future Business Leader 2012 oleh Majalah SWA.
Fibri juga seorang ibu dari dua anak laki-laki yang selalu menjadi prioritasnya meskipun jadwalnya sangat padat dan punya tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Selain itu, ia pun mempunyai passion dalam dekorasi interior dan pemberdayaan perempuan. Anda bisa membaca pandangan dan pengalaman Fibri tentang kehidupan, cinta, karier dan passion dalam buku berjudul Stiletto in Action. Buku ini ia selesaikan selama cuti hamil anak keduanya pada tahun 2013 saat ia ingin tetap produktif selama periode tidak bekerja.
Farida Renata Heyder, Head of SMB Marketing, Google Indonesia

Foto : NF
Farida Heyder telah bergabung dengan Google Indonesia sejak April 2016 sebagai Head of SMB Marketing.
Farida memiliki latar belakang pendidikan sarjana informatika dari Nanyang Technological University dan finance dari Boston College Wallace E. Carroll Graduate School of Management, serta memiliki pengalaman selama 10 tahun di berbagai perusahaan multinasional seperti JP Morgan, McKinsey, dan Hedgeye Risk Management.
Farida memimpin strategi pendekatan pemasaran selama di Google maupun di perusahaan-perusahaan sebelumnya.
Menurut Farida, kadang wanita ragu untuk terjun ke dunia teknologi karena tidak memiliki contoh di lingkungan sekitarnya dan tidak pernah melihat sudut pandang berbeda tentang pilihan dan membangun karier.
"Hilangkan pikiran dan stigma bahwa dunia teknologi bukan untuk wanita. Ada baiknya, seseorang memiliki role model dalam karier. Dengan melihat mereka, kita akan bisa mendapat perspektif berbeda. Kebetulan ibu saya juga lulusan teknik, jadi industri ini bukan hal yang aneh bagi saya. Tapi saya melihat ini masih ada di pikiran banyak teman wanita saya. Padahal banyak perusahaan yang mendorong wanita untuk lebih banyak masuk ke dunia teknik," ujar ibu dari dua anak kembar yang mempunyai hobi traveling ini. (f)
Baca Juga:
Ini Hambatan Wanita dalam Melejitkan Karier
Ini Tiga Kata yang Paling Banyak Muncul di Profil LInkedIn Para Profesional Indonesia
Sana Amanat, Mengangkat Derajat Kaum Minoritas Lewat Komik
Farida memiliki latar belakang pendidikan sarjana informatika dari Nanyang Technological University dan finance dari Boston College Wallace E. Carroll Graduate School of Management, serta memiliki pengalaman selama 10 tahun di berbagai perusahaan multinasional seperti JP Morgan, McKinsey, dan Hedgeye Risk Management.
Farida memimpin strategi pendekatan pemasaran selama di Google maupun di perusahaan-perusahaan sebelumnya.
Menurut Farida, kadang wanita ragu untuk terjun ke dunia teknologi karena tidak memiliki contoh di lingkungan sekitarnya dan tidak pernah melihat sudut pandang berbeda tentang pilihan dan membangun karier.
"Hilangkan pikiran dan stigma bahwa dunia teknologi bukan untuk wanita. Ada baiknya, seseorang memiliki role model dalam karier. Dengan melihat mereka, kita akan bisa mendapat perspektif berbeda. Kebetulan ibu saya juga lulusan teknik, jadi industri ini bukan hal yang aneh bagi saya. Tapi saya melihat ini masih ada di pikiran banyak teman wanita saya. Padahal banyak perusahaan yang mendorong wanita untuk lebih banyak masuk ke dunia teknik," ujar ibu dari dua anak kembar yang mempunyai hobi traveling ini. (f)
Baca Juga:
Ini Hambatan Wanita dalam Melejitkan Karier
Ini Tiga Kata yang Paling Banyak Muncul di Profil LInkedIn Para Profesional Indonesia
Sana Amanat, Mengangkat Derajat Kaum Minoritas Lewat Komik